
Malam ini, tiga anaknya sudah di hendel oleh pak Dikin dan Bu pawoh di rumah.
"jadi kita dapat nomor urut dua," tanya juragan Baron yang membawa nomor urut setelah menukarnya di meja resepsionis.
"iya mas, duduk di sini dulu," jawab wulan.
Ya tampaknya perut istrinya itu sudah tampak, tapi padahal baru sekitar dua bulan seharusnya.
Nomor urut pertama baru di panggil, setelah menunggu hampir sekitar sepuluh menit, akhirnya pasangan itu keluar dari ruangan.
Dan sekarang giliran juragan Baron dan juga Wulan yang masuk kedalam rumah sakit.
"Monggo ibu dan bapak," kata dokter yang memang sudah menjadi dokter langganan.
"jadi sekarang mau periksa kehamilan lagi,si kembar sudah berusia berapa tahun bu," tanya dokter dengan ramah.
"baru dua tahun dokter lebih dua bulan," jawab Wulan.
__ADS_1
"apa tak masalah dokter, karena istri saya kan melahirkan putra pertama dan anak kami yang kedua juga sesar, bukankah harusnya itu jadi masalah karena baru dua tahun," tanya juragan Baron yang membuat dokter tersenyum.
"akan masalah jika hamil belum satu tahun pak, tapi kita lihat dulu,semoga kandungan ibu tak mengalami kendala ya," kata dokter yang mempersilahkan Wulan untuk berbaring di ranjang untuk melakukan USG.
dokter pun tampak menandai dan menunjukkan sebuah bentuk seperti telur dan juga ada titik yang ternyata itu adalah janin yang berkembang secara baik.
"semuanya bagus, dari ukuran janin, sekarang sudah berjalan hampir sebelas Minggu, selamat,"kata dokter dengan bahagia.
"calon jagoan," kata juragan Baron dengan senang.
"memang kalau putri kenapa mas," tanya Wulan.
Setelah itu, mereka di berikan vitamin dan Wulan harus menjalankan beberapa tes laboratorium untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.
dan saat tes malam itu,dia cukup kesakitan di bandingkan dengan biasanya.
Asalnya suster kdli ini cukup kasar saat mengambil darahnya,dan juragan Baron kaget saat melihat raut kesakitan istrinya itu
__ADS_1
"apa anda tak bisa bertindak dengan ramah sedikit, kamu pikir kami tidak bayar dos, apa begini pelayanannya!" marah pria itu.
"tidak apa-apa mas, tenang lah," lirih Wulan yang sedang mencoba menenangkan suaminya.
"tidak dek,kita adalah pasien yang datang dengan membayar, kita bahkan tidak mengunakan jaminan kesehatan apa pun, kenapa perlakuan mereka sekasar ini, apa mereka tak sadar mereka itu seharusnya memperlakukan pasien dengan ramah," kata juragan Baron
Tiba-tiba dokter spesialis datang dan langsung membantu menenangkan juragan Baron.
bahkan perawat itu terkena tegur karena sikap sembrono yang dia lakukan.
Dia tak tau siapa pria yang marah itu, bahkan pria itu bukan orang sembarangan.
"maafkan keteledoran kami,dia perawat baru, dan kami akan memberikan surat teguran,"
"ayolah dokter, aku menjadi donatur di sini tidak untuk melihat pelayan macam binatang begini,jika bukan depan saat pemeriksaan istriku, aku masih melihat dia, maaf aku mundur jadi donatur," kata juragan Baron yang langsung memilih mengajak istrinya itu pergi
"sayang jangan begitu, kamu sudah marah terus menerus, ingat nanti kamu cepat tua,dan aku tak suka itu, mengerti," kata Wulan yang tak ingin punya suami tua.
__ADS_1
"iya istriku maaf ya..." kata juragan Baron yang langsung mengajak istrinya itu pulang dan nasib perawat itu sudah pasti di pecat.