Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
hei wanita gila


__ADS_3

esok harinya, Wulan sudah datang ke rumah ibunya untuk menjemput wanita itu.


"ibu sudah siap?" tanya Wulan saat sampai di rumah Bu pawoh.


"iya nak, ayo kita ke rumah Ajeng," kata wanita itu dengan senang hati.


"aduh mataku sakit, ibu jangan terlalu menunjukkan kebahagiaan mu menjadi istri begitu dong, minder ini," kata Wulan yang geli sendiri.


"kamu ini kenapa, orang kamu punya suami gitu, ya sudah ayo berangkat," kata Bu pawoh.


Mereka pun berangkat sambil membawa sedikit kue dan juga beberapa bawaan lain.


ternyata di rumah itu tak ada persiapan yang terlihat, "hei mbak, ini jadi nikah apa tidak?" tanya Wulan heran.


"jadi dong, kan sudah di bilang tak usah bawa apa-apa, dan kenapa sekarang istri juragan Baron ini begitu tertutup?"


"menurut mu kenapa, ya kdli aku hamil harus pamer perut, sudah ini ada sedikit hadiah dari kami sekeluarga," kata Wulan.


"wah terima kasih,bude juga datang, padahal ibu saja tak libur," kata Ajeng.


"terus acara doa sebelum pernikahan bagaimana, tak mungkin dong tak ada acara itu?" tanya Bu pawoh kaget.


"kan semalam saya pesan untuk acara nanti malam," jawab Ajeng.


"ya terserah nduk, tapi kamu harus ingat kenduri untuk kirim doa itu penting karena untuk mendoakan semua sesepuh kita yang sudah meninggal dunia, dan mendoakan agar pernikahan kalian agar langgeng."


"iya bude," jawab Ajeng.


Tapi akhirnya, Wulan dan Bu pawoh sibuk membuat nasi golong dan tumpeng karena ternyata mereka hanya pesan nasi kotak dan kue saja.


Dan saat selesai, makan itu ternyata keluarga dari pria bernama mas Andi itu datang, otomatis Wulan langsung menelpon suaminya untuk mencarikan kue atau apapun.


Dan Bu pawoh juga menelpon suaminya untuk membantu, dan saat kedua pria itu datang langsung beres.

__ADS_1


Bahkan Ryan juga membantu bersiap untuk membantu menyiapkan segalanya.


dan sore itu saat Mak tun pulang kaget ternyata di rumahnya rame, tapi untungnya mantan kakak iparnya itu membantu Ajeng.


"eh ada tamu, untungnya juragan Baron tadi datang dengan kue guling ada sekitar dua puluh lima kotak, dan itu yang di gunakan untuk membagi para tamu.


Setelah acara lamaran dadakan itu, akhirnya semua beres yang membuat Ajeng terharu.


Juragan Baron dan wulan serta budenya itu tak mau jika uangnya di ganti, mereka hanya mau janji Ajeng agar serius menjalani pernikahannya.


"sudahlah yang penting mbak serius," kata Wulan yang tersenyum.


Dan setelah ba'da Maghrib akhirnya di adakan acara kenduri kirim doa, dan Mak Tun ternyata baru tau jika harus ada acara seperti ini.


Dan besok pagi untuk acara pernikahan di KUA Ajeng bisa berhias sendiri karena dia juga punya lisensi untuk make up pengantin.


Setelah itu, mereka pun pamit pulang karena sudah malam, dan besok mereka kan hadir setelah pernikahan, tapi saat sampai di rumah.


melihat ada seseorang yang sedang duduk di atas jok motor, dan tampaknya dia seorang Wanita.


"mau apa dia kesini, padahal aku sudah bilang kalau aku tak mau berurusan lagi dengannya," kata juragan Baron yang menyetir mobilnya masuk kedalam pekarangan rumah.


Terlihat Lia ingin masuk tapi dia di tahan oleh penjaga rumah,"minggir aku ingin bertemu dengan juragan Baron," kata wanita itu.


"mau apa kamu ke sini," tanya juragan Baron.


"mas kamu masuk dan ganti baju ya kemudian belajar," perintah Wulan pada putranya itu


"aku ingin meminta tolong, jika juragan masih berkenan bisakah menolong ku membayar SPP dari Asha, karena dulu anda yang melakukannya," kata Lia dengan tanpa rasa malu.


Mendengar ucapan wanita itu, membuat Wulan ingin tertawa, bagaimana bisa ada wanita tak tau malu seperti ini.


"aku tidak bisa lagi, setelah apa yang kamu lakukan padaku dan keluarga ku, maaf kami bisa urus masalah anak mu sendiri," jawab juragan Baron yang tak ingin berurusan dengan wanita itu karena bermasalah terus

__ADS_1


"tapi aku hanya seorang Kasir toko kecil," kata Lia memohon.


"hei gajimu itu masih di angka satu juta lima ratus, makanya kalau punya gaji jangan membeli make up yang kamu tak sanggup,belum lagi kamu terlalu bergaya sosialita tanpa tau takarannya, jadi sekarang nikmati saja hasil usahamu itu," kesal Wulan pada wanita itu.


ya dia tau mendengar cerita dari bos tempat wanita itu bekerja dan juga dari teman-temannya yang bekerja di sana.


"sudahlah, usir dia dari rumahku, lain kali jika dia datang usir dari sini tak perlu menungguku," kata juragan Baron yang terlanjur kesal.


"kamu jahat juragan,"marah wanita itu yang memancing keributan.


hingga para tetangga keluar dari rumah mereka, "setelah kamu mengangkatnya jadi anak mu, kemudian kamu buang begitu saja saat istri mu datang dengan membawa anak yang tak jelas asal usulnya," kata Lia keras.


"cukup Lia!! Jangan berani menghina anak ku!!" teriak juragan Baron.


sedang Wulan yang kesal mengambil ember berisi air yang biasa di gunakan untuk cuci kaki.


Byur...


air dalam ember itu menguyur Lia hingga wanita itu basah kuyup, "sudah sadar diri kamu,aku pantas mendapatkan itu begitupun anak ku, karena aku istri juragan Baron saat ini, kamu siapa hanya wanita yang di tolong keluarga pak Junaidi sekarang berani bertingkah, dan anak ku yang kau sebut anak tak jelas, dia hadir setelah pernikahan ku dengan mantan suami, bukan anak yang hadir sebelum pernikahan, yang lahir seminggu setelah kamu menikah, sekarang anak siapa yang tak jelas, jika kamu merasa gagal menggoda juragan Baron, itu nasibmu yang tak menghendakinya, karena suamiku bisa memilih mana wanita terhormat dan mana wanita murahan," kata Wulan membuang ember ke samping Lia dan membuat wanita itu terdiam.


Bahkan ucapan Wulan benar-benar membuatnya mati kutu tak bisa membalas sedikit pun.


"jika kamu butuh uang,jual saja dirimu, kenapa malah mengemis pada suami orang lain, semua warga harus menjaga suaminya dari wanita seperti mu, sok polos nyatanya ular yang men-ji-jik-kan," tambah Wulan yang mempermalukan Lia sampai tuntas.


para warga mulai bergunjing,karena Lia ini memang bukan wanita baik dari awal, karena dia terkenal ganjen dengan para pria dan suka menangapi.


itulah yang membuat warga menghardiknya, ya mereka tidak mau tentunya, jika suami mereka kepincut wanita seperti Lia.


Akhirnya wanita itu pun pergi, sedang di rumah juragan Sukoco tengah uring-uringan saat tau Ajeng mau menikah


Dia yang menghina Ajeng, sekarang saat Wanita itu mau bahagia dia kebakaran jenggot.


Ya dia sudah kehilangan semua incarannya yang akhirnya di tikung orang lain.

__ADS_1


padahal dia sudah tak bisa menahan keinginannya untuk melepaskan keinginannya yang sudah satu bulan ini dia tahan.


__ADS_2