
"wah lihatlah, siapa yang datang dengan pak Yusrin, dan sejak kapan dia menjadi asisten guru kesayangan Ryan," kata Tyo yang melihat Ilmi.
"selamat siang semuanya," sapa Ilmi dengan sopan.
"siang, selamat datang pak Yusrin, silahkan masuk ke dalam,karena jika di sini anda bisa sesak nafas karena Ivan dan Kevin, terus ngobong cocot Ket mau,"kata Tyo.
"kamu bilang ini banyak, lihat tuh si Ryan bahkan sudah hampir habis satu bungkus tuh," kata Ivan yang melihat pria itu menyingkir dan menikmati rokoknya dengan santai.
"hei kamu tak ingin menyapa diriku Ryan," panggil pak Yusrin
Ryan pun mendekat dan memeluk pria itu dan tak lupa tersenyum ramah, "maaf pak Yusrin, calon istriku sedang kangen dan dia terus protes karena aku sangat sibuk,"
"benarkah, kapan nikah, jangan lama-lama kamu itu sudah sukses kok malah masih sendirian," kata pak Yusrin.
"memang dosa ya pak kalau masih nunggu beberapa tahun lagi, kan aku belum bisa buat rumah sendiri, tak pantas dong jika aku membuat istriku dan ibu ku tinggal serumah,mungkin kalau bersebelahan tak apa lah," kata Ryan tertawa.
"dasar bocah nakal," kata Ryan santai.
Ivan melihat raut wajah Ilmi yang berubah dan sangat kesal terlihat, "kamu tak akan bisa masuk ke dalam keluarga itu,karena standar untuk masuk kedalam rumah keluarga Ryan sangat tinggi, terutama bibit,bebet dan bobot,sedang kami tak memenuhi itu,"
"diamlah..." ketus Ilmi yang membuat Ivan tertawa.
"asal anda tau pak Yusrin,dari semua teman wanita di sekolah ini yang ikut reuni, hampir semuanya mengatakan jika Ryan ini adalah pria yang sangat di inginkan,"kata Luna yang datang menyapa guru matematika itu.
"Masya Allah tabarakallah, kamu sudah hamil nduk, semoga lahiran nanti lancar ya,dan kamu harus lebih bertanggung jawab Tyo,"
__ADS_1
"pasti pak," jawab Tyo
Akhirnya Ilmi ikut masuk kedalam ruangan untuk menyapa semua orang yang datang.
Della menyuruh salah satu temannya untuk membawa minuman pada Ryan dan yang lain.
Dia ingin memiliki Ryan, karena dia tak ingin hidup susah lagi, dan mau bagaimana pun dia harus bisa membuat pria itu tertarik padanya.
Ya minuman itu sudah di beri sesuatu yang bisa mengikat Ryan selamanya, ya dia ingin membuat Ryan menjadi pelayannya seumur hidupnya.
"hei ini aku bawa minuman dingin buat semuanya, minum gih kan panas di sini," kata pria itu
"ada angin apa kamu peduli dengan kami, dan tumben sekali," kata Ryan yang merasa heran.
Sedang Ryan tak semudah itu percaya, terlebih pria itu adalah musuhnya saat di sekolah.
Ryan pun mengambilnya dan menaruhnya di kursinya dulu, karena saat akan minum dia mendapatkan telpon dari Raina.
Saat Della di panggil oleh teman-temannya, dia tak bisa mengawasi Ryan, dan ternyata saat dia melihatnya lagi.
Ryan sedang mengusap bibirnya dan melihat gelas itu sudah kosong, dia menjadi sangat senang bukan main.
"akhirnya aku akan menjadi menantu dari juragan Baron,"
Ryan tiba-tiba memilih untuk pamit terlebih dahulu, tapi Della menahan pria itu
__ADS_1
"mau kemana kamu, bisa bicara sebentar Ryan," kata Della yang membuat Ryan bingung.
dan pria itu makin bingung saat mendengar Della mulai membaca mantra Semar mesem.
"Niat ingsun amatek ajiku Ki Semar mesem, krecek-krecrk uyuh e Ki Semar Ireng, aji pengasihan kang ora Ono tombone, ora Ono wong bagus kejobo aku, ora biso turu yen durung ketemu aku, yen ketemu turu tangekno, Yen ketemu Tangi adekno, yen ketemu ngadek lakokno, urung ngengkleng urung edan lan gendeng,yen durung ketemu aku, Sido Atut katut, manut, turut, lulut, si jabang bayi e Ryan,"
"dancok, Lapo koen pingin ngajeni aku, minggat!!" bentaknya mendorong Della hingga terjatuh
Semua kaget melihat itu, mereka tak tau apa yang terjadi, tapi melihat Ryan yang marah, sudah pasti jika Della menggoda pria itu.
"Ryan!! Kamu harus menikahi ku, karena hanya aku yang bisa menjadi istrimu!!" teriak Della tanpa malu.
"bacot!!" jawab Ryan yang memilih masuk mobil dengan cepat
Bahkan Ilmi yang ingin menghentikan Ryan pun, hampir di tabrak dengan sangat arogan.
Tak ada satu pun orang yang bisa menghentikan pria itu, dan Ryan mengemudi seperti orang kesetanan.
"dia kerasukan jin?" bingung Kevin dan Ivan.
"siapa, dua wanita itu, atau Ryan,"kata Ivan.
"tentu saja Ryan,aku mah tidak peduli dengan kedua wanita tak tau malu itu," kata Kevin.
"tidak mungkin jin masuk ke tubuhnya, tapi hanya satu orang yang bisa membuat Ryan seperti orang gila seperti itu, yaitu Aina," kata Ivan yang mengetahui semua tentang sahabatnya itu.
__ADS_1