Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
hanya membantu


__ADS_3

Ajeng sekarang ini sangat cantik, bahkan tubuh Wanita itu tak kalah dengan sepupunya Wulan


setelah dari pasar,Wulan mampir untuk membeli sukun karena di warung buleknya itu selalu ada gorengan sukun.


baru juga memarkirkan mobilnya,telpon dari juragan Baron langsung masuk.


Wulan pun turun sambil menjawab telpon itu, "iya mas, ada apa?"


"kamu kemana, aku kesepian di rumah kenapa tidak segera pulang," suara pria itu.


"aku sedang di warung bukek tun, mau beli sukun goreng, mas mau titip sesuatu," tawar Wulan yang berjalan ke arah warung


"aku titip pisang coklat saja, setelah itu segera pulang dan ikut aku ke gudang ya,"


"iya mas iya ..."


Dia segera pamit berjalan ke arah pintu masuk warung,"permisi mau beli gorengan," kata Wulan yang melihat Ajeng sedang menggoreng sukun.


"wah ibu juragan datang, tumben sekali," kata Ajeng ramah.

__ADS_1


"iya nih lagi mau beli gorengan yang batu matang, tapi aku minta pisang coklat dan sukun di pisah ya," kata Wulan.


"wah sekarang mbak Ajeng ini tak kalah bagusnya dengan ibu juragan, bodynya sudah gemes tur enak di peluk," kata salah seorang pria di warung itu.


"terima kasih atas pujiannya, tapi kalian tak takut bicara begitu padahal sudah tau siapa suaminya," kata Ajeng.


"ha-ha-ha aku hanya bercanda, tak usah seperti itu, santai saja," kata pria itu yang tau benar siapa sosok juragan Baron ini.


Setelah membawa gorengan itu, dia segera pulang karena suaminya sudah mengomel sendiri


Sesampainya di rumah, Wulan langsung di sambut dengan pemandangan yang cukup nyeleneh.


"aku sedang tak minat untuk melalui apapun, jadi aku meminta anak buah ku yang jalan, sudah ayo masuk," kata juragan Baron yang mengambil belanjaannya.


dan setelah itu membantu menata di kulkas, sedang Mak Yem sudah selesai membersihkan rumah dan mencuci.


"Mak suka gorengan," tawar Wulan pada Wanita yang membantunya untuk membereskan semua pekerjaan rumah.


"tidak mbak, saya masih kenyang,"

__ADS_1


akhirnya siang hari, juragan Baron ini berganti baju karena harus bertemu berberapa orang di gudangnya.


Ya mau bagaimana pun dia tetap pemilik usaha jadi dia harus datang sendiri, sedang di toko Frozen food Milik Wulan juga kedatangan beberapa rombongan anak sekolah gati itu.


tapi beruntung semua anak buahnya sigap bisa menghendel semuanya, karena dia harus membantu suaminya.


sesampainya di gudang, terlihat sudah ada dua mobil mewah, yang ternyata rombongan itu yang ingin bertemu dengan juragan Baron.


Mereka langsung membicarakan pekerjaan, tapi Wulan merasa jika syarat dan perjanjian itu tidak cukup baik, karena ada beberapa poin yang bisa merugikan suaminya.


"bagaimana sayang, kita terima tawaran ini?" tanya juragan Baron yang ingin tau bagaimana pendapat istrinya.


"kalau menurutku aku tak bisa menerima perjanjian ini, ada beberapa pasal yang merugikan pihak kami sebagai penyedia bahan baku, dan lagi jika ada kerusakan barang kami juga yang harus mengganti seratus persen, omong kosong macam apa ini, jika barang rusak di tempat kalian kamu yang ganti pintar sekali kalau tak mau rugi," kata Wulan.


Juragan Baron tersenyum, dia tak menyangka jika akan mendengar ucapan seperti itu dari istrinya.


Sebenarnya dia sendiri juga sudah tau tentang apa yang terjadi, tapi dia tak enak untuk menolaknya, tapi melihat ketegasan dari istrinya.


Itu membuatnya yakin, jika dia memang tak usahlah melakukan perjanjian yang kemungkinan besar hanya akan merugikannya.

__ADS_1


__ADS_2