Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
liburan


__ADS_3

Wulan dan putranya sudah menikmati beberapa wahana yang ada di taman bermain itu, bahkan tampak dari tadi jika Ryan juga sangat senang bisa berkeliling.


"sudah biar ibu saja yang menjaganya saat berenang dan kamu lebih baik tunggu di tempat yang di sediakan ya," kata Bu pawoh.


"iya Bu, terima kasih," kata Wulan dengan senang hati.


karena dia sedikit malas jika harus bermain air, di tambah kolam renang itu hanya untuk anak-anak.


untunglah ibunya itu mau menjaga putranya, pak Firman yang melihat sosok Wulan yang sendirian, akhirnya memutuskan untuk menghampirinya.


"boleh aku duduk di sini?"


"silahkan pak Firman," jawab Wulan yang memang tak keberatan.


karena itu tempat umum, dan di tambah tak mungkin dia mengusir pria yang mengenalnya.


"sekarang ibu tak ingin mencari pasangan untuk menjadi teman hidup?" tanya pak Firman.

__ADS_1


"untuk saat ini sepertinya belum dulu, karena saya ingin fokus menata hidup bersama Ryan, ddn lagi tak mungkin akan ada sosok pria yang mau menikah dan memiliki istri dan anak," jawab Wulan yang sadar diri.


bagaimana pun dia tak mau muluk-muluk,karena pernikahan lain takutnya tak akan membawa kebahagiaan.


terlebih dia dan Ryan baru saja mengalami kebebasan untuk hidup setelah selama ini terkekang dengan kehidupan yang berat.


Firman tak bisa mengatakan apapun karena sulit untuk menembus dinding yang di buat oleh Wulan.


di desa Fathan sudah di jemput oleh keluarganya, orang tua dari pria itu tak menyangka jika putra mereka malah membuat malu seperti ini.


"ibu yakin banget begitu, padahal semua orang juga tau kalau dulu mbak Wulan mau menikah juga karena paksaan ibu dan ayah, bukankah anak mu yang tak berguna ini yang ingin menikahinya, yang menangis setiap.malsm hingga mogok makan hanya demi di turutin," kesal adik Farhan yang mendengar ibunya menjelek-jelekkan mantan kakak iparnya.


"kamu itu tau apa sih,sudah pergi dari sini, dan bawa tas mas mu itu,"perintah wanita itu.


di sisi lain, juragan Baron sedang di warung bersama anak buahnya, dan di warung itu jualan Kopi dan gorengan.


tapi hari ini dia melihat ada gorengan yang sedikit berbeda,"idih... tumben msk tun jualan sukun goreng, ada hujan badai apa ini?"

__ADS_1


"tidak kok juragan, itu cuma ada orang jualan kemarin, karena kasihan saya beli sukunnya, eh taunya enak tapi tumben banget nih j segini udah pada nongkrong, biasanya masih sibuk di sawah?" tanya pemilik warung sambil memberikan kopi pada lima pria itu.


"ini pak bos-nya lagi galau di tinggal liburan sama sayang, beh... galau terus," ledek Pardi


"aduh suapi sih ayang yang di maksud, aku penasaran bukankah selama ini juragan anti banget nih sama para wanita," tanya Mak tun


"itulah Bu janda baru, aduh bagaimana tidak terpesona dengan janda itu,orang udah cantik baik terus pintar cari uang yang terpenting, gede ngarep mburi," kata pak kamik yang langsung dapat lemparan roti dari juragan Baron.


"wah siapa sih, saya kan juga janda juragan,gede ngarep mburi, jangan-jangan saya lagi," goda Mak tun.


"hadeh... kalau Mak tun mau gak masuk, udah ompong tau, itu loh mbak Wulan..." kata Pardi yang langsung dapat cubitan maut dari wanita itu.


"huh dasar penghancur mimpi orang,memang salah saya mimpi mau jadi istri juragan Baron toh gak salah," kesal mak tun.


"gak salah sih Mak, cuma kasihan nanti juragan Baron jadinya, bukannya cocok dapat susunya malah bisa keracunan dan mati muda karena keracunan susu, kayak suamimu," goda kamik yang membuat mak tun kesal setengah mati.


"enak saja, dia aja yang gak tau enaknya susu ku," kesal Wanita itu yang kemudian pergi.

__ADS_1


__ADS_2