
Ryan benar-benar tak bisa melepaskan diri dari istrinya itu, bagaimana tidak, makam itu saat Ryan terbangun di tengah malam
dia memastikan jika istrinya itu tak mengalami mimpi buruk, sedangkan dia bangun dan memutuskan untuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Baru juga keluar, ternyata sina juga sudah bangun, akhirnya mereka pun sholat malam bersama.
Setelah melakukan salat malam Mereka pun duduk berdua sambil menonton TV.
Karena sudah hampir dini hari jadi saluran TV, tapi tidak banyak menampilkan film atau apapun itu.
Jadi Ryan meminta saluran TV itu menjadi saluran internasional dan dia pun menonton film lah malam itu.
tapi, tanpa diduga, tiba-tiba ada yang dikejutkan dengan melihat istrinya yang sedang mengenakan gaun malam, yang kemarin, lalu diberikan oleh dia, sebagai hadiah pernikahan.
"Kenapa seorang wanita suka sekali menggunakan gaun tipis ini, padahal ini sangat dingin ya Mas," kata Aina yang berdiri di depan Ryan.
bahkan istrinya itu juga mengerti rambut panjangnya yang begitu indah
"Dek Kenapa kamu Menggunakan baju itu Tolonglah, berikan sedikit rasa kasihan padaku ini, aduh... Aku jadi ingin menerkam mu kan sekarang" kata Ryan yang sambil menepuk jidatnya sendiri.
Mendengar itu Aina pun Malih tampak kaget, dia tak menyangka jika gaun itu, bisa membuat suaminya langsung mengatakan hal yang cukup tak senonoh baginya.
"Apa yang Mas katakan apa masih ingin melakukannya lagi? Bukankah itu satu hari Cukup Satu Kali?" tanya Aina polos.
mendengar pertanyaan dari istrinya itu, Ryan ingin sekali tertawa.
tapi dia menahannya. dia pun memilih mendekati istrinya dan mulai mengecup bibir Aina.
Mendapatkan serangan seperti itu Aina hanya diam, tapi tiba-tiba, dia mendengar bisikan dari suaminya.
"Balas Sayang...."
Akhirnya malam panas penuh kembali terjadi bahkan kali ini, Ryan Tak memberikan waktu istirahat sedikitpun sampai dia sendiri merasa puas.
Pukul enam pagi, terlihat Aina sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Ryan.
suaminya juga turun ke bawah untuk makan Sarapan bersama istri cantiknya, karena pekerjaannya tak bisa di tinggalkan lagi.
ya pagi itu, dia akan bertemu dengan Laila, dan mencari beberapa kebutuhan yang akan dibawa selama liburan mereka.
Laila, ingin semuanya sempurna saat berlibur nantinya, dan tak ingin ada kekurangan apapun.
Meskipun mereka tak membawa mobil, tapi naik kereta api, tapi mereka tetap akan menantikan liburan kali ini.
Mau bagaimana pun ini adalah liburan sekaligus bulan madu untuk mereka berdua.
jika Aina sudah merasakan malam pertama yang hebat bersama suaminya.
Tidak begitu dengan Laila yang masih Suci, Karena Kevin belum menyentuhnya.
terlebih setelah kejadian kemarin-lalu itu, membuat Kevin berpikir ulang untuk menyentuh istrinya itu.
"Jadi kita mau mencari apa Laila, Aku bingung, mau membawa apa untuk liburan kali ini, karena aku yakin, pasti kita akan berbelanja banyak di sana."
"ya, itu memang benar sih, tapi juga kan tak enak jika kita beli baju, belum di cuci tapi mau dipakai.
__ADS_1
Jadi, kalau aku memilih untuk membawa baju tak banyak, yang penting-penting saja, nggak mau ribet, mau itu bajuku atau baju suamiku, karena mas Kevin suka-suka memakai celana jeans pendek, aku akan membawanya. Sedangkan aku akan membawa baju gamis yang nyaman untuk digunakan mau dipakai pagi atau sore hari," kata Laila.
"Begitu ya, ah aku juga akan membawa baju tak banyak lah, nanti aku akan tanya pada suamiku, kita akan menginap di hotel melati atau hotel yang cukup ternama, jadi kalau di hotel itu ada fasilitas untuk mesin cuci kan lumayan,"
"yang ada itu laundry Bu, tapi lumayan jika satu hari kering kan lumayan," kata Laila yang membuat Aina tertawa.
tanpa diketahui oleh istri-istri mereka, Ryan menyiapkan sebuah rumah yang akan dia dan yang lain tempati selama liburan di Jogja kali ini.
Itu lebih menyenangkan dibanding mereka harus menginap di hotel karena mereka bisa bebas melakukan apapun.
Sedang untuk Kevin, dia menyiapkan semua bahan makanan di sana, juga mereka semua sudah memiliki orang kepercayaan di sana untuk mengurus segalanya.
dan di rumah itu juga akan disiapkan sebuah mobil, untuk membantu mobilisasi kemanapun Mereka pergi.
Aina dan Laila masih di pasar, keduanya pun akhirnya membeli beberapa baju baru.
mereka memilih baju tidur ataupun baju santai yang akan mereka gunakan nantinya.
Aina juga membeli beberapa legging untuk dalaman gamisnya.
Karena dia tak nyaman jika harus menggunakan celana panjang, baik itu jenis kulot ataupun jenis celana meskipun longgar.
Tapi tak mereka melewati sebuah toko yang khusus menjual lingerie malam bagi wanita.
Laila melihat Aina yang berhenti di depan toko itu, Laila ingin menarik temannya itu.
tapi, tiba-tiba dia yang malah Ditarik untuk masuk ke dalam toko. "Kenapa kita masuk ke toko ini," kaget Laila yang melihat berbagai jenis baju yang tipis dan berlubang-lubang.
"sudah, diam saja, Kita harus beli baju ini, yang akan membuat suamimu sangat terpesona. yakin deh, dia pasti akan langsung benar-kamu malam ini." mendengar ucapan Aina, Laila pun merinding membayangkan hal itu.
"Tenang saja, tidak terasa sakit kok selanjutnya, tetapi kamu akan menyukainya, yakin, aku akan membelikannya untukmu, Anggap saja, Inilah dia dariku, oke?"kata Aina yang membuat Laila bingung.
Belum sempatnya menjawab, Laila sudah kaget melihat Aina menunjuk beberapa jenis gaun malam itu.
dia tak menyangka, gadis yang selama ini terlihat sangat pendiam dan santun, bisa mengerti gaun seperti itu.
Apa menikah membuat perbedaan besar dalam hidup gadis itu.
setelah memilih beberapa jenis gaun tidur dan membayarnya, Dia memberikan bungkusan tas itu pada Laila.
"ini hadiahmu, nanti malam, pakailah, dan Ingat, besok pagi kereta kita jam tujuh. Jadi jangan sampai telat," kata Aina ya pada Laila.
"Baiklah aku mengerti terima kasih banyak, tapi aku tidak membelikan mu apapun, Apa kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Laila demi sedikit membelikan hadiah juga pada temannya di itu.
"Sepertinya tidak usah," jawab Aina
"jangan begitu aku mohon," lirih Laila.
"atau begini saja kamu beli camilan untuk stok selama perjalanan ke tempat tujuan kita untuk liburan itu."
"Boleh kalau begitu cemilan aku yang beli ya Oke,"
"kalau begitu, besok aku akan berangkat dengan suamiku, tanpa membawa cemilan, Awas kalau tidak ada cemilan, kamu yang habis denganku."
Laila hanya mengangguk saja. toh dia juga punya uang saku dari Kevin yang cukup banyak. Untuk bisa dibelikan cemilan untuk aina yang sangat baik
__ADS_1
sebelum pulang keduanya mampir ke sebuah warung mie ayam yang ada di sekitaran klenteng.
"Mau mie ayam ini atau bakso sebelahnya," tawar Aina yang sedang tak kepikiran mau makan apa.
"Terserah saja Aku sih ngikut tapi kalau bisa bakso aja yuk,"
"yey... Itu namanya bukan terserah,"
keduanya masuk dan segera memesan bakso, Aina juga membelikan untuk keluarga mertuanya yang juga sangat suka bakso di tempat itu.
Setelah kenyang mereka akan pulang, tapi berhenti lagi untuk membeli lumpia ayam kesukaan Bu pawoh dan pak Dikin.
Baru setelah itu benar-benar pulang, sedang Ryan sedang kedatangan tamu ke rumahnya, yaitu ada Kevin, Edo dan Ivan.
"maaf, karena nyonya tidak ada, Jadi kita makan dan minum seadanya," kata Ryan membawa minuman dingin dan beberapa camilan yang ada di rak sebelah ruang tamu.
"loh memang istri ku kemana?"
"dia sedang shopping dengan Laila, mungkin akan pulang sore mungkin,karena tadi bilang dia ingin beli banyak barang,"
"gila tuh istri habis-habisin uang saja," kata Ivan.
"kok kamu kesel, orang suaminya saja tak repot, dan lagi kenapa tidak boleh, toh mereka kerja demi istrinya," kata Edo.
"Ya, seharusnya, pengertian lah, sedikit, jangan suka shopping-shopping!!!"
"kamu ini Aneh, ya, kadang bilang kalau mau cari istri, seperti Nia Ramadhani, karena cantik, ibu rumah tangga, tinggi, putih, bersih, dan Terawat. Tapi kamu lupa untuk jadi suami seperti Ardi Bakri, pria itu, bahkan rela melontarkan uang yang tak sedikit, demi istrinya dan juga anak-anaknya." kesal Kevin.
"Iya deh iya maaf, memang uang bulanan istri kalian berapa? Kalau boleh tahu. Ya, setidaknya, aku akan bisa, kira-kira lah Untuk Uang belanja Istriku yang akan datang." kata Ivan penasaran.
"Kalau kamu tanya begitu aku memberikannya, ya tak banyak kok, sepuluh juta untuk perawatan, dan juga untuk belanja kebutuhan rumah itu sekitar sekitar lima belas sampai dua puluh juta, dan untuk uang jajannya sendiri juga sepuluh juta, itu dalam hitungan bulan, tapi itu berbeda dengan tagihan pembayaran listrik, uang gaji karyawan, itu urusanku, bukan urusan istriku." jawab Ryan
"Borongan awak jika ikut kamu, kamu punya usaha dan memang pebisnis sukses, kalau aku yang kuli ini nangis bro," kata Ivan.
"Kalau aku mah gak banyak, uang, pegangan cuma lima juta, dan untuk kebutuhan rumah sekitar sepuluh juta, itu juga beda dengan uang belanja milik orang tua, meskipun kami dalam satu rumah, tapi Uang belanja tetap berbeda ya aku kasihnya, dan untuk uang jajan, aku kasih tiga juta." terang Kevin.
"Podo Podo rak ngotak e," kata Edo yang kaget mendengar begitu besar uang yang di gelontorkan oleh para suami itu.
tapi mengingat bagaimana istri-istri keduanya, itu menang pantas karena keduanya adalah gadis yang cantik dan sangat mengerti agama.
setelah mengantarkan bakso dan lumpia ke rumah mertuanya, Aina mengajak Laila pulang ke rumahnya.
Karena tadi Ryan mengirimkan pesan jika Kevin ada di rumah mereka.
Jadi Aina tak perlu repot mengantarkan temannya itu pulang ke rumahnya sendiri.
Saat sampai terdengar para pria itu tertawa di sana. Aina pun mengetuk pintu sebelum masuk.
"Assalamualaikum semuanya..." salah keduanya sopan.
"Waalaikumsalam, sekalian sudah datang, Bagaimana belanjanya tadi apa menyenangkan?" tanya Ryan yang sudah di Salami oleh istrinya.
"inggeh mas," jawab Aina sopan dan langsung mengajak Laila ke dapur.
Untung tadi mereka beli bakso banyakan jadi mereka menyiapkan itu di mangkok.
__ADS_1
Kevin juga di layani istrinya dengan sangat baik, begitu pula dengan Ryan.