
Aina sudah selesai mencuci piring dan membereskan dapur, mama Wulan tadi sedikit pusing jadi dia istirahat duluan.
ya karena cuaca akhir-akhir ini cukup membingungkan, kadang panas dan tiba-tiba hujan deras.
bahkan Bima juga sempat harus di larikan ke UGD karena panas yang mencapai empat puluh derajat.
Untungnya dokter tak meminta bima di rawat inap karena bima hanya kelelahan.
"dek tolong buatkan mas buatkan kopi ya, karena mas sedang mengerjakan sesuatu," kata Ryan yang mengambil buah di kulkas
"iya mas," jawab Aina yang langsung membuatkan pesanan suaminya itu.
setelah selesai, dia pun masuk dan menaruh kopi itu di meja, di samping laptop Ryan, terlihat pria itu masih sibuk di depan laptop miliknya.
"terima kasih ya dek, kamu bisa istirahat dulu,"
"terima kasih tapi aku belum ngantuk, karena aku tiba-tiba ingin makan mie jadi aku sedang membuatnya di dapur, mas lanjutkan bekerjanya," kata Aina yang menuju ke dapur lagi
sedang Ryan merasa aneh saat melihat kalender di meja yang dia gunakan, karena kalender itu kosong.
padahal Aina selalu melingkari kalender di kamar saat menstruasi, karena penasaran dia pun membalik kalender itu ke beberapa bulan sebelumnya.
ternyata benar Aina belum menstruasi lagi setelah menikah dengannya.
Ryan pun tersenyum, berarti istrinya itu sedang hamil, karena sudah telat dua Minggu dari perhitungannya.
"apa aku terlalu berharap, sudahlah besok biar aku belikan tes kehamilan saja, biar kami tau jika sudah ada isi apa belum," gumamnya.
Aina sedang menikmati ayam goreng tepung dan mie pedes, saat Raisa ke dapur untuk ambil minum
"mbak makan apa, sudah jam sebelas malam," tanya gadis itu penasaran karena mencium aromanya yang sangat enak.
"mie pedas dan ayam goreng," jawab Aina singkat.
"mau," jawab Raisa yang langsung duduk di samping Aina dan ikut makan semangkuk berdua.
Ternyata mie pedas itu sama dengan kesukaannya, dan ayam gorengnya juga sangat enak menurutnya.
"rasanya sempurna,"
"mbak sudah buat bumbunya banyak di kotak bundar yang ada di kulkas, jika kamu pingin, kamu tinggal memasak mie dan mengunakan bumbu itu beres," jawab Aina.
"terima kasih, mbak memang terbaik," puji Raisa.
setelah kenyang, Aina tak langsung tidur karena dia ingat harus mengerjakan sedikit tugas yang tadi di berikan oleh dosen.
Akhirnya dia pun istirahat setelah selesai, dan Ryan baru tidur saat pukul satu dini hari.
__ADS_1
ya pekerjaan miliknya sudah menumpuk, dan besok saja dia harus ke Nganjuk dan Kediri untuk mengurus beberapa hal.
meskipun begitu, dia tak sabar untuk segera tau apa istrinya hamil atau tidak, kalau hamil berarti dia top cer, tapi jika belum berarti usahanya dengan Aina kurang serius dan mungkin dia harus lebih sering melakukannya.
Keduanya tertidur lelap, pukul enam pagi, Yuli dan Seno datang ke rumah Ryan untuk mengawal pria itu.
"kalian datang, barang yang aku minta," kata Ryan yang mengulurkan tangannya pada keduanya.
"ya pak bos membuatku di tanya macam-macam oleh petugas apotik karena pagi-pagi beli beginian," kesal Yuli.
"sudah jangan marah, bonus sudah ku transfer, lihat dulu," kata Ryan santai.
Dia pun meninggalkan Yuli yang kaget melihat bonus yang di maksud, pasalnya upah membrli benda itu sangat banyak
"ini nih yang aku suka, pak bos mah baek ya," kata Yuli yang tersenyum melihat nominal satu juta naduk ke rekeningnya
"lah situ baru sadar," kata Seno tertawa.
Ryan memeluk istrinya yang sudah selesai mandi dan sedang berganti baju, ya Aina akan pulang ke rumah mereka setelah menginap cukup lama di rumah orang tua Ryan.
"ada apa mas?" tanya Aina yang merasa heran dengan suaminya itu.
"dek, aku ingin kamu melakukan sesuatu, tapi jangan marah ya,"
"iya, mau melakukan apa dulu,"
Ryan memberikan kresek putih berisi tes kehamilan pada Aina, "tolong ya, mas penasaran saja, apa kita berhasil atau belum, karena mas mimpi melihat burung emas yang mas tangkap dan masukkan kedalam sangkar,"
Akhirnya dia pun ke kamar mandi, dan dia menaruhnya di air Pi***yang sudah di tampung.
Dia melihat hasilnya dulu, kemudian dia membungkusnya dengan tisu dan membawanya pada Ryan.
"mas tolong jangan kecewa," kata Aina yang merasa tak enak.
"tak masalah dek, jika belum, aku akan berusaha setiap malam," kata Ryan yang melotot.
Pasalnya dua alat tes itu menunjukkan dua gadis merah terang.
"Allahu Akbar!! Alhamdulillah!!" teriak Ryan senang yang langsung memeluk Aina.
Mendengar teriakan Ryan, semua orang kaget,mama Wulan dan juragan baron pun langsung masuk ke kamar itu.
"ada apa!!"
"positif ma,selamat!!" kata Ryan masih melompat senang menunjukkan hasil tes kehamilan itu.
melihat itu, mama Wulan tak menyangka akan menjadi nenek dan dia merasa haru.
__ADS_1
begitupun dengan juragan Baron yang tak menyangka jika akan segera punya cucu pertama.
"selamat!!! Aku akan jadi kakek!!" teriak pria itu dengan senang.
Semua orang begitu bahagia, Aina di larang pulang, karena mama Wulan khawatir jika tidak ada yang menjaganya di rumah.
sedang Bu Pawoh dan pak Dikin yang ke dapat kabar juga tak kalah bahagia, bahkan mereka langsung datang dan mengucapkan selamat.
Karena keduanya akan punya cicit, dan tak mengira jika Ryan dan Aina akan dapat kepercayaan rezeki seorang anak secepat ini.
"terima kasih ya Allah," kata Bu pawoh yang memeluk Aina.
"kamu sekarang tidak boleh asal, banyak pantangan saat istrimu hamil, jadi ingat itu Ryan," pesan pak Dikin.
"inggeh kek, kalau begitu Ryan pamit dulu ya, karena harus bekerja, dan mama titip Aina ya, toh hari ini dia ada kampus siang," kata Ryan yang menyalami semuanya.
"iya tenang saja,"
"mas hati-hati di jalan ya," kata Aina yang mencium tangan suaminya itu.
"iya dek," jawab Ryan yang memeluk dan memberikan ciuman pada kening istrinya.
dan semua pria di keluarga itu,akan seperti itu saat berpamitan.
Ryan pun mengirimkan pesan pada Gofar untuk memberikan bonus karena kabar bahagia itu.
Gofar pun ikut senang mendengar jika adik iparnya itu hamill.
Karena pagi ini dia sedang sendirian karena dia membagi kedatangan para pekerja di peternakan.
Tiba-tiba hujan deras turun, dan dia menikmati waktunya minum kopi panas
saat seorang gadis muncul dengan berlari dan tubuhnya basah kuyup.
"kamu kok hujan-hujanan sih Dewi," tegur Gofar.
"hujan hujan katanya, aku itu tak tau kalau akan hujan, jadi aku tdk bawa patung, eh malah kehujanan di dekat sini, ya sudah trabas saja," kata Dewi.
"ya sudah tunggu di dalam saja, kamu mandi dulu, aku ambilkan baju ku yang sudah kekecilan, semoga muat ya,"
"iya mas," jawab Dewi yang ikut masuk kedalam kamar yang selama ini di tinggali oleh Gofar.
Ya pria itu memang termasuk putra angkat dari juragan Baron, tapi kesederhanaannya itu sangat tinggi.
Dia membeli rumah dan tanah tapi ujung-ujungnya malah di jual lagi setelah harganya tinggi.
Dan memilih tinggal di tempat seperti ini, ya tempat tinggal dari Gofar adalah lantai dua di atas kantor yang biasa di gunakan para pekerja di peternakan istirahat.
__ADS_1
Meskipun begitu, ruangan milik pria itu rapi, bersih dan wangi,bahkan kamar mandi saja juga sangat bersih.
memang Gofar ini memiliki sifat bersih-bersih yang mengerikan menurut Dewi.