
Bu pawoh melihat sekeliling,dan ternyata sudah tak menemukan siapapun.
Tak butuh waktu lama,"ya kalian tega bener," kata Bu pawoh yang merasa tak di cintai lagi
Padahal maksud Ryan dan juragan Baron itu, agar Bu pawoh ini tak menjadi orang yang di manfaatkan.
Karena semenjak Bu pawoh ini ikut PKK, para ibu-ibu ini sering berlibur dengan meminta Bu pawoh untuk menyewakan bus, di tambah Ryan tak mungkin menolak keinginan neneknya itu.
Tapi tidak lagi, masak belum satu tahun sudah mau tiga kali, padahal bus yang di miliki oleh juragan Baron dan Ryan ini termasuk bus yang memiliki sewa mahal karena kondisi bus yang selalu bagus dan pelayanan nomor satu.
"sudahlah Bu,bilang saja yang lain busnya tidak ada, ibu itu tak kasihan dengan Ryan, itu usaha dia Bu, jangan terus menerus minta diskon," kata pak Dikin.
"ya deh, biar sekarang ketua PKK aja yang cari, kira-kira bisa gak," kata Bu pawoh
mendengar ucapan itu, pak Dikin geran, tadi terlihat marah sekarang seperti orang sadar juga.
Sebenarnya Bu pawoh cuma mengetes bagaimana menantu dan cucunya itu.
Dia tak menyangka hanya demi tak melukai dirinya, mereka berpura-pura tanpa bisa menolak.
__ADS_1
Ryan langsung lewat ke ruang tengah dan mencari istrinya yang masuk kedalam kamar miliknya
"ah sayang ayo pulang," ajak Ryan
"yah ... Aku udah janji sama mama mau buat daging suwir pedes mas," kata Aina yang menolak secara halus.
"ya... Padahal mas lagi kangen nih, tu si Otong udah mau masuk sarang aja," kata Ryan yang membuat Aina kaget..
"apa mas, kamu kok ya aneh sih, jangan macem-macem ini masih sore, itu pintu juga belum di kunci," kata Aina yang membuat Ryan semangat.
Ryan pun langsung menerkam istrinya ya mereka melakukan ya cukup lama.
"ini kenapa kita jadi jaga para bocah begini?" kesal Bu pawoh.
"ya biarkan saja, sekali-kali tidak apa-apa dong," kata pak Dikin yang sedang santai di belakang.
"loh... Kakek itu apa?" tanya Raina yang melihat hewan yang sedang merangkak di tanah.
"lah itu kan nyambek," kata pak Dikin yang mengambil golok yang kebetulan tadi di bawa karena baru pulang dari kebun.
__ADS_1
Dia pun melemparkannya hingga membunuh hewan itu, bahkan saking tajamnya golok itu, hewan itu bahkan langsung mati terpenggal jadi dua.
"wah....kata ketiga cucunya itu
"itu enak mas, tolong kuliti dan biar aku buatkan bumbu," kata Bu pawoh yang semangat.
Ya karena dia sudah lama tak makan hewan itu, jadi dia pun penasaran dengan rasanya.
pak Dikin terlihat begitu mudah mengikuti gean itu dan kemudian memotongnya kecil, bahkan yang tak terduga.
Setelah bersih dan di bawa masuk,Bu pawoh memasaknya sebagai rica-rica nyambek/biawak.
pukul lima sore, dua pasangan itu sudah keluar dengan rapi, begitupun Bu pawoh dan pak Dikin yang baru pulang membeli kerupuk untuk makan malam.
"Oma itu masakannya sudah matang," kata Raina
"gadis pintar, ya sudah ini bawa masuk,"
"loh ibu masak apa," tanya mana Wulan yang merasa heran karena tiba-tiba ibunya masak.
__ADS_1