
setelah pulang ke rumah, juragan Baron baru turun dari mobil tiba-tiba sebuah kotak datang dan di terima oleh pak Toni.
Ya pria itu baru saja pulang dari mengantarkan barang pada beberapa orang kepercayaannya, untuk di bagikan besok untuk para pekerja.
"ada apa pak?" tanya juragan Baron melihat penjaga rumahnya membawa kotak berukuran besar.
"itu juragan ada yang mengantarkan paket, tapi saya tidak tau dari siapa pengirimnya, dan tadi orang kurirnya juga bilang pokoknya untuk di rumah ini," kata pak Toni.
Tentu saja juragan Baron menerimanya, dan karena penasaran, dia membukanya di luar rumah.
Ryan yang turun dari mobil ikut melihat dan keduanya kaget saat membuka isi kotak itu.
Pasalnya kotak itu berisi tiga boneka dengan darah dan anggota tubuh terpisah.
Dan dua boneka wanita bahkan bentuknya paling miris karena punya banyak luka di wajahnya dengan rambut hitam di petal.
__ADS_1
"ayah... kenapa ini sepertinya melambangkan kami bertiga?" tanya Ryan yang melihat boneka penuh darah itu.
Pasalnya boneka laki-laki berukuran seperti boneka dewasa dengan seragam SMP yang menjadi tempat Ryan menimba ilmu.
"bajingan mana yang membuat lelucon men-ji-jik-kan seperti ini, pak Toni telpon Wawan dan pak Sardi, dan juga bekan, minta semuanya datang sekarang," perintah juragan Baron.
"baik juragan."
Ryan tak menyangka ada yang melakukan hal seperti ini, pasalnya orang itu sepertinya memiliki rencana untuk mencelakai dirinya dan dua adiknya.
Tapi kenapa, padahal keluarganya tak pernah melakukan hal yang salah, tapi kenapa masih ada saja orang jahat yang ingin melukai mereka.
"apa aku boleh membunuhnya ayah, aku tak mau seseorang melukai Raina dan Raisa ku," kata Ryan dengan suara berat karena marah
bahkan dia meremas tubuh boneka miliknya dengan sangat erat, "kamu tidak boleh melakukannya di depan mama mu, atau ayah yang akan dapat masalah," kata juragan Baron yang tak mau menjadikan putranya itu lemah.
__ADS_1
"tentu saja aku mengerti itu ayah," jawab Ryan yang tak sengaja melihat sebuah pisau yang tertinggal di kardus saat dia ingin melemparkan boneka yang di pegangnya itu.
"ayah ini apa,aku melihat pisau dengan ukiran yang aneh," kata Ryan menunjuk pisau kecil itu.
Juragan Baron mengambilnya dan dia mengenali bentuk ukuran itu karena itu sangat khas.
Bagaimana tidak, itu terbuat dari emas dan hanya orang-orang tertentu yang memilikinya, dan satu-satunya cara mengetahui siapa pemiliknya adalah dari menerjemahkan tulisan dalam ukuran itu.
Ya tulisan itu mengunakan bahasa aksara Jawa kuno, tapi juragan Baron bisa membacanya dan dia sangat marah besar.
"sekarang kita masuk dulu, dan untuk mu pak Toni, tolong buang dan bakar semuanya," perintah juragan Baron.
"baik juragan," jawab pria itu yang langsung membakar kardus itu.
Untungnya saat api menyala, pak Toni mundur cukup jauh untuk berjaga-jaga, karena tak lama setelah tiga boneka itu terbakar.
__ADS_1
Sebuah ledakan cukup keras terdengar hingga mengejutkan semua orang.
Bahkan mereka semua yang ada di rumah keluar dari dalam rumah, dan ledakan itu mengejutkan Raina dan Raisa hingga keduanya menangis cukup kencang.