
Akhirnya perdebatan itu pun tidak ada ujungnya, akhirnya mereka pun memilih berpisah ke rumah masing-masing, karena sudah larut malam.
di sisi lain untuk pasangan suami istri yang baru menikah itu, juga hanya tidur bersama, tidak melakukan apapun yang seharusnya, karena Rian ingin menjaga istrinya terlebih dahulu.
Keesokan paginya, Ryan mengajak Aina untuk bersiap-siap pergi dari rumah keluarga Ryan, mereka harus mulai tinggal Mandiri.
di rumah milik Aina yang sudah direnovasi total oleh Rian, dan agar juga untuk bisa mengawasi bengkel las di sebelah rumah itu.
Karena Rian sudah menyiapkan segalanya di sana, bahkan Aina yang masih belum tau bentuk rumah itu pun penasaran.
Akhirnya mereka pun pergi dengan menggunakan mobil yang sudah dimiliki Rian yaitu sebuah Mercedes Benz e-class yang sudah modifikasi juga.
Aina bahkan tak menyangka, mobil sedan itu sudah berubah menjadi semakin mewah.
Selama perjalanan menuju ke rumah miliknya, Aina memilih beberapa lagu yang ada pemutar musik yang ada di mobil.
dia memilih lagu Ikan di dalam kolam. dan Selama perjalanan itu, dia mendengar lagu itu sambil ikut bernyanyi.
"Bila ingin melihat ikan di dalam kolam
Tenangkan dulu airnya sebening kaca
Bila mata tertuju pada gadis pendiam
Caranya tak sama menggoda dara lincah
Hei
Sek
Jangan, jangan dulu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
Senyum, senyum dulu
Senyum dari jauh
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Hei
Bila ingin melihat ikan di dalam kolam
Tenangkan dulu airnya sebening kaca
Bila mata tertuju pada gadis pendiam
Caranya tak sama menggoda dara lincah
Jangan, jangan dulu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
Senyum, senyum dulu
Senyum dari jauh
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Hei
Sek
__ADS_1
Bila ingin melihat ikan di dalam kolam
Tenangkan dulu airnya sebening kaca
Bila mata tertuju pada gadis pendiam
Caranya tak sama menggoda dara lincah
Jangan, jangan dulu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
Senyum, senyum dulu
Senyum dari jauh
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Yeay
Heh
Asek
Bila ingin melihat ikan di dalam kolam
Tenangkan dulu airnya sebening kaca
Bila mata tertuju pada gadis pendiam
Caranya tak sama menggoda dara lincah
Jangan, jangan dulu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
Senyum, senyum dulu
Senyum dari jauh
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau
Yeay.."
Ryan hanya tersenyum saja mendengarkan suara istrinya yang sedang karaoke di dalam mobil.
"Untungnya di rumah baru kita ada ruangan khusus, Kamu bisa nyanyi atau melakukan apapun kesukaanmu di sana, Jadi kamu bebas melakukannya, kamu bisa senam aerobik bisa Zumba juga, Ataupun mungkin mau mengaji juga bisa, Mau karaoke pun juga bisa, semuanya bebas untukmu Sayang," kata Ryan yang membuat Aina malu.
"Bukan seperti itu mas Aku hanya menyukai lagunya saja, itu saja cukup karena lagunya bukan aku suka berkaraoke," panik Aina.
"tidak masalah sayang, Mungkin sekarang kamu tidak suka, nanti, pasti aku akan memastikan Jika kamu akan menyukainya, meskipun karaoke dalam artian berbeda, ya."
"Memang ada karaoke dalam artian berbeda, kamu bisa saja Mas, jangan membuatku semakin bingung..."kata Aina yang memang tak mengerti.
"Sudah nantikan saja, pasti kamu juga akan mengerti, "dan kita sampai di rumah baru milikmu, Yang sudah aku renovasi, maaf jika tidak sesuai ekspektasi mu, ya sayang." kata Ryan yang membuat Aina kaget.
Aina dibuat takjub, hanya dalam satu bulan, rumah itu sudah berubah total.
bahkan di bangunan di sebelah rumah juga dibangun dengan megah dan besar.
__ADS_1
dan ternyata itu adalah kantor yang akan digunakan olehnya dan Rian untuk mengawasi Semua usaha milik mereka.
dan rumah utama milik keluarganya dulu, yang dulu dibangun oleh ayahnya dengan perlahan-lahan, kini sudah berubah total.
itu semakin terlihat mewah dan juga sangat-sangat bagus baginya.
bahkan dia hanya bisa melihat sekeliling saat keluar dari mobil.
"kamu menghabiskan Berapa banyak uang mas untuk merenovasi rumah ini, bahkan Ayah dulu saja membangunnya dengan perlahan-lahan, karena harus membagi uangnya, tapi kamu menghabiskan uang mu demi merenovasi rumah ini," kaget Aina yang melihat rumah tingkat dua, dan bangunan di samping kirinya bangunan tingkat dua juga.
"tidak banyak sayang, sudahlah, itu tidak akan membuatku miskin untuk saat ini, karena rumah impianmu adalah impianku juga, jadi jangan pernah mengatakan hal itu, karena sekarang Uangku juga adalah milikmu, Jadi sekarang kita tinggal menikmati hidup ini, dan juga, Jadilah istri yang baik untukku, dan calon anak kita nanti ya."
"Aku bahkan rela memberikan hidupmu padamu mas, Jika kamu memintanya, aku pasti akan memberikannya dengan suka rela, tanpa meminta syarat apapun. Karena disaat aku tidak memiliki sandaran lagi, kamu datang sebagai penolongku, bahkan Ayah lebih memilih menyerahkan tanggung jawab menjaga ku pada dirimu dan keluargamu, dibandingkan pada saudara-saudaranya yang tidak mau melihatku sedikitpun Saat Ayah Tiada saat itu," kata Aina.
"Cukup Dek, Aku melakukan ini karena aku mencintaimu, dan untuk amanat yang diberikan oleh ayah mertua, aku akan menjaganya seumur hidupku, bahkan sampai nafasku tidak lagi di dalam ragaku, ingat Bagiku hanya kamu yang aku cintai tidak ada yang lain selama ini dan untuk selamanya juga,"
"Terima kasih Mas..."kata Aina yang memeluk suaminya itu.
Keduanya pun masuk ke dalam rumah, dan ternyata di dalam rumah sudah ada pak Karno dan semua para pegawai di bengkel las milik Andika.
terlihat semuanya menyambut kedatangan kedua pengantin itu dengan sukacita.
Aina kembali mendapatkan Ucapan selamat atas pernikahan mereka.
dan setelah itu, Ryan mengajaknya naik ke atas untuk melihat kamar yang akan mereka gunakan.
saat menaiki tangga, Aina bahkan sudah bisa merasakan desain yang ada di atas.
karena di gambar desain rumah pernah dia tunjukkan, bahkan tangga itu di buat persis seperti di gambar.
benar saja saat membuka pintu di lantai dua, telihat ruangan luas yang memiliki kamar tidur, ruang santai, home teather, dan juga sebuah mushola juga, dan yang sendkin membuat Aina tak menyangka adalah ranjang king size dengan ukiran dengan inisial nama mereka.
"Mas, Apa ini..."
"ini adalah impianmu, jadi aku berusaha mewujudkannya, dan maaf jika tidak terlalu sempurna, karena aku sudah melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya,"
"Ini sangat bagus dan terima kasih atas segalanya, aku tidak bisa berpikir apapun lagi, seandainya jika bukan kamu, maka mungkin aku tidak akan pernah bisa melihat ini semua, dan mungkin aku akan jadi gadis nakal yang kehilangan hidupnya, tapi Allah sangat baik dengan memberikan dirimu yang datang saat aku sangat membutuhkan seseorang yang bisa menjaga dan membimbing ku,"
"Aku mencintaimu itu saja sudah cukup," kata Ryan menghentikan ucapan Aina.
"Aku sangat mencintaimu...." kata Aina yang tak bisa menahan air matanya.
Setelah selesai menata barangnya, mereka berdua kembali turun,dan melihat para pegawai masih di sana.
ternyata mereka ingin merayakan tasyakuran dengan cara sederhana.
Aina pun berterima kasih pada pak Karno, karena pria itu sudah menjadi orang kepercayaan ayahnya dan sekarang juga sangat membantunya.
Aina bahkan menganggapnya seperti pamannya sendiri, Ryan pun merasa senang melihat tawa Aina kembali.
"aku tak akan membiarkan kamu menangis lagi ya dek, karena sekarang tugas ku adalah membahagiakan mu," batin Ryan.
Setelah semua orang pamit,Ryan dan Aina pun mulai membuka kado dari teman-teman dan juga rekan bisnis.
Saat membuka kado dari Tyo dan Luna, Ryan di buat syok karena melihat isi kado itu.
Bagaimana tidak syok, dua kotak pengaman berukuran besar, sedangkan Aina mendapatkan gaun tidur dengan model bikini dan sangat tipis seperti saringan tahu, itu pun tidak hanya satu tapi ada lima baju.
"mas ini apa?"
"ini namanya lingerie dek,dan sialan pria ini, kenapa mengirimkan kado beginian,"kesal Ryan.
Akhirnya mereka berdua pun melanjutkan membuka kado yang lain dan untungnya semua kado masih normal.
__ADS_1