
pak Toni dan Azizah yang mengantarkan Ajeng ke rumah ibunya baru sampai di depan teras.
tapi yang membuat wanita itu bingung adalah, kondisi dari rumah itu yang tampaknya tak terurus sedikitpun.
"ini ada apa? Ini tak mungkin membiarkan rumah sekotor ini,ibu.." panggil Ajeng.
"tunggu sebentar,"sautan dari dalam rumah.
mereka pun menunggu di luar sambil terlihat sangat cemas, tiba-tiba seorang wanita keluar dengan kondisi yang cukup kurus dan pucat.
"ibu..." kaget Ajeng tak percaya dengan pemandangan yang disaksikan.
"Ajeng .." kata Mak tun lemah dan tiba-tiba jatuh pingsan.
Melihat ibunya yang tergletak di lantai,Ajeng langsung memeluknya erat.
"tolong panggil ambulans," kata Ajeng pada Azizah
Dia tak menyangka, dalam tiga bulan saja, kondisi ibunya bisa seburuk ini.
__ADS_1
Akhirnya Mak tun pun langsung dilarikan ke rumah sakit dengan mengunakan mobil siaga desa
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung di larikan ke UGD, dan dokter pun melakukan pengecekan seluruh tubuh.
Wulan datang bersama juragan Baron yang tadi dapat kabar dari Azizah yang di izinkan pulang bersama pak Toni.
mas Andi juga baru datang setelah dapat telpon dari Wulan,dan pria itu langsung memeluk istrinya.
"jadi dokter mengatakan apa yang terjadi pada ibu," tanya pria itu merasa sedih.
"belum mas,dokter masih menyiksanya," jawab Ajeng yang masih sesenggukan.
Dia tak menyangka jika pertengkaran terakhir kali dengan ibunya itu akan berakhir seperti ini.
Tapi Mak tun di ingatkan tak mau mendengar, jadi ini yang terjadi,tapi penyakit apa yang bisa membuat wanita yang awalnya gemuk dan sehat.
hingga berakhir kurus dengan tubuh yang begitu rapuh dalam hitungan bulan seperti ini.
dokter keluar dari ruang UGD sambil membawa hasil pemeriksaan, dan mereka berempat di minta ikut ke ruangan dokter
__ADS_1
"jadi ibu saya sakit apa dokter?" tanya Ajeng saat baru duduk.
"maafkan saya Bu,saya harus menyampaikan kabar buruk ini,ibu anda mengalami komplikasi akut beberapa penyakit menular yang berbahaya, seperti sifilis, gagal ginjal dan juga kanker serviks, dan kemoterapi tak akan bisa membantu," jawab dokter yang membuat Wulan dan semua orang terkejut mendengarnya.
"apa dokter," lirih Wulan.
Ajeng langsung lemas dan menangis di pelukan suaminya, "mas ... Ibu..." tangis Ajeng yang merasa buruk.
"saya akan berusaha untuk menolong pasien, tapi dukungan dari keluarganya adalah yang terpenting,dan sepertinya pasien memiliki kehidupan ranjang yang tak aman, hingga bisa terpapar penyakit ini,"
"apa maksud dokter, ibu saya tak mungkin bergonta-ganti pasangan, dia hanya dekat dengan satu orang," kata Ajeng tak percaya.
"itu berarti pasangan ibu anda yang menularkan virus ini, pada ibu anda, tapi sebaiknya anda tau cari tau dulu, kalau begitu saya akan kembali untuk mengontrol kondisi ibu anda, karena kami sedang memberikan obat yang perlu di evaluasi selama tiga jam kedepan," jawab dokter.
"dokter Wisnu, saya minta tolong, untuk menyelematkan bibik kami," kata juragan Baron.
"baik juragan, saya mengerti," jawab dokter itu yang tau siapa pria yang datang bersama pasien .
setelah itu,Ajeng meminta Wulan agar pulang karena tak baik jika ibu hamil terlalu lama di rumah sakit.
__ADS_1
Karena bisa saja, Wulan terpapar penyakit, atau apapun itu, juragan Baron pun berpesan agar tak segan-segan untuk menelponnya jika memang butuh bantuan.
Karena mereka ini adalah keluarga yang akan saling membantu, tak peduli dengan masa lalu,yang terpenting hubungan baik saat ini.