
"jangan sedih le, sekarang kamu akan tinggal dengan kami," kata juragan baron.
"iya juragan,saya hanya sedih karena tak menyangka jika rumah nenek akan hilang dengan cara ini, sebenarnya saya juga tau jika nenek punya hutang, tapi hutang itu tak sebanyak itu hingga bisa mengambil rumah itu,"
"ya kamu tak tau ya, jika pak palil itu rentenir ya, jadi aku tak terkejut,dan satu perintah dari juragan Baron,sudah di pastikan akan membuat pria itu hancur, sudah lihat saja nanti," kata Rojak yang membuat Gofar bingung
Tapi ya, dia tak boleh meragukan hal itu,terlebih dia sudah melihat bagaimana pria yang menolong dirinya dengan mudahnya.
Mobil itu sampai di rumah,terlihat ada Ryan yang sedang bermain dengan dua adiknya.
"lihat siapa yang pulang," kata Ryan dengan semangat.
"ayah..."teriak ketiganya yang melihat juragan baron pulang.
Tentu saja mereka pun berebut untuk memeluk pria itu, Raisa yang tak bisa memeluk tubuh ayahnya itu.
tentu saja bocah itu menangis histeris, melihat hal itu membuat juragan Baron melepaskan Ryan dan Raina.
"aduh-aduh di cantik ayah kok nangis sih," kata juragan Baron yang mengendong kedua anaknya itu.
"aduh aku lagi yang kalah, ya sudah aku mau ke Mbah Kakung saja," kata Ryan yang memeluk pak Dikin.
tapi dia kaget saat melihat Gofar ikut dan rombongan itu, "loh Gofar ikut, ada apa ayah?" tanya Ryan heran.
"kita bicara di dalam ya le, dan Gofar ayo ikut masuk kedalam," ajak juragan Baron.
mereka semua masuk kedalam rumah, Rojak langsung ke dapur untuk menemui istrinya yang sedang bekerja di rumah itu.
"assalamualaikum mama ..."
"wa'alaikumussalam mas, ayo masuk semuanya," kata Wulan yang memang sudah dapat kabar dari suaminya itu tentang Gofar.
"Gofar sudah sarapan?" tanya Wulan dengan ramah.
"sudah Bu juragan," jawab pemuda itu
"jadi Ryan, sekarang Gofar akan tinggal di peternakan kita dan akan membantu di peternakan,"
"kenapa? apa ada masalah,karena yang aku tau terakhirnya kali dia tak mau ikut kita," tanya Ryan
"karena dia tak punya tempat tinggal lagi, dan Gofar akan menjadi orang kepercayaan mu nantinya,jadi kalian harus akrab ya,"
__ADS_1
"itu bisa di atur, asal dia tak membuat ku kesal nantinya,karena aku tak suka dengan orang yang tidak berguna," kata Ryan yang benar-benar tak jauh berbeda dengan ayahnya.
"aku mengerti," jawab Gofar.
Akhirnya Rojak mengajak remaja itu ke peternakan yang memang memiliki kamar di sana.
Ya untuk hal itu memang di peruntukkan untuk para pekerja yang bertugas malam.
Tapi tentu saja kamar itu layak karena di buat sangat bagus, dan juga ada dua kamar, jadi Gofar bos tidur di tempat itu dengan nyaman.
Pak bekan yang mendapatkan amanah untuk melatih Gofar pun setuju dan akan menjadikan remaja itu pegawai yang patuh.
setelah semuanya, juragan Baron mandi dan setelah itu melihat semua pembukuan karena sudah hampir akhir tahun.
dan dia harus membuat beberapa hal baru gat bisnisnya tetap berkembang baik dan berjalan lancar.
"istirahat mas, tolong jaga kesehatan mu, dan jangan selalu seperti ini," kata Wulan yang melihat suaminya itu.
"bukan begitu dek, aku hanya sedikit mengerjakan ini, dan aku dengar sekarang penjualan mu sangat meningkat pesat ya,"
"alhamdulilah mas, karena ini semua berkat Ryan juga," jawab Wulan tersenyum ramah.
"Ryan, apa maksudnya?"
"ya dia memang benar-benar putra mu dan juga jiwa bisnis ku menurun padanya," kata juragan Baron.
Wulan kaget mendengar itu, dan kesal sendiri mendengar ucapan suaminya itu.
Setelah menyelesaikan semuanya, juragan Baron tertidur di kamar karena tubuhnya terasa sangat lelah.
Sedang Ryan yang tengah pergi main ke tempat salah satu temannya yang pernah mondok bareng pun kaget.
"apa itu benar?" tanya Ryan heran.
"iya, masak orang tua mu tak tau, padahal aku dengar dulu ayah mu itu masih saudara dari Bu Nyai,"
"sepertinya ayah tak bicara, karena setahuku hubungan mereka memburuk setelah kejadian terakhir kali," kata Ryan heran.
"iya juga, siapa orang tua yang tak akan sedih akan hal buruk itu jika menimpa putra mereka,"
"ya kamu benar, tapi aku juga tak bisa mengatakan apapun," kata Ryan.
__ADS_1
pukul empat sore, remaja itu pulang ke rumah dan langsung mencari ayahnya.
ternyata juragan Baron sedang duduk santai di halaman belakang rumah, "ayah apa tau jika Mbah Kiai sudah meninggal dunia," suara Ryan dengan keras
"ayah tau,dan kamu kenapa panik begitu, kita tak ada hubungan lagi dengan mereka," jawab juragan Baron santai.
pyar....
nampan yang di bawa oleh Wulan jatuh karena kaget mendengar berita itu,karena dia tak tau kabar sedih itu.
"apa mas, tapi kenapa?" tanya Wulan yang terkejut.
"karena yang mencoba untuk meneror keluarga kita, dan mencoba membunuh tiga anak ku dan calon anak ku adalah perbuatan Annisa dengan mengunakan tangan Yusuf, jadi tak pantas keluarga men-ji-jik-kan itu di pedulikan," kata juragan Baron yang bangkit dari duduknya dan mengusap kepala putranya itu.
"tapi ayah..."
"tidak ada tapi le, sekali mereka mengusik keluarga ku, aku tak akan memaafkan mereka, dan aku sudah tak di akui lebih dari hidup ku selama ini, kenapa kita harus peduli juga, jadi mulai sekarang aku tak mau siapapun menyebut nama keluarga itu di depan ku," kata juragan Baron yang meninggalkan Ryan dan Wulan begitu saja
tiba-tiba Wulan jatuh berlutut sambil memegangi perutnya, "mama!!" teriak Ryan yang membuat juragan Baron berbalik.
"sayang!!" kagetnya melihat istrinya itu sudah berlutut.
"sepertinya aku akan melahirkan mas," kata Wulan mencoba tersenyum.
Juragan Baron langsung mengendong istrinya itu, "Ryan minta Mbah menyiapkan mobil, karena mama harus ke rumah sakit,"
"baik ayah," jawab remaja itu.
Bu pawoh tinggal di rumah bersama Mak Yem, dan selama perjalanan menuju rumah sakit, Wulan terus merasakan sakit yang lebih parah.
Ya dia tak menyangka akan merasakan hal itu, sesampainya di rumah sakit, Wulan langsung di bawa ke ruang operasi karena ternyata wanita itu mengalami pendarahan.
Juragan Baron, Ryan dan pak Dikin berdoa bersama semoga Wulan dan calon anggota keluarga mereka itu baik-baik saja tanpa ada hal buruk yang terjadi.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
halo semuanya, mungkin nanti kalian akan merasa jika episode ini loncat, itu sengaja karena cerita akan mulai berfokus pada anak dari juragan Baron dan Wulan.
terutama Ryan dan juga para wanita di sekelilingnya, apa dia akan memilih gadis yang sudah menyukainya dari kecil, atau malah memilih seorang wanita yang pernah gagal dalam rumah tangga?
Ikuti terus ya, dan dukung terus ceritanya 👍👍👍👍👍👍
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀