
Bu Pawoh hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari putrinya itu.
"masakan spesial dong nduk, kamu tak kemana-mana lagi kan, apa ada kegiatan lagi malam ini," tanya Bu pawoh.
"tidak ada Bu, memang kenapa?" tanya mama Wulan yang merasa heran
"karena masakan kali ini sangat pedas, jadi jika kamu ada acara lebih baik tak usah makan dari pada nanti sakit perut pas acara," kata Bu pawoh.
"tidak kok Bu," kata mama Wulan.
Aina sudah keluar dengan cantik dan wangi seperti biasa, "aduh pengantin baru, kok anteng sekali di dalam kamar, apa Ryan membuat mu sulit," kata Bu pawoh menggoda gadis itu
"ah Oma... tidak kok,mas Ryan tak melakukan apa-apa," kata Aina malu-malu.
"aku kan cuma ajak ajojing Oma di dalam, oh ya ada dua bus yang bisa tanggal satu bulan depan kosong, Oma bisa pakai dan tenang sewa gratis kali ini," kata Ryan yang mengambil air minum.
"nduk buatkan jus jeruk untuk semuanya ya,"
"inggeh Oma," jawab Aina yang langsung ke dapur.
"Oma sudah tak butuh, enak sekali tuh para emak-emak cari gratisan, jadi Oma mengurungkannya," kata Bu pawoh.
__ADS_1
"kalau begitu bagaimana kita rombongan saja dengan semua karyawan, aku akan bawa tiga bus lagi,mengingat semua keluarga karyawan cukup banyak," kata juragan Baron.
"boleh ayah,"
"tapi mau kemana?" tanya mama wulan yang tak tau mau kemana.
"dek kamu punya keinginan mau jalan-jalan ke mana gitu?" tanya Ryan penasaran.
"sepertinya kalau kita ke wali lima sekalian ke Madura, boleh gak sih?" tanya Aina yang memang belum pernah ke Madura untuk ziarah
"boleh deh, sekalian kita mampir ke rumah saudara bapak ya, jadi nanti kita naik kendaraan yang beda, jadi biar bisa mampir, bagaimana?" kata pak Dikin.
Aina membawa sembilan gelas besar dengan es batu sesuai suruhan Bu pawoh, semua orang sudah siap makan.
Mama Wulan sedang membantu mengambilkan nadi untuk semuanya.
sedang Aina membantu Bu pawoh untuk membawa makanan yang sudah di masak tadi.
mereka memang makan malam sedikit awal tapi itu tak masalah.
Mereka semua akhirnya duduk dan mulai makan, Bu pawoh menyisihkan satu mangkuk untuk bima dan yang lain tampak cukup menikmati makanan mereka.
__ADS_1
Tapi juragan Baron merasa tak asing dengan rasa ini, tiba-tiba dia kaget dan melihat ke arah pak Dikin.
"sudah le, nikmati saja ya," kata pria itu tersenyum
"iya pak, ini enak kok," jawab juragan Baron yang tak mau membuat tiga orang itu heboh.
ya karena sudah di pastikan bisa-bisa Aina dan mama Wulan akan muntah dan marah-marah
setelah selesai makan, mereka sedang santai di teras. masih jam tujuh malam dan kali ini Ryan tak jadi mengajak istrinya pulang karena rencana yang mereka buat.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengunakan mobil Hiace saat berkunjung nantinya.
Dan mereka akan menyewa supir dan satu orang untuk saling bergantian mengemudi.
tentu bawaan yang di bawa juga akan banyak, mulai dari sembako dan juga yang lainnnya
"oh ya bapak lupa,nanti kalau bisa kalian harus pakai emas ya, biar tak di lihat sebelah mata, tunjukkan jika kalian ini istri-istri dari pria sukses, nanti jangan mau kalah sama ibu mu,"
"tentu dong, ingat kalau bisa pakai gelang emasnya sampai setengah tangan ya, dan kalung yang besar ya,"
"malu Oma," kata Aina kaget.
__ADS_1