Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
lodeh jantung pisang


__ADS_3

Terlihat juragan Baron sangat terampil mengolah jantung pisang yang tadi dia ambil di belakang rumah.


Ya sekarang sayur itu sedang di masak, dan saat membuat bumbu dia tak menemukan santan, "dek di rumah tak ada kelapa tua?"


"ah sepertinya ini tidak belanja ya, aku biasanya pakai santai kemasan siap pakai mas," jawab Wulan yang mengambil santan instan itu.


"kurang gurih sayang,tapi ya bolehlah," kata pria itu.


"apa sih mas, tinggal kasih micin biar gurih,"


"no no no, itu harus di kurangi mulai sekarang dan berhenti makan ikan klotok itu sayang,kamu bisa darah tinggi, ingat pesan dokter ya tuhan," kesal juragan Baron yang merebut makanan itu dari tangan istrinya.


"ih mas... Aku pengen padahal secuil doang loh," kata Wulan memohon.


"Ryan bawa ibu mu kedepan," panggil juragan Baron pada putranya itu.


"siap ayah, ayo mama kita ke depan jangan ganggu ayah masak, dan ayah boleh nanti ada telur dadar,"


"siap bos, sekarang jaga mama mu jangan sampai dia makan apapun yang membuat mama dan adik mu terluka, mengerti nak,"


"siap komandan," kata bocah itu yang langsung menyeret ibunya ke depan untuk duduk bersama kakek neneknya.


terlihat jantung pisang itu sudah lemas dan berubah warna, dia pun membuang air dan membilasnya beberapa kali.


Setelah bumbu lodeh yang di haluskan di tumis dan di beri air, jantung pisang itu di iris dan di masukkan ke dalam kuah itu dan menunggu masak dan akan siap di sajikan.


Ya juragan Baron memang terlahir dari keluarga tak mampu,jadi memasak seperti itu sudah seperti hal kecil untuknya.


Setelah matang seluruh keluarga makan bersama,terlihat Ryan tampak begitu antusiasnya mencicipi makanan itu.


"tak ku sangka jika juragan Baron yang punya segalanya,bisa memasak enak seperti ini, kamu belajar dari mana le?" tanya pak Dikin.


"belajar, tidak ada pak,karena dulu aku juga sering masak seperti ini, semua orang juga tau siapa diriku sebelum menjadi seperti ini," kata pria itu dengan santai.


"cinta pertama ku yang tak sampai,tapi akhirnya kita di persatukan juga ya," kata Wulan mengenggam tangan suaminya.


mendengar itu, Bu pawoh melihat kebahagiaan besar dari putrinya, ya seandainya dulu mertuanya tak serakah.


Mungkin dari dulu dia akan melihat putrinya hidup bahagia tanpa luka, meski pun dengan keadaan yang sederhana.


"kaku juga cinta ku,"kata juragan Baron.


"aduh kenapa ibu harus melihat drama cinta seperti ini, apa kamu sering melihat mereka begini Ryan,kasihan sekali cucuku..."kata Bu pawoh menggoda keduanya.


"ibu,"


"sering kok, tapi aku suka karena mama sekarang lebih sering tersenyum dan tertawa karena ayah,bukan menangis sendirian," jawab Ryan


"ah putraku sudah besar," jata juragan Baron memeluk putranya.


"ayah!!! Aku mau makan," protes bocah itu.

__ADS_1


"ah iya,maaf bak, lanjutkan.." kata juragan Baron.


mereka semua tertawa dan tersenyum dengan ruang, sepertinya semua beban sudah lenyap tak terasa.


di sebuah warung mie ayam, terlihat dua pasangan ini terlihat canggung, bagaimana tidak mereka ini menikah tapi jarang bertegur sapa.


"apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Rojak pada wanita di depannya itu.


"tidak ada," jawab Azizah singkat.


"kenapa, padahal yang aku tau selama ini para wanita suka barang-barang bagus, atau perhiasan,"


"itu mereka bukan aku," jawab Azizah singkat lagi.


Rojak hampir putus asa, dia memesan mie ayam lagi untuk Mak Yem di rumah.


Keduanya selesai makan dan langsung menuju ke dalam rumah, Mak Yem pun senang melihat keduanya sudah mau jalan-jalan berdua.


Azizah merenung, dia tak tau ini salah atau memang dirinya yang juragan,dia merasa jika dirinya ini butuh di pu**kan.


dia tampak berpikir keras sambil mondar mandir di kamar, Rojak yang masuk kaget melihat istrinya itu.


Dia langsung mengambil sarung dan ingin pergi, tapi tanpa terduga, lengannya di tahan oleh Azizah.


"mau menolongku sebentar," suara wanita itu menghentikan langkah kaki Rojak.


Pria itu pun melihat istrinya,dan mengangguk, "tentu saja, sekarang kamu istriku, jadi bebas mau melakukan apapun padaku, meski pun itu keinginan mu membunuh ku," kata Rojak.


"tidak usah, kalian bisa makan untuk nanti atau besok pagi, kan Mak tdk suka makanan itu, sudah Mak mau istirahat, besok masih banyak pekerjaan," kata Mak Yem.


"iya Mak, selamat malam," jawab Azizah mengunci semua pintu dan mematikan lampu rumah.


meski jam delapan malam, suasana sudah cukup sepi jadi mereka memutuskan untuk istirahat.


Setelah itu, Azizah masuk dengan membawa tali yang akan dia gunakan untuk suaminya.


Dia mengikat kedua tangan suaminya itu, dan Rojak tak tau apa yang ingin di lakukan oleh istrinya itu.


Jadi dia pasrah saja, dan saat Azizah mulai, dia di buat merem melek dan juga tak berdaya menahan diri.


Wanita itu benar-benar menyiksa dirinya, bahkan membuatnya berusahalah berontak tapi tak bisa karena ikatan itu cukup kuat


Malam dingin di selingi hujan deras tak membuat dua pasangan itu terganggu, malah makin panas hingga sangat berkeringat.


esok paginya, Ryan sudah berangkat ke sekolah dengan ayah dan mamanya.


Tentu saja Wulan harus melunasi biaya daftar dari wisata yang akan di lakukan oleh para murid


"kenapa kok mendadak pesan dua lagi bunda?" tanya guru sekolah dasar itu.


"iya Miss, ini anaknya tak mau berangkat sendiri maunya di temani ibu dan ayahnya," jawab Wulan sedikit malu menjawabnya.

__ADS_1


"iya gak papa, setidaknya gurunya nanti tak harus repot kalau semua murid bawa wali," kata wali kelas itu.


Wulan tak mengatakan apapun dan langsung melunasi semuanya, dan dia pesan di bagian kursi belakang.


karena suaminya ini punya kaki yang panjang jadi akan repot jika pria itu tak bisa meluruskan kakinya.


Setelah itu dia kembali ke mobil dan kini dia ke toko miliknya, terlihat semua pegawai sudah datang termasuk Azizah.


ya wanita itu di terima kerja di toko untuk penambahan penghasilan untuk keluarganya.


Meski Rojak juga sudah bekerja pada suaminya, tetap saja itu tak masalah karena setiap kebutuhan orang itu berbeda.


Wulan mengambil beberapa mie cup untuk di gudang milik suaminya nanti.


Setelah dari toko sekarang giliran juragan Baron mengajak istrinya itu ke tempat yang belum pernah di kunjungi.


Wulan tak tau ini mau kemana, tapi sepanjang jalan ini ada suket gajah tinggi, dan juga ada rumput yang sepertinya sengaja di biarkan untuk sesuatu.


"mas ini kita dimana, dan kenapa aku tak tau tempat ini, jangan-jangan kamu mau membuang ku ya,"


"tidak seperti itu sayang, aku tak mungkin melakukannya, karena aku sangat mencintai mu, aku ingin memperlihatkan peternakan sapi dan juga pembuatan pupuk organik,"


"benarkan," kata Wulan yang takjub saat turun dari mobil.


Pasalnya semuanya di arus sedemikian rupa dan tampak bersih, bahkan meski sapi-sapi itu banyak tak tercium aroma yang menganggu.


terlihat para pekerja memberi makan dan nutrisi secara lengkap, bahkan Wulan membantu memberikan pakan dengan di dampingi oleh suami tercinta.


Setelah memberi makan sapi, kini mereka menuju ke sebuah rumah yang ternyata itu adalah adalah rumah yang menjadi tempat tinggal lama dari juragan Baron.


Meski di lindungi oleh pagar tembok tinggi, tapi bangunan di dalamnya tetap sebuah gubuk yang begitu sederhana.


"itulah tundh suamimu sayang, gubuk derita itu yang hampir kamu tinggali jika kamu menikah dengan ku saat kita muda dulu," kata pria itu merangkul istrinya.


"tak masalah mas, gubuk derita jika di tinggali dengan pria yang kita cintai, pasti lebih nyaman di banding istana," jawab Wulan


juragan Baron mengajak istrinya masuk dan ternyata di dalamnya sudah sangat modern, bahkan itu membuat Wulan ingin sekali tertawa.


Pasalnya di luar tampak seperti gubuk derita yang sangat lapuk, tapi nyatanya di dalamnya ada kulkas, tv dan juga kasur untuk beristirahat.


"gubuk derita macam apa ini, jika seperti ini bukan gubuk derita tapi rumah layak huni," kata Wulan mencubit pipi suaminya.


"sudah kita nikmati waktu di sini sampai Ryan pulang,"


"mas gak kerja lagi?"


"tidak, aku ingin menikmati waktu ku dengan istri cantikku ini," jawab juragan Baron yang mendapatkan kecupan di bibirnya.


Dia pun melepaskan sweater yang di kenakan istrinya dan mereka berdua langsung bermesraan di sana.


Bahkan sekarang Wulan bebas mau mengeluarkan suara seperti apa, karena tak ada yang akan terganggu dengan kegiatan mereka juga.

__ADS_1


__ADS_2