Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kerja kelompok


__ADS_3

Keesokan harinya, Bu pawoh dan pak Dikin bangun saat terdengar suara adzan subuh.


ternyata ketiga cucunya juga sudah bangun, "loh tumben ini si kembar sudah bangun,"


"iya Mbah uti, sepertinya mereka saling perut karena baru selesai pup dan mandi," jawab Ryan yang akdn berangkat ke masjid bersama ayah dan kakeknya.


"oke deh, sudah berangkat ke masjidnya hati-hati ya," kata ibu pawoh.


setelah sholat subuh, Ryan dan juragan Baron melanjutkan untuk lari pagi,sedang dia bocah itu tertidur lagi setelah kenyang minum susu.


Ya mending belum jadwalnya kedua balita itu tidur, sedang Wulan menyiapkan beberapa bahan untuk di ajarkan pada ibu-ibu PKK.


Jika biasanya ibu-ibu ini minta di ajarkan membuat nugget atau masakan olahan, tapi kali ini berbeda.


Karena Wulan akan mengajarkan untuk membuat minuman dari empon-empon.


dia sudah pamit pada Ryan yang sudah menyiapkan tempat nyaman untuk teman-temannya di luar rumah karena akan sangat marah jika cat Pilok itu mengenai sofa di ruang tamu.


"Azizah aku titip anak-anak nanti ya, dan mbok Yem tolong di pastikan den Ryan mendapatkan semua yang di butuhkan, dan untuk makan siang semua sudah saya masak di kulkas nanti tinggal menghangatkan saja," kata Wulan yang akan berangkat bersama juragan Baron

__ADS_1


"inggeh Bu juragan," jawab kedua wanita itu.


"sudah dek, kita nanti telat, Ryan ingat jangan sampai melakukan hal aneh-aneh," pesan juragan Baron.


"memang aku mau melakukan apa yah?"


"ya gak tau," jawab juragan Baron yang membuat Ryan melotot kaget.


Sedang dia langsung pergi bersama istrinya, yang pertama datang adalah Ivan yang tak sendiri tapi bersama dengan Tyo.


"kenapa kamu ikut Tyo?" tanya Ryan heran.


"ya aku belum melihatnya," kata Ryan yang segera kedalam rumah dan mengambil ponselnya yang ternyata benar.


Hadi kelompok mereka pun makin banyak, dan akhirnya tiga remaja putri itu sampai dan tampak bingung saat melihat rumah dari Ryan.


"ini ayah tak salah mengantar ku, kenapa rumahnya begitu besar dan sangat luas?" tanya Luna pada ayahnya.


"iya benar, kalau kalian minta di antar ke rumah juragan Baron, ya ini rumahnya," jawab pria itu kesal.

__ADS_1


"permisi, apa mbak-mbak cantik ini teman mas Ryan, sudah di tunggu di dalam," tanya Toni pada tiga gadis itu.


"iya pak, berarti ini benar rumah Ryan di cowok dingin itu," kata Nella.


"hus... Jangan sembarangan manggil nama orang, sudah masuk sana nanti kalau pulang telpon dulu biar kami jemput," kesal ayah Nella pada putrinya.


Pasalnya keluarga itu terkenal tanpa ampun, ketiga gadis itu masuk dan melihat sudah di tunggu tiga remaja pria yang sedang asik santai sambil tiduran.


"ku kira kalian kesasar, kok lama sekali," kesal Ivan yang asik makan keripik kentang.


"kan aku sudah bilang rumah ku paling jauh,lagi pula kita janjian jam sembilan, ini pun belum jam sembilan,"ketus Della.


"sudah tak masalah,sekarang kita mulai dan kalian bertiga mau minum apa, tinggal ambil sendiri di sana ya, tapi kalau mau jus aku bisa minta tolong pada mak Yem," kata Ryan menunjuk lemari lendi.gin yang ada di teras.


"kamu beneran anak juragan Baron yang kaya itu,ku kira itu bohong," kata Luna.


"ha-ha-ha... kenapa kamu bilang begitu," heran Tyo.


"habis dia seperti orang biasa saat di sekolah," saut Nella

__ADS_1


"kalian bisa lihat foto keluarga ku di dalam rumah jika memang tak percaya,karena ayah dan mama ku sedang menghadiri pelatihan di desa tetangga," jawab Ryan yang langsung mengeluarkan semua desain yang harus di buat.


__ADS_2