
Saat semua masih di depan,Wulan memutuskan ke belakang untuk menata semua buah, dia juga memotong buah-buahan untuk putri-putri kecilnya.
Karena Ryan tak mau jika buahnya sudah di potong karena bocah itu lebih suka memotongnya sendiri.
"mas Ryan besok mau bekal apa, kan sekolahnya pulang siang le?" tanya Wulan yang selesai mengerjakan semua dan menatanya dengan rapi.
"aku mau ikan balado ma, tapi jangan yang durinya banyak," jawab Ryan yang menuju dapur di ikuti juragan Baron.
"aku juga mau dong buat sarapan besok sayang,bukankah kamu punya ikan tenggiri di freezer belakang," kata pria itu
"ah iya mas, aku hampir lupa, sudah aku ambil dulu," kata Wulan yang langsung bergegas ke dapur belakang.
Tiba-tiba juragan Baron menghentikan istrinya itu, dan mencium pipi Wulan dengan gemas.
"sudah duduk di sini bersama putra mu,biar aku yang ambil ikannya,"
"baiklah mas," jawab Wulan yang mengambil semua bumbu dan meraciknya.
ternyata ikan yang di maksud sudah di potong rapi, dan langsung menaruhnya di kulkas agar besok bisa di masak.
"sayang tolong ajak putra mu itu tidur, jika tidak dia akan sulit bangun besok," kata Wulan pada suaminya itu.
"baik mama," jawab juragan Baron yang langsung mengangkat putranya yang sekarang tubuhnya sudah cukup besar dan berat.
"ya Tuhan, sepertinya ayah harus mulai mengajak mu untuk berlatih, setidaknya kamu akan tumbuh dengan baik,"kata juragan Baron yang mengajak putranya itu masuk kedalam kamar.
"ayah sih suruh aku makan banyak terus kan sekarang jadi mekar," jawab Ryan saat sampai di kamar.
"ya sudah, besok kita mulai joging setelah subuh agar kamu makin kuat dan sehat," jawab pria itu yang kini ikut tidur bersama putranya.
Ryan tak pernah malu, saat ayahnya itu memperlakukan dia seperti anak kecil.
Karena baginya, ini adalah hal yang begitu dia inginkan, di saat remaja seusianya malu dengan perlakuan seperti ini.
setelah memastikan putranya itu tidur, juragan Baron pun bangkit dan menuju kamar kedua putrinya yang juga sudah terlelap.
Baru kemudian dia ke kamar utama di rumah mewah yang menjadi saksi cintanya pada istri tersayang.
Di sisi lain, di rumah mas Andi dan Ajeng, keduanya tampak sedang saling diam.
__ADS_1
bahkan sudah tiga hari, "cukup aku tak tahan lagi, kenapa kamu bersikap seperti anak-anak begini Ajeng, jika memang. Kamu ada masalah cerita," kata mas Andi tak sanggup lagi berdiam diri.
"aku tak punya masalah, tapi mas itu yang sibuk dengan pekerjaan mu hingga melupakan diriku, apa mas lupa jika punya istri disini," ketus Ajeng.
"apa maksudnya Ajeng, aku bekerja untuk kita," kata mas Andi heran mendengar ucapan istrinya itu.
"mas bohong, kemarin saat aku ke kantor, aku melihat mas berciuman dengan seseorang, dan kalian tampak begitu mesra,"
"ya tuhan Ajeng, dia itu Soleh, jangan bilang kamu melihat kami di kantor saat itu,"
Dengan pelan Ajeng mengangguk membuat mas andi tertawa, "ya Tuhan, ternyata kamu salah sangka karena rambut pria itu, tenang Ajeng aku tak mungkin bisa menduakan istriku yang punya kemampuan seperti mu,"
mendengar itu Ajeng pun malu, dan saat gua di tunjukkan foto pun dia tak percaya jika apa yang dia lihat ternyata cuma kesalahpahaman semata.
"jadi maafkan aku sayang,"
"baiklah mas, aku maafkan," jawab Ajeng yang sudah menerima ciuman mesra dari suaminya itu.
Keduanya mulai bercumbu, dan menikmati malam panas yang begitu indah.
Ya meski mereka tinggal di rumah yang berdampingan dengan rumah keluarga Andi.
keesokan harinya,juragan Baron dan Ryan sedang joging pagi hari, bahkan juragan Baron melatih putranya itu untuk kuat push up.
"kalau di sekolah kamu seringnya membeli apa?" tanya juragan baron penasaran dengan apa yang di konsumsi oleh putranya itu.
"seperti renan yang lainnya, ada gorengan dan juga ciki, tapi kadang aku juga tak perlu ke kantin karena mama memberikan bekal yang cukup banyak," kata remaja itu.
"baiklah mulai sekarang mas Ryan di batasi untuk makan gorengan,dan harus mulai ikut ayah setiap pagi olahraga,"
"siap ayah," jawab Ryan.
Sedang di rumah, Wulan baru selesai memandikan kedua putrinya, dan sekarang langsung mendudukkan keduanya di depan tv.
Pak Dikin dan Bu pawoh baru keluar kamar dan melihat dua cucu cantiknya sedang menonton kartun.
"aduh sudah cantik dan wangi, jadi Mbah temenin ya," kata pak Dikin yang duduk bersama kedua cucunya.
tak lama Ryan dan juragan Baron datang dengan terengah-engah, dan langsung berganti baju karena sudah jam enam.
__ADS_1
setelah itu mereka pun sarapan bersama, Wulan memberikan uang saku pada putranya itu sepuluh ribu,karena sekolah cukup jauh.
tapi Ryan sendiri punya jatah uang saku mingguan dari sang ayah, sekitar lima ratus ribu.
dan pagi itu dia dapat uang saku tambahan dari Bu pawoh seratus ribu.
"terima kasih uti," kata Ryan semangat saat menerimanya.
"wah berarti besok mama tak usah memberikan uang saku nih," kata Wulan menggoda putranya itu.
"ya gak gitu ma, uang dari uti aku tabung bareng uang dari mama, dan untuk uang saku ya tetap dong,"
"kamu ini perhitungannya mantap ya, padahal sudah membawa bekal tapi tetap minta uang saku," kata juragan Baron yang tak ingin Putranya itu terlena.
"tenang saja ayah, ini semua tidak mungkin aku habiskan begitu saja," kata Ryan.
Akhirnya setelah sarapan,dia pun bersiap pergi ke sekolah yang membutuhkan waktu lima belas menit menaiki sepeda
Di perjalanan pun nantinya dia bertemu dengan rombongan teman-temannya termasuk Ivan dan Tyo.
Ya mereka menjadi teman satu geng lagi, dan sangat terkenal di sekolah karena otak encer yang di miliki
Untungnya saat sampai sekolah mereka bersepuluh tidak telat dan pas saat di parkiran bel masuk berbunyi.
Semuanya langsung lari ke kelas masing-masing, dan kini Ryan duduk di area paling pojok.
"ini jam pelajaran matematika bukan," tanya Tyo pada kedua temannya itu.
"memang kenapa?" tanya Ivan heran.
"ya... Padahal baru jam pertama sudah bertemu guru killer saja," kata Tyo yang merasa kesal.
"sudahlah setelah jam matematik kita ada jam olahraga, bukankah itu kesukaan mu," saut Ryan yang langsung di berikan acungan jempol oleh Tyo.
Tapi pagi itu terjadi hal mengejutkan karena satu kelas kaget sebab ulangan mendadak.
Untuk Ryan bukan masalah, tapi yang lain terus mengomel hingga di jam kedua
"ya Tuhan tuh guru gak ada baik-baiknya, bisa-bisanya ulangan mendadak,"
__ADS_1
"Tyo hentikan Omelan mu yang seperti gadis itu, bukankah kamu juga bisa mengerjakannya," kata Ryan kesal karena terus mendengar temannya itu mengomel.