Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kok aneh


__ADS_3

Tak sengaja Aina melihat CCTV di ruangan itu, dia heran melihat CCTV yang terus bergerak-gerak.


"pak Karno apa CCTV nya rusak?"


"tidak kok neng, orang kemarin baru di periksa," jawab pak Karno.


"mungkin itu ada yang gerakan, dari model CCTV nya terlihat itu bisa di kendalikan lewat ponsel,"


"begitu ya," kata aina heran.


"ya sudah saya akan bawa dua mesin ini, dan ini pembayarannya, terima kasih dan semoga kita bertemu lagi," kata pria itu dengan senang hati.


Aina tidak menjawab tapi hanya tersenyum, "aku tak mungkin sksn melakukan itu jika bukan pelanggan setia," kata Aina yang memang tau pria itu siapa.


setelah duduk santai, Aina menikmati kue yang di pesan lewat ojek online sekaligus makan siang.


Sedang di perjalanan menuju rumah, Ryan tak istirahat sedikitpun karena dia harus segera sampai rumah.


Mobil itu sudah memasuki pekarangan rumah keluarga juragan Baron.


empat pria turun dari mobil, dan terlihat seorang pria yang semakin tampak berwibawa dan kekar.


"permisi apa bisa saya bertemu juragan Baron?" tanya Ryan pada Bima yang sedang Bermain.


"mas Ryan!!" teriak bocah itu dengan senang.

__ADS_1


mendengar nama Ryan di sebut, Raisa keluar dari dalam rumah, "mas pulang," kata gadis itu.


"loh kok cuma kalian berdua, kemana yang lain?" tanya Ryan heran.


"mama dan ayah sedang kondangan, mbak Aina sedang di bengkel las, dan Raina sedang latihan basket,"


"baiklah, sekarang kita masuk dulu ya,"


"iya mas," jawab Raina dan Bima.


Setelah keempatnya masuk, Raina menyuguhkan air minum dan beberapa kue yang semalam dia buat bersama Aina.


"apa mau aku telpon kan mbak Aina, dia pasti senang jika tau mas pulang," kata Raina.


"baiklah," jawab Raina yang tau jika Ryan pasti ingin membuat kejutan Aina.


Mereka pun berangkat lagi, dan Ryan memberikan rumah yang dia buat sebagai kost-kostan pada tiga orangnya.


Ya kost-kostan itu baru tapi semua hampir terisi dan yang mengurus adakah Aiba sesuai permintaan ryan.


"kalian istirahat dulu, besok pagi baru aku ingin membagikan tugas kalian selama di sini,"


"baik bos," jawab ketiganya yang memilih istirahat.


Sedang Ryan bergegas menuju ke bengkel las milik keluarga Aina, dan sepeda ontel itu masih di teras rumah.

__ADS_1


Ryan turun dan langsung lari ke dalam ruang tamu, Aina yang melihat orang bertudung Hoodie hitam, dan mengenakan masker kaget.


"ada apa ini, siapa kamu," kata Aina mengancam dengan alat setrum.


mendengar suara teriakan Aina, semua pegawai masuk untuk menolong wanita itu dari pria aneh lagi.


"ayolah, kalian ingin mengeroyok diriku?" kata Ryan yang membuka jaket dan maskernya.


"mas Ryan," kata Aina yang langsung lari dan memeluk pria itu.


"aku merindukan mu," bisik Ryan.


Aina yang sadar pun buru-buru mundur, "ah maaf, seharusnya aku tak memeluk mu,"


"tak masdlah, bagaimana kabar semuanya?" tanya Ryan yang langsung menyapa para pekerja.


terlihat Semuanya baik dan terlihat santai, ternyata setelah Ryan membaca semua laporan itu.


usaha sudah semakin berkembang dan tak ada masalah lagi yang terjadi, dan kini Aina juga sudah bisa mengelola bisnis dengan baik.


"ayo pulang, sepertinya ayah dan mama sudah pulang,"


"iya mas," jawab Aina yang mengandeng tangan Ryan.


pria yang di tunggu akhirnya datang padanya, sedang Ryan tak menyangka jika Aina semakin tumbuh menjadi gadis yang cantik dan anggun seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2