Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
boleh aku meminta itu?


__ADS_3

Aina merasa dneh karena Ryan menatapnya hingga tak berkedip, "mas jangan membuat ku malu, apa aku aneh ya,"


"tidak kok dek, kamu tidak aneh, kamu itu sangat cantik aku tak mengira jika istriku akan secantik ini," kata Ryan yang membuat Aina malu.


"Hentikan Mengatakan gombalanmu Mas, sekarang lebih baik, habiskan makan siang kita, dan setelah itu mas bisa istirahat, dan aku akan memberitahu pak karno tentang hal itu ya,"


"Baiklah, terserah kamu Dek, tapi kamu juga harus ikut istirahat, karena aku tidak mau tidur siang sendirian."


Aina mengangguk, dan langsung membereskan semua piring dan gelas setelah selesai makan. Dia pun menaruhnya di tempat cucian piring, dan tak lupa dia memberitahu pada semua pegawai yang ada di kantor dan juga di bagian bengkel las.


Tak lupa dia juga membawa air ke lantai atas, dan menaruhnya di kulkas kecil yang ada di sana, karena dia tahu jika suaminya itu sering meminum air dingin jika sedang kepanasan.


Terlihat Ryan masih belum bisa tidur, dan masih bermain ponsel, Aina pun akhirnya ikut merebahkan dirinya di samping pria itu.


"Kamu tahu Dek, Setelah sekian lama dan tak ada yang berani memintaku untuk tidur siang, tapi baru kali ini kamu menyuruhku untuk tidur siang, Aku tidak pernah bisa untuk tidur siang, asal kamu tahu hal itu."


"Benarkah? mas tidak bisa tidur siang? ya.... aku minta maaf, kalau begitu, Mas bisa pergi dan bekerja, Biarkan aku jadi tidur siang sendiri oke, nggak apa-apa kan, jika istrimu ini tidur siang, aku sangat mengantuk Mas."


"Tentu saja, tidak apa apa, tapi ya, sebaiknya tunggu satu jam lagi, karena kita baru saja makan,"


"tapi aku tak bisa menunggu, mataku sudah tidak bisa. Terjaga lagi rasanya Ingin menutup mata sebentar saja," mendengar perkataan itu.


Tiba-tiba tangan Rian menyentuh bagian yang cukup sens****.


mengetahui sentuhan itu membuat Aina cukup kaget, tapi tiba-tiba, dia yang ingin protes, terbungkam oleh ciuman bibir dari suaminya.


Sepertinya Rian sudah tidak bisa menahan keinginannya lagi, dia pun membisikkan sesuatu di telinga Aina dengan suara lirih namun berat.


"Sayang boleh kita melakukannya, aku sudah sangat tak bisa menahannya lagi, maaf jika kamu masih tidak bisa, aku jujur saja, sudah tidak bisa menahannya lagi, Terlebih setelah kamu membuka jilbabmu, itu membuatku semakin ingin melakukannya saat ini," bisik Ryan.


Mendengar ucapan suaminya itu, Aina pun tak bisa menjawab apapun, dia hanya memeluk leher Ryan dan mengangguk malu.


Mendapatkan persetujuan dari istrinya itu, Ryan langsung cium bibir istrinya dengan cukup dalam.


dan mereka pun melakukannya siang itu, di siang yang panas tapi Gelora mereka lebih panas lagi.


Bahkan AC yang ada di ruangan itu pun seperti tidak bisa meredakan Gelora panas itu.


Ryan yang sudah menahan beberapa waktu pun seperti bisa melepaskannya.


dia pun memperlakukan istrinya dengan sangat baik, bahkan Aina pun dibuat-sampai tidak bisa melakukan apapun.


dan hanya pasrah atas semua yang dilakukan oleh suaminya. Hingga dirinya pun kelelahan dan akhirnya tidur dengan keadaan hanya ditutupi selimut oleh Ryan.

__ADS_1


Siang itu Rian benar-benar mengabaikan segalanya, dia bahkan mematikan kedua ponsel milik mereka, dan tak ingin diganggu.


untungnya, dia sudah membuat ruangan di lantai dua itu kedap suara, jadi meskipun Aina berteriak, ataupun mereka melakukan hal yang sedikit gila, tak akan mengganggu orang yang ada di bawah.


Pukul setengah lima sore keduanya bangun dan langsung mandi bersama Ryan pun menjadi imam untuk istrinya.


Setelah itu Aina turun, dan mulai memasak, tapi dia ingat jika tadi dia memasak makanan yang diinginkan oleh suaminya, untungnya masakan itu sudah matang sempurna, dan dia hanya tinggal memasak nasi.


Sedang Ryan menemui pak karno untuk bertanya tentang pesanan beberapa perontok yang dipesan oleh orang Tuban.


Ternyata pesanan itu sudah selesai, dan tinggal menunggu diambil.


sedang di kantor, juga semua laporan sudah tertata rapi, Ryan benar-benar merasa sangat terbantu sekarang.


Dia seharusnya melakukan ini dari dulu, dan juga membantu juragan Baron dalam mengurus usahanya.


Karena ayahnya itu sering kewalahan jika laporan akhir tahun menumpuk bersama, ditambah lagi mama Wulan juga punya kesibukan sendiri.


Setelah melaporkan semuanya, para pegawai pun pamit pulang, dan Ryan memastikan kantor dan bengkel las sudah terkunci rapat.


setelah itu dia kembali ke rumah, dan memilih untuk melihat istrinya yang sedang berada di dapur.


Ternyata Aina sudah selesai memasak, jadi Dia memutuskan untuk kembali ke ruang tengah, dan menikmati menonton TV, sambil menunggu istrinya itu datang padanya.


Tiba-tiba ada sebuah panggilan telepon masuk ke ponselnya "Ya, halo, siapa? dan apa yang ingin kamu laporkan?" tanya Ryan untuk orang di seberang telepon.


"Ya biar saja, kalau begitu kembali ke tempatmu,"


"dimengerti Bos," jawab pria itu.


Prasta menyangka, jika bosnya akan menanggapinya begitu datar.


Sepertinya wanita itu memang memiliki masalah dengan Ryan, hingga pria itu benar-benar tak peduli.


Sebenarnya pras tadi juga kaget melihat bagaimana wanita itu mati, dengan sedikit konyol di matanya.


Bagaimana tidak, dia yang menyeberang jalan, dan tiba-tiba berhenti di tengah jalan, hanya demi membaca ajian yang telah diajarkan dukun sesat itu.


Otomatis saat di tengah jalan yang kondisinya ramai, tiba-tiba truk tronton melintas dengan cepat.


dan sepertinya supirnya tidak sempat mengerem, jadi tubuh wanita itu terlindas begitu saja.


bahkan kondisinya sangat mengenaskan, tubuhnya hancur dan juga berserakan di jalan.

__ADS_1


bahkan semua orang histeris saat menyaksikan hal itu.


Wanita itu sepertinya bukan memiliki ajian untuk pengasihan.


melainkan ingin menjadi seorang ahli debus, tapi Tuhan berkehendak lain dia harus mati dengan cara seperti itu.


pras sampai di rumah dan menceritakan hal itu pada Yuli, Sedangkan untuk yuli hanya bisa menghela nafas dalam dan panjang.


"kamu mah, enak, sudah bisa menyelesaikan tugasmu, sedang aku masih pusing mengikuti tingkah wanita itu,"


"Apa maksudnya? pusing? Bukan kah dia juga seorang guru?Sepertinya kamu begitu sengsara mengikutinya,"


"ketuk, guru, itu hanyalah kamuflase, kamu tidak tahu, apa yang ada di belakang wanita, itu, benar-benar mengejutkan. Ternyata dia juga seorang yang bergerak membantu sindikat, ya kamu tahu sindikat geng Kapak bukan, ya dia salah satu kaki tangannya ternyata," kata Yuli yang sedang bergantian dengan Loki sore itu.


"jika begitu berarti dia cukup membahayakan, Apa perlu kita menjelaskan semuanya pada bos, dia harus tahu, karena berarti, jika wanita itu adalah sindikat geng Kapak, berarti bu bos dalam bahaya besar." kata Pras yang tau Feng itu sangat bisa membunuh seseorang.


"Untuk saat ini tidak perlu, karena aku mungkin bisa mengatasinya," jawab Yuli yang mencoba melacak lokasi dari Loki


Ternyata titik pria itu ada di dekat mereka, dan benar saja, wanita itu melintas di area kos-kosan dengan mengunakan motor.


Loki pun memberikan kode jika ini berbahaya, ternyata wanita itu ingin menemui Ryan.


Dia sudah sampai di depan rumah kediaman pengantin baru itu, dia langsung memencet dan tak lama Aina keluar.


Tiba-tiba wanita itu melemparkan sesuatu ke arah Aina.


untungnya dengan cepat Aina menghindar dan tidak sampai terkena lemparan benda cair itu.


ternyata lemparan itu mengenai pintu, dan pintu langsung terbakar, ternyata itu adalah cairan air keras.


Aina tampak sok menyaksikan hal itu, Yuli mendekat dan langsung memencet bel agar Ryan keluar.


Ryan bergegas keluar saat mendengar suara boleh berbunyi cukup lama.


dan dia kaget melihat istrinya sudah ditutup, lemas, menyaksikan pintu rumah mereka yang terbakar karena air-air siraman dari orang yang tidak dikenal itu.


"Ada apa yuli Kenapa istriku bisa sok seperti ini?" tanya Ryan pada orang kepercayaannya itu.


"Wanita yang aku ikuti tadi melintas ke sini, dia yang bertamu tapi dengan tujuan buruk, dia ternyata hanya ingin melemparkan air keras ke arah wajah Bu bos, dan untungnya Bu Bos sempat menghindar hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"


"Kenapa kamu begitu ceroboh, dan membiarkan hal itu terjadi, jika saja istriku sampai terkena air keras, itu, aku akan membuatmu menyesal, Yuli." kata Ryan marah.


"itu kesalahanku Bos, Seharusnya aku lebih ketat mengawasi dan memperhatikan wanita itu, dan sejujurnya aku sedang berganti-shift dengan Loki, tapi sepertinya dia kurang paham dengan konsep yang aku suruh. untungnya, semua tidak sampai terjadi hal buruk, Maafkan aku bos, dan Bu Bos Maafkan Aku," kata Yuli yang merasa bersalah.

__ADS_1


Aina pun melihat orang kepercayaan suaminya itu sudah berlutut , "Tidak masalah aku juga baik-baik saja, karena semua itu di luar tanggung jawabmu, dan Mas, janganlah marah seperti itu, dia sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik."


"tapi, seharusnya memang Ini semua salahku, Seharusnya dari awal, aku harus menyingkirkan wanita itu. agar tak membahayakan dirimu," kata Ryan yang terlanjur marah.


__ADS_2