Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
dasar tetangga rempong


__ADS_3

"loh cak Sardi, tumben kenapa ada di sini,memang mau kemana?" tanya Bu Ika.


"ya menurut mu mau kemana, kok malah bertanya seperti itu, tentu saja mau ke rumah juragan, ini toko punya rokok Surya tidak," kata Sardi kesal.


"ada dong, mau berapa?"


"dua bungkus, dan tong cepatlah karena aku harus segera ke rumah juragan," kata Sardi.


"kenapa sih buru-buru banget, memang mau kemana sih, duduk dulu kami ingin bertanya, kenapa kok beberapa hari ini tidak melihat mbak Wulan ya, biasanya sangat semangat siram-siram tanaman saat sore, ini kok malah azizah," tanya Bu Lastri penasaran


"ya kan Azizah bekerja di rumah itu bersama Mak Yem, dan kenapa harus merepotkan diri saat punya pembantu rumah tangga, ya Bu juragan kan di suruh santai menikmati hidup," kata Sardi santai


"yah itu mah namanya males, seharusnya seorang wanita itu mengurus rumah dan anak, bukannya malah asik cuma duduk santai seperti itu, kalau aku mah tetap fokus mengurus anak," kata bu Ika.


"yakan suami ibu bukan juragan Baron, makanya tak bisa melakukan itu, kalau ibu juragan cuma perlu dandan yang cantik dan merawat tubuh, karena suaminya itu suka istrinya yang cantik dan wangi,jadi jangan di samakan dengan anda yang gaji suaminya cuma cukup buat makan dua hari, sudah aku Mau pergi cao dulu," kata Sardi meninggal toko itu.


"yey sadar pria menyebalkan," Jats para wanita itu.


Akhirnya dia sampai di rumah juragan Baron sambil membawa laporan keuangan.


tak lama wawan juga datang untuk melaporkan temuannya yang akhirnya menemukan lima karung gabah yang hilang misterius, karena ternyata mereka salah taruh.


Azizah mempersilahkan Sardi masuk ke ruang tengah, dia kaget melihat sosok juragannya itu sedang tidur lelap di dekat istrinya.


"ada apa pak?" tanya Wulan pelan-pelan.


"saya ingin menyerahkan laporan tentang bongkar gudang tadi, dan gabah yang tadi sempat di kira hilang sudah ketemu dan sepertinya ada yang tak sengaja menaruhnya di bagian tumpukan jagung," terang Sardi.


"ah baiklah, menarikan catatan itu, dan apa kalian juga harus memberikan upah kuli panggul yang di panggil," kata Wulan yang memang sudah tau cara kerja suaminya itu.


"iya Bu juragan, saya ambilkan sebentar," katanya yang memindahkan tangan juragan Baron perlahan.


Dan tak lupa menggantinya dengan boneka singa milik Ryan, dan wanita itu segera pergi ke kamarnya untuk mengambil uang cash.


Dia membuka catatan hasil para kuli panggul itu muat, dan dia pun membayar sesuai dengan banyak karung yang di angkat.

__ADS_1


setelah selesai, dia pun segera menjepret-nya dengan di beri nama dan keterangan banyak karung.


Sardi pun pamit undur diri setelah mendapatkan semua gaji itu, dia tak menyangka jika ibu juragannya itu sangat cepat dalam urusan keuangan.


Wulan juga melihat ke dapur ternyata masakan untuk makan malam juga sudah siap.


jadi Mak Yem dan Azizah pun pamit pulang karena sudah jam-nya, dan dia pun mengangguk mempersilahkan.


Juragan Baron terbangun karena merasa jika tang dia peluk bukan istrinya, dia duduk sambil mengumpulkan nyawanya.


"sayang kamu kemana?"


"aku di sini mas, baru selesai mandi,mas sudah bangun," kata Wulan yang kini tampak lebih segar dan tampak begitu segar.


"jam berapa sayang, dan kenapa kamu begitu sulit di kasih tau sih, istirahat," kata juragan Baron bangun dari duduknya.


"aku sudah terlalu capek cuma rebahan dan duduk seharian,dan sekarang sudah jam setengah lima," kata Wulan yang langsung melihat reaksi kaget suaminya.


"apa jam setengah lima, kenapa tak membangunkan ku, aku harus ke gudang lagi untuk mengantarkan uang gaji semua orang,"kata pria itu panik.


Juragan Baron pun memeluk tubuh istrinya itu, "aku tau jika aku tak bisa apa-apa sekarang tanpa bantuan mu, tapi kondisi mu ini juga penting dek,"


"aku tak apa-apa mas, kenapa kamu begitu khawatir seperti ini, aku baik-baik saja kok," kata Wulan yang membuat suaminya itu tak percaya begitu saja.


akhirnya sebelum Maghrib, Ryan sudah pulang dari tempat mengajinya.


Kini mereka bertiga juga nakan bersama, dan juragan Baron yang mencuci piring karena tak mau merepotkan istrinya itu.


setelah itu dia duduk bersama Wulan untuk bekerja, karena Toko milik wanita itu sangat ramai saat ini.


bahkan bagian produksi pun sudah kuwalahan, padahal semuanya sudah berjalan dengan mesin canggih.


tapi juragan Baron berencana untuk membangun tempat produksi secara khusus agar tak jadi satu dengan toko.


Tapi dia harus menunggu anaknya itu lahir dulu, jika tidak akan ada bencana menurut orang Jawa.

__ADS_1


Ajeng masih di warung Mak tun sore itu, saat suaminya datang di antar salah satu anak buahnya.


"assalamualaikum sayang," sapa mas Andi dengan sangat lembut pada istrinya itu.


"wa'alaikumussalam mas, ah sudah datang rupanya," kata Ajeng pada suaminya itu, bahkan dia tak sungkan untuk memeluk tubuh mas Andi di depan semua orang.


"sayang... Aku masih bau dan kotor," kata mas Andi dengan senyuman yang merekah.


"aku juga loh, masih berkeringat karena dari tadi sibuk membantu ibu, mau pulang sekarang, karena warung juga sudah mau tutup kok," kata Ajeng yang tak sabar lagi mau pulang bersama suaminya itu


"boleh sayang, tapi Mak belum menutup warung sepenuhnya begitu," bisik mas Andi.


"siapa, pak Tarjo dia itu calon ibu," bisik Ajeng.


mendengar itu mas Andi pun tersenyum,"ya sudah aku akan pamit Mak dulu kalau begitu," kata pria itu.


"Mak aku pulang dulu ya, sudah di jemput mas Andi," kata Ajeng dengan suara cukup keras.


"eh iya, aduh menantu ku tdng tampan datang, lain kali menginap ke rumah gitu loh,masak tdk kasihan dengan Mak tinggal sendirian," kata Mak tun


"tidak usah, itu nanti bisa menganggu Mak," kata Ajeng menyahut.


"insyaallah ya Mak," jawab pria itu.


Ajeng pun mengajak suaminya itu pulang, dan tak mau berlama-lama lagi karena dia tak nyaman dengan tatapan pria yang akan jadi ayah sambungnya itu.


Ya meski pun Mak tun ini menikah beberapa kali, tapi semua suaminya mati tak lama setelah menikah.


Entah kenapa, bahkan saat Ajeng di luar negri saja, dia mendengar ibunya sempat menikah dua kali sebelum Akhirnya kapok.


Eh tahunya sekarang wanita itu ingin menikah lagi, dan dari yang dia dengar pria yang sekarang ini bisa di sebut sebagai orang pintar.


"kamu tumben sayang begitu diam," tanya mas Andi.


"tidak kok mas,aku hanya mengingat sesuatu saja," jawab Ajeng yang tak mau suaminya itu tau isi pikirannya.

__ADS_1


Jarwma dia sebenarnya malu jika suaminya itu tau jika ibunya itu suka kawin berkali-kali.


__ADS_2