
Siang itu, seorang pria muda mengantikan seorang dosen yang sedang cuti melahirkan.
semua mahasiswa yang sedang fokus belajar, tiba-tiba saja sebuah pesawat mendarat di meja milik Aina.
gadis itu pun bingung, dia melihat ke sekeliling tapi semuanya tampak diam.
dia memutuskan untuk meremasnya dan membeli fokus belajar.
Dosen yang mengajar melihat hal itu, "tolong semuanya serius, jangan ada yang main-main di kelas saya," ketusnya.
Aina tak peduli, kelas berjalan kondusif, setelah kelas usai, mereka menunggu dosen yang lain.
Saat seorang pria menghampiri dirinya, "permisi apa boleh kita berkenalan, aku sudah lama memperhatikan dirimu," tanya pemuda itu yang duduk di depan Aina.
"maaf aku tak bisa, dan aku harus menjaga jarak dari pria yang bukan saudara ku," jawab Aina yang mengambil tas dan memilih untuk ganti tempat duduk di ikuti laila.
"kamu tak secantik itu hingga bisa sesombong itu," kata pria itu tak terima di tolak oleh Aina.
"kenapa tidak bisa, aku tak pernah mengundang ku, dan tolong jaga bicara mu saat lawan bicara mu itu wanita," kata Aina yang membuat pria kuda itu malu.
mendengar hinaan seperti itu, dia malu bukan main, padahal semua orang melihatnya begitu terpesona.
Tapi kenapa dia malah di tolak oleh seorang gadis baru yang begitu sombong.
__ADS_1
Benny masuk kedalam kelas yang akan di ikuti oleh Laila dan Aina.
"halo sahabat ku!!" teriak pria itu dengan hangat.
Laila kaget melihat sosok Benny, pria yang coba dia jauhi kenapa malah muncul di saat seperti ini.
"hai, duduklah dan jangan berisik karena aku dengar dosen kali ini sangat kejam," kata Aina yang membuat Benny tertawa.
benar saja, tak lama seorang pria yang sepertinya sudah cukup berumur masuk kedalam kelas.
"selamat siang semuanya," salam pria itu.
"siang prof," jawab semua mahasiswa.
Saat kelas selesai, Aina akan pergi bersama Laila dan Benny, segerombolan gadis menghentikan ketiganya.
"siapa yang bernama Aina," suara geng ratu kampus yang terkenal.
"iya kak, ada apa mencariku," tanya Aina yang sedikit kaget mendengar namanya di panggil.
tanpa bicara apa-apa gadis itu tiba-tiba menampar pipi Aina cukup keras, "ada apa ini kak!" teriak Laila tak terima
"eh minggir ya, kalian itu mahasiswa baru, bisa-bisanya kalian berani bertingkah, dan untuk mu yang mengenakan pakaian sok agamis begini, dan berani menolak pangeran kampus itu, sangat sok jual mahal sekali, jilbab mu itu tak bisa menutupi diri mu yang gatal itu," kata wanita itu yang begitu keras menghina Aina.
__ADS_1
"saya tidak pernah meminta dia mendekati saya, saya tidak pernah memintanya untuk suka dengan saya, saya menolaknya dengan baik-baik, jika kakak senior menyukainya kenapa tak mengikatnya, toh aku di sini untuk belajar bukan untuk mencari kekasih," jawab Aina yang tegas.
"wah ada apa ini, tangan ku begitu ringan sepertinya Lea," kata seorang pria tampan yang datang dan mengenakan jas almamater kampus.
"brengsek," marah gadis itu yang kemudian pergi karena dia tau tak bisa melawan sosok ketua BEM.
"terima kasih mas Iwan," kata Benny yang memang mengenal pria itu.
"terima kasih,dan saya permisi," kata Aina yang bergegas pergi, karena banyak pekerjaan yang harus dia urus.
Tapi saat di parkiran, dia kaget melihat beberapa mahasiswa sedang duduk santai di depan parkiran.
tanpa basa-basi, dia pun membuka kunci mobil dan bergegas masuk dan memilih pergi.
Sedang para pria yang ada di sekitar sana pun melongo, karena seorang gadis muda dan mungil, yang mendekati dan membuka mobil sport itu.
"kita ke restoran milik mas Ryan tuk,minta es batu, untuk mengompres pipi ku, nanti bisa bengkak dan kamu tak ingin suami mu itu sedih kan," kata Laila.
"bukankah lebih baik jika tau dan membuat pelajaran para wanita yang merasa berkuasa di kampus seperti tadi, bagaimana bisa mereka bersikap kejam begitu, padahal bukan aku yang memulai perselisihan," kesal Aina.
"ya bisa di bunuh mereka, jangan gila deh, susah kita ke restoran atau gak kita beli minuman di pinggir jalan yuk," kata Laila yang tak bisa di tolak Aina.
"baiklah," jawab gadis itu.
__ADS_1
Para pria itu yang sempat mendengar percakapan kedua gadis itu sedikit kaget, pasalnya dua gadis itu masih muda tapi membicarakan suami? Itu aneh menurut mereka.