Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
liburan sesungguhnya 2


__ADS_3

Setelah semua main, para siswa sudah berbondong-bondong berganti baju.


Ryan juga sudah tampan dengan kaos oblong dan celana jeans selutut, tak lupa dia juga mengunakan kupluk karena sedang malas menata rambutnya.


"Luna, tolong bagikan lagi makanannya ya, karena kita akan pergi ke tempat yang ke dua," kata Ryan.


"siap dong," jawab Luna yang langsung di bantu Ivan dan Edo.


Para supir bus juga sudah mulai menyalakan bus karena untuk mendinginkan bus yang sangat panas dan gerah karena terjemur di parkiran.


Setelah membagikan, beberapa murid yang tak kebagian merasa aneh, "loh kok kaki gak dapat?" tanya mereka bingung.


"lah kalian kan ikut ke catering Nella, ya minta sana, orang ini catering yang ikut ibu Luna kok," saut Ivan ketus.


"kok gitu sih, kan harganya sama," sait yang lain.


"kan memang sama, sepuluh ribu satu orang siswa, tapi ibu Luna membuatkan satu orang dua nasi bungkus, jadi ini jatah makan nomor dua," jawab Ryan.


"kamu pintar cari catering Ryan," puji Bu Lilik.

__ADS_1


para murid pun makan dan bagi siswa yang tak ikut catering Luna merasa menyesal.


Sebab bisa di katakan jika katering Luna ini memang terkenal dengan murah.


setelah siap, mereka semua naik, Ryan mengabsen bersama Niken memastikan tak ada yang ketinggalan di pantai.


"sekarang kita akan lanjut ke kebun belimbing, di sana kalian bebas mau beli belimbing, dan sebelum pulang nanti kita berhenti di tempat beli oleh-oleh di daerah Kediri,"


"siap ketua kelas," jawab semua orang.


Butuh perjalanan satu jam lah karena macet, mereka turun di area kebun belimbing dan langsung berpencar.


tentu tidak dengan lima remaja putra itu yang malah asik santai di bagasi bus.


"itu perut apa karung sih, baru juga satu jam makan," kata Tyo tak percaya.


"ye... Aku jika di rumah itu ada jam malam camilan dan jadwal lainnya, hari ini jadwal ku hancur, sudah sekalian saja," kata Ryan yang memang sangat di perhatikan oleh ayahnya.


"jangan mie instan deh,bisa runyam nanti, kamu soalnya jarang masak mie, itu ada bakso, itu aja yuk," ajak Ivan.

__ADS_1


"boleh deh," jawab Ryan.


"bakso pakde!" teriak Edo yang membuat pedagang bakso itu belok ke area parkir bus.


mereka berlima pun makan bakso, dan ternyata Ryan menyimpan satu nasi di tas milik Luna dan mengambilnya.


setelah habis dua porsi, begitu pun yang lain,Ryan dan Kevin yang patungan membayar bakso mereka.


Ya bisa di katakan Kevin ini juga salah satu anak orang kaya, ayahnya seorang petani dan juga pemilih bengkel, sedang ibunya pemilik warung kelontong paling besar di desa.


"sudah kan,kenyang..."kata ryan mengusap perutnya.


"aku jamin besok pasti di suruh olahraga habis itu, kan kamu di suruh jaga berat badan,"


"ya memang tapi aku juga tak akdn langsung gemuk satu waktu ini," kesal Ryan pada temannya itu.


"oh iya aku lupa, tadi aku juga bawa Snack dari rumah,karena tadi di bagikan Snack jadi lupa."


"aku juga bawa krupuk yang di goreng pakai pasir beserta sambalnya, nih buat makan biar makin kenyang," kata Edo tertawa.

__ADS_1


mereka berlima benar-benar santai sambil Ngombol di bagasi bus, toh para siswi dan guru-guru itu akan sangat lama.


Dan saat terdengar suara adzan Maghrib, Ryan mengajak semua temannya sholat sekalian menjadi imam.


__ADS_2