Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
bertemu ilmi


__ADS_3

Aina dan Ryan sedang ke salah satu toko untuk melihat diesel untuk memenuhi pesanan para langganan di bengkel milik keluarga Aina.


"kenapa aku harus ikut mas?"


"karena aku ingin kamu belajar juga dek, dan kamu adalah orang yang nantinya meneruskan usaha milik ayah mu,"


"tapi kenapa mas melakukan itu, apa tak mau membantu ku," tanya Aina sedih.


"bukan aku tak mau membantumu, tapi kamu pasti suatu saat akan menemukan cinta, dan menikah dengan orang yang kamu cintai, tak mungkin jika aku terus mengurus usaha ini bukan,"


"bisakah mas menikahiku saja, setidaknya aku hanya percaya dengan mas,"


"kamu masih kecil dek, sudah sekarang kita bayar yuk," ajak Ryan.


Setelah membeli beberapa diesel,pak Kusni yang membawanya pulang.


sedang Ryan dan Aina memilih pergi ke pasar untuk belanja titipan dari Bu pawoh.


Dan saat di sanalah, tak sengaja seorang gadis berjilbab menyapa Ryan.


"apa kamu Ryan," tanya gadis cantik itu yang mengenakan gelang pemberian dari pria itu sebagai hadiah perpisahan beberapa tahun lalu.

__ADS_1


"iya, anda siapa?" tanya Ryan tak bisa mengenali gadis itu.


"aku Ilmi, apa aku terlupakan semudah itu?" tanya Ilmi menggoda Ryan


"Ya Allah.... Maaf aku tak mengenali mu, bagaimana kabar kalian dan kapan pulang," tanya Ryan yang terdengar ramah.


Aina baru kali ini melihat Ryan bisa tersenyum selebar itu, itupun dengan seorang wanita yang mungkin seumurannya.


"aku baru datang kemarin dan akan mulai mengajar di salah satu sekolah, dan bagaimana kesuksesan bos muda ini," tanya Ilmi yang tak memperhatikan ada Aina di samping Ryan.


"cuma seorang petani biasa, kita lanjut ngobrol sambil makan bakso ya, ayo dek," ajak Ryan yang mengandeng tangan Aina.


"dia adikku, dan juga orang paling dekat dengan ku, ayo nanti kita kehabisan bakso paling enak di sekitaran sini," kata Ryan.


Mereka sampai di tempat pujasera di sana, dan saat masuk ke warung bakso semua orang melihat Ryan.


Pasalnya dia datang dengan dua gadis cantik, yang satu mengunakan hijab dan sangat tertutup.


Sedang yang satu lagi lebih muda, dan terlihat cantik dengan rambut panjang tergerai indah.


dan saat Aina duduk, Ryan melepaskan jaket yang dia gunakan dan memberikannya pada Aina.

__ADS_1


"jadi di sekolah mana?"


"aku akan mengajar di Sekolah Dasar lama kita dulu, dan aku dengar dia adik kembar mu juga sekolah di sana," kata Ilmi yang terlihat begitu berusaha untuk dekat dengan Ryan.


"iya itu benar, dan Aina apa kamu tak nyaman? Apa aku perlu membantu mu mengikat rambut," tanya Ryan yang memperlakukan Aina dengan sangat baik.


"tidak usah mas, aku bisa sendiri," jawab Aina tak nyaman karena tatapan dari Ilmi


tapi Ryan bangun dan langsung membantu untuk mengikat rambut Aina.


Setelah itu pesanan bakso mereka datang, Ryan sudah tau kesukaan Aina yang tak menyukai seledri.


"ini bakso urat ya," kata Aina.


"sesuai kesukaan mu,"


"kalian ini seperti sedang pacaran loh, dari pada terlihat seperti adik kakak sepupu," kata Ilmi yang tak suka melihat itu.


Karena Ryan ydng selalu mengutamakan Aina di banding dirinya, padahal dulu Ryan begitu baik padanya.


"begitulah, pantas banyak yang salah paham, tapi aku memang seperti ini jika menyangkut Aina," jawab Ryan tersenyum saja.

__ADS_1


__ADS_2