
"jadi kapan kita kerja sama," tanya pria itu.
"maksudnya bagaimana, tentu saja secepatnya tapi kamu harus pulang dulu karena saya harus membicarakan semuanya dengan istri dulu," kata Ryan.
Pria itu tampak kaget mendengar jawaban dari ruan, bagaimana pria itu tampak tenang dan sadar.
Padahal air yang di minum sampai habis itu sudah di doakan.
sedang kedua anak buahnya susah seperti orang lain hanya diam saja, "ya sudah mas Ryan, saya tunggu kabar baiknya,"
"baik pak, dan terima kasih atas kesempatannya," kata Ryan yang berjabat tangan dan bergegas pergi.
Dia menarik dua anak buahnya ke arah mobil dan saat sampai di mobil Ryan melempar tebu hitam dan memercikkan air garam.
setelah itu dia meninggalkan rumah itu dan pergi, dan perlahan kedua orang itu sadar.
"minum," kata Ryan memberikan botol air mineral pada keduanya.
Jul dan Seno, kaget saat minum air di botol yang tinggal setengah itu.
"buset bos, air apa ini?" kagetnya.
"air garam kasar, kalian sudah di wanti-wanti tadi, jangan asal minum, eh tambah kena duluan," kesal Ryan yang mengendarai mobil itu menuju ke arah kota kelahirannya.
"ya kami kira ya gak ada begituan bos, orang bapaknya tadi juga berpenampilan begitu islami,"
"itu hanya penampilan, hati orang gak ada yang tau," ketus Ryan.
saat sampai di salah satu jalanan di kota kelahirannya, karena hari mulai surup.
Ryan tak menghentikan mobilnya, dan terus melaju dengan kecepatan sedang.
hingga tiba-tiba ada rombongan burung yang entah datang dari mana, burung-burung itu terbang menghantam mobil milik Ryan.
Aina yang ada di rumah,dan sedang membiarkan kopi untuk ayah mertua, Gofar, dan kakeknya.
__ADS_1
Tiba-tiba gelas di depannya itu pecah dan hancur, padahal gelas itu terbuat dari keramik yang biasa di gunakan untuk kopi.
"astaghfirullah hal adzhim..." kata Aina terkejut melihat gelas itu.
"ada apa nduk," kata mama Wulan yang kedapur dan kaget melihat kopi dan pecahan gelas sudah berserakan.
"ya Allah, awas nduk... Kamu gak papa," kata mama Wulan panik melihat jubah Aina kotor karena kopi.
"tidak apa-apa ma, untung roknya saja yang kena air panas," jawab Aina yang menahan rok miliknya.
Juragan Baron kebelakang dan kaget melihat semua yang terjadi, dia pun segera mengambil pel dan Raina mengambil alat itu dari sang ayah dan mulai membereskannya.
Aina sudah mengganti bajunya, tapi perasaannya tiba-tiba tak enak setelah kejadian itu.
"ya Allah tolong lindungi suamiku," kata Aina yang melihat foto pernikahan yang ada di kamarnya.
Ryan pun tak bisa melihat jalanan, hingga mereka sedikit panik di dalam mobil.
Dan saat burung-burung itu hilang, Ryan kaget karena mobilnya sudah masuk ke jalur yang berlawanan.
mobil itu pun menabrak sebuah pohon jambu dan berhenti, dan untung juga jalanan di jalur itu sedang sepi.
Ryan merasa kepalanya sangat sakit karena terkena air bag yang keluar dengan keras karena benturan.
"kalian hak papa?" tanya Ryan pada dua anak buahnya.
"gak papa bos, tapi mobil hancur depannya," kata Jul yang memegangi kepalanya.
"mobil bisa di beli, yang penting kita selamat, kita keluar dulu," kata Ryan yang keluar dari mobil karena perasaannya tak enak.
Benar saja baru juga keluar, sebuah pohon besar di samping pohon jambu itu, tiba-tiba roboh menjatuhi mobil Ryan dengan keras hingga ringsek.
"Allahu Akbar!" kaget ketiganya.
para warga yang lewat pun langsung mendatangi ketiganya.
__ADS_1
"mas-mas nya gak papa, Monggo ke sana dulu, seperti kaget ya," kata beberapa orang yang menolong ketiganya.
Aina menerima telpon, dan dia langsung lari ke depan, "ada apa mbak,kamu sedang hamil!!" teriak Raina dan Raisa yang melihat Aina lari dengan cepat.
mendengar itu juragan Baron bangkit dan menghentikan menantunya itu, "ada apa nduk!" tanyanya sedikit keras.
"mas Ryan kecelakaan di daerah tuwangan sumber yah, aku harus kesana," panik Aina.
"apa? Kita kesana kamu tunggu di rumah, kamu sedang Amil tak baik jika kamu ikut kesana, terlebih ini surup juga,"
"tidak mau, aku mau ikut untuk melihatnya!" bantah Aina pada ucapan pak Dikin.
Ya dia panik dan kalut menerima telpon dari suaminya itu.
"gak papa ikut nduk," kata Bu pawoh yang mengenakan tasbih dari kayu stigi pada Aina.
Mereka pun berangkat dengan membawa dua mobil,karena juragan Baron ingat jika putranya itu pergi dengan dua orang kepercayaannya.
Dan sesampainya di tempat kejadian, ternyata sudah banyak polisi dan juga ada ambulance.
Dan yang mengejutkan adalah kondisi mobil itu ringsek parah, dan Aina sudah berpikiran yang tidak-tidak.
Tapi untungnya, saat dia ikut ayah mertuanya, ternyata tak ada korban jiwa
"mas Ryan," panggil Aina yang ingin memeluk suaminya yang sedang di tanyai oleh polisi.
Dia di tahan oleh Gofar, "tunggu dulu Aina, jangan mendekati Ryan,karena dia terluka, kita pulang dulu, ayah tolong bawa Aina pergi bersama Mbah, biar aku yang bawa mereka bertiga,"
"iya le,"
"tapi mas Ryan,"
"tolong menurutlah!!" bentak Gofar yang membuat Aina mundur dan semua orang kaget mendengar suara keras itu.
"sudah Aina, jika Gofar sudah marah, itu berarti kamu harus menurut," kata juragan Baron.
__ADS_1
Sedang Ryan tampak biasa saja, dan pria itu malah membuat Gofar kesal.