Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
satu rumah


__ADS_3

Wulan dan Ryan akhirnya pindah rumah ke tempat juragan Baron, bahkan foto yang sebelumnya tak ada, sekarang terpajang di dinding rumah.


"mas ini bukankah foto kita saat main di kebun kelinci," tanya Wulan menunjuk foto itu.


"itu benar sayang, karena aku ingin membuat kenang-kenangan, jadi aku cetak besar agar semua orang tau bagaimana keluarga ku begitu bahagia,"


"ya aku sadar benar tentang itu," kata Wulan tersenyum.


"ayah mana kamar Ryan, katanya jika Ryan pulang kesini aku akan punya kamar sendiri," kata Ryan penuh harap.


"baiklah putra tampan ku, ayah akan tunjukkan kamar milik mu, lihatlah di sini," kata Ryan yang memang sudah menyiapkan semuanya.


Kamar itu sangat maskulin dengan semua mainan dan komputer yang ada di meja juga.


"wah... Ini kamar yang tuan impikan, terima kasih ayah!!" kata bocah itu dengan sangat senang


sedang Wulan memeluk pinggang suaminya itu dan tersenyum lembut, "terima kasih,"


Juragan Baron mengangguk dan mencium kening istrinya, "ya sudah aku akan membuat kue dulu, kan nanti malam semua akan datang kesini kan,"


"ah iya, dan sebentar lagi juga skan pasang panggung, lihat saja kalau tak percaya," kata juragan Baron.


Mendengar itu Wulan kaget dan bingung, tapi dia memutuskan untuk membuat kue saja.


Dan untuk masalah makan malam, juragan Baron sudah menggotong sebuah warung untuk menyediakan makanan.


Wulan terlihat cekatan membuat berbagai jenis kue, beruntung di rumah pria itu ada peralatan yang sangat banyak.


Dan setelah dua jam semuanya selesai, dan dia merasa lelah, saat melihat putranya.


bocah itu sudah tertidur di kamar barunya dengan sangat nyenyak, setelah memberikan ciuman pada Ryan.


ia memutuskan untuk ke kamar utama miliknya, dan terlihat suaminya sedang duduk di depan laptopnya


Tentu dia langsung memeluk tubuh suaminya itu dari belakang, "mas kamu sedang sangat serius ya, kenapa wajah mu seperti ini sih, lihatlah," kata Wulan tersenyum.


"wajah ku kenapa sayang," tanya juragan Baron menutup laptopnya.


"kenapa begitu tampan," jawab Wulan mengecup bibir suaminya itu sekilas.


mendapatkan serangan dadakan langsung membuat pria itu langsung semangat dan mengendong istrinya dan kemudian menjatuhkannya ke atas ranjang.


"ah hentikan mas, aku belum mandi, tubuh ku berkeringat karena baru selesai membuat kue,"


"tidak masalah, karena aku tetap suka aroma tubuh mu," bisik juragan Baron yang langsung membuat Arumi tak bisa bicara karena mulutnya tersumpal mulut suaminya.


Keduanya pun melakukan olahraga panas di sore hari, tentu juragan Baron tak menggubris semua anak buahnya yang menelponnya.


Sardi dan Wawan sudah sibuk membuat panggung untuk acara malam nanti sebuah orkes Melayu sudah akan menghibur semua orang dalam rangka pernikahan juragan Baron.

__ADS_1


pria itu keluar rumah setelah mandi, dan Wulan juga keluar setelah memandikan putranya itu.


"ayah ada apa kok ada panggung?" tanya Ryan yang duduk di sebelah juragan Baron.


"itu nak, ada orkes nanti malam, ya ulah para anak buah ayah, kamu mau lihat nanti malam,"


"tidak boleh besok dia harus sekolah mas, lagi pula rencananya mau berapa jam acaranya nanti malam,"


"kalau biasanya ya empat jam ma, tapi aku sudah memberikan mereka ultimatum untuk tidak mabuk, karena aku tak mau acara nanti malam akan ada adu jotos,"


"ya mas itu benar, dan semua stan yang di bangun dadakan itu?"


"ya anggap saja sedekah, jadi ada lima stand yang skan membagikan makanan gratis, mulai dari bakso, gorengan, pohong keju dan nasi pecel dan tak lupa ada es buah juga," kata juragan Baron


"apa mas,terus mas mengelontorkan berapa ratus juta untuk semua ini," tanya Wulan penasaran.


"tenang saja, semua ini tak berarti saat aku mendapatkan kamu dan Ryan," kata pria itu.


Terlihat para pedagang yang menempati stand mulai bersiap dan akan buka serempak nanti malam.


Sedang warung yang khusus untuk panitia juga sudah siap di garasi rumah juragan Baron.


Wulan pun mengeluarkan kue gulung buatannya, dan benar saja semua tampak senang mencicipi kue itu.


"aduh Bu juragan kuenya habis ya, padahal rasanya enak banget loh," kata Sardi.


Wulan hanya tersenyum, sebenarnya kuenya masih banyak di kulkas tapi untuk persiapan nanti malam agar tak membuat malu.


pukul tujuh malam, setelah sholat isya', mereka bertiga sudah berganti baju untuk menyambut beberapa tamu.


Ya mereka itu teman-teman dari paguyuban juragan se Jawa Timur yang sengaja datang bersamaan.


Terlihat semua tak menyangka pernikahan juragan Baron ini di pestakan seperti hajatan desa.


"lihat inilah namanya juragan sesungguhnya, pesta rakyat bahkan ada stand makanan gratis,"


"ya ini ide anak buah ku, tapi sekalian pengenalan juga lah, agar tak ada yang ingin merebut istriku yang cantik ini," kata juragan Baron.


"aduh yang punya istri cantik, kekep terus," kata juragan Sa'id.


Akhirnya pukul delapan malam acara pesta rakyat itu di buka, dengan juragan Baron dan Wulan baik ke atas panggung.


dan menyanyikan dua buah lagu yang membuat semua orang bertepuk tangan.


"baiklah, terima kasih atas sumbangan lagu dari kedua pengantin yang berbahagia, dan malam ini, salam acara pesta rakyat atas pernikahan juragan batin dan mbak Wulan, di sediakan stan makanan gratis untuk semua orang, dan saya doakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, dan di beri banyak anak, aamiin..."


acara pun berlanjut dengan meriah, semua juragan gudang uang itu satu persatu baik panggung dan memberikan saweran pada para penyanyi


Tak hanya para suami saja, para istri juga melakukannya, Wulan yang melihat kaget kenapa bisa seperti itu.

__ADS_1


Dia melihat suaminya melotot, dan langsung mencengkram erat kerah baju juragan Baron.


"tatapan mu mengatakan semuanya sayang," kata juragan Baron.


"menurut mu begitu mas, aku tak suka dengan aksi mereka semua," kata Wulan jujur.


"sudah itu kan mereka, bukan suamimu ini," kata juragan Baron.


Akhirnya pesta berlanjut,juragan Baron bahkan membiarkan semua warga menikmati makanan loss.


Karena nanti akan di total di belakang, dan tentunya itu sudah di atur oleh Wawan agar tak ada kecurangan.


Malam itu benar-benar kondusif tak ada yang tawuran, bahkan pesta itu kedatangan aparat desa dan juga polisi.


Tentu saja semua itu kenalan dari juragan Baron, dan tak perlu pusing saat membuat pesta seperti ini.


"selamat atas pernikahannya bos, ya Allah gak sangka akhirnya lepas masa duda juga,"


"terima kasih pak lurah, dan pak Syafi'i, bagaimana kapan menyusul, ayo makan dulu di dalam itu, tinggal pilih semuanya di sediakan," kata pria itu


"apa, kamu mengusung satu rumah makan Padang untuk pesta mu, memang juragan satu ini tak ada matinya,"


"tentu saja demi istriku apa sih yang gak," kata juragan Baron.


sedang Ryan sudah berkeliling melihat penjual lainnya di temani seorang wanita yang menjadi orang yang bekerja di rumah juragan batin untuk bersih-bersih.


"sudah jalan-jalannya?" tanya juragan Baron memangku putra sambungnya itu.


"sudah ayah, aku beli gantungan kunci ini dan juga tadi beli eskrim roti," kata Ryan dengan senang.


"ya kok mama gak di belikan sih kak,"


"ya mama gak minta," jawab Ryan kaget.


Ya panggilan untuk Wulan berubah karena permintaan dari juragan Baron yang ingin Ryan memanggil Wulan dengan sebutan mama.


"terus sekarang gimana dong, mama mau loh padahal,"


"Ryan belikan lagi ya, mau sama pentol bakar juga ma?"


"boleh deh, ini uangnya, Bu Inah maaf merepotkan ya,"


"tidak apa-apa Bu juragan, ini juga tugas saya kok," jawab wanita itu yang tak mengeluh meski harus mengikuti Ryan berkeliling.


Bocah itu membelikan es krim permintaan mamanya dan juga tadi sudah pesan pentol bakar cukup banyak.


Setelah kembali, juragan Baron ikut makan dan merasa jika camilan seperti itu enak juga.


Ya maklumlah dia tak pernah tau rasa begituan, terlebih setelah kematian mantan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2