Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
rencana pernikahan


__ADS_3

Ryan dan Aina berada di dalam mobil, Ryan terlihat narah bahkan sampai memukul setor mobilnya.


"mas tenang, aku tak akan terpengaruh dengan ucapan dari mbak Ilmi, karena aku sudah tau apa yang dia rencanakan,bahkan sebelum mas datang dia sudah berusaha mendekati keluarga mu," kata Aina.


"tapi aku tak suka, dia sangat menyebalkan, memang dia tak tau malu sudah di tolak berkali-kali tapi tetap ingin menjadi istriku," kesal Ryan yang benar-benar tak ingin bermasalah lagi dengan gadis itu.


"tapi apa yang akan mas lakukan," tanya Aina bingung.


"kita lihat saja besok siang dek," jawab Ryan yang tak ingin mengatakan apapun pada aina.


Karena ini perangnya,perang yang harus dia menangkan dengan cara apapun,meski harus menyingkirkan wanita itu dari dunia ini.


sesampainya di rumah, Aina tak menceritakan apa yang terjadi dan memilih diam saja.


toh dia sudah sering di serang secara frontal oleh Ilmi tapi dia masih diam karena belum keterlaluan menurutnya.


Ryan pun juga tak ingin membahasnya jadi memilih diam saja dan mdkan bersama keluarganya.


Dia tak ingin mengusik ketenangan dan kebahagiaan keluarganya dengan cerita Ilmi yang menjengkelkan.


Setelah makan, Ilmi membantu di kembar untuk belajar bersama bima.


sedangkan Ryan mengumpulkan para orang tua untuk membahas sesuatu yang penting untuk masa depannya.


"ada apa Ryan,kenapa kamu mengumpulkan kami seperti ini?" tanya juragan Baron yang merasa aneh dengan putranya itu.


"aku ingin menikahi Aina secepatnya,aku sudah tdk bisa lagi terus di ganggu oleh ilmu,bahkan dia membuat asumsi buruk pada ku dan Aina,"


"gadis itu lagi, ayah sudah tau apa yang dia inginkan, dia hanya ingin punya kehidupan yang baik, jadi itulah kenapa dia terus berusaha untuk bisa menikah dengan dirimu,karena ibunya juga sudah mengusir dia dari desanya," jara juragan Baron yang di tanggapi santai.


"semua sudah tau,"


"tentu saja, dia terus menganggu Aina,itulah kenapa aku meminta ayah mu menyelidikinya," jawab Bu pawoh ya g juga sudah tak bisa mentolerir gadis itu lagi


"mama setuju jika kalian menikah secepatnya, tapi bagaimana pun butuh waktu untuk mengurus semua surat terlebih kira harus mencari saudara dari Andika untuk jadi wali dari Aina,"


"kenapa repot, mereka saja tak peduli dengan keponakannya,jadi kita gunakan wali hakim untuk menikahkan Aina, toh ayahnya juga sudah meninggal dunia," kata pak Dikin yang makin membuatnya terlihat mudah

__ADS_1


"kalau begitu, semuanya bsudah di putuskan, besok aku yang mengurus semua surat, dan Ryan jangan keluar rumah karena aku merasa akan ada kejadian buruk," kata juragan Baron.


"baiklah aku mengerti ayah,dan aku akan tinggal di rumah mbah kung dan Mbah uti untuk sementara," kata Ryan yang tau apa maksud ayahnya.


sedang di rumahnya, Ilmi sudah menyiapkan semuanya untuk membuat keributan besar itu.


Dia tentu akan membuatnya menjadi lebih mudah seandainya ada acara desa yang harus di hadiri oleh semua orang.


karena jika ingin mengajak Ryan keluar berdua saja, itu sepertinya mustahil terjadi.


"aku sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya membuat pria itu mau menemui ku,karena rencana ini tak akan berhasil jika tak bertemu di tempat umum," gumam Ilmi.


Tapi dia tak akan menyangka jika akan ada rencana jahat yang juga sudah di persiapkan dengan sangat baik oleh beberapa pria.


Pasalnya ada tiga orang pria yang siap melaksanakan tugas.daro bos besar mereka.


Tentu bukan orang kepercayaannya, tapi orang lain yang bahkan lebih bisa di percaya lagi.


"jadi bagaimana Yudi, apa sudah sesuai perintah ku,"


"baiklah atur segalanya,besok kalian datang ke rumah kakek nenek ku untuk mendapatkan pembagian tugas di sini,"


"baiklah kami mengerti bos," jawab Yudi yang mematikan ponselnya itu.


"apa mereka sudah siap, dan suruh mereka pergi yang jauh setelah selesai,"


"tentu saja, mereka kan anak buah kita, tentu saja mereka tau jika tak ingin mati itu yang harus mereka lakukan dengan cepat setelah melakukan pekerjaannya."


Keduanya pun mengangguk dan kembali minum sedikit alkohol karena untuk menghangatkan tubuh, karena di desa tempat tinggal bos mereka ini sedang dingin.


Ilmi tidur dengan nyenyak karena kelelahan, rumah tempat tinggal wanita itu cukup sepi.


karena berada di ujung desa, dan sedikit jauh dari para tetangga.


Itu sangat mudah di bobol oleh tiga pria yang sudah dapat perintah untuk melakukan aksi mereka.


mereka masuk lewat pintu belakang, secara pelan-pelan, dan langsung bergegas masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Mereka mencari kamar tidur Ilmi, setelah ketemu dengan gadis itu, salah satu dari mereka mengeluarkan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.


Ilmi terbangun tapi tak lama dia kembali pingsan, dan salah satu dari mereka menemukan suntikan dan juga sapu tangan.


"sepertinya dia berniat untuk melakukan hal yang sama,"


"tapi kamu salah, karena sepertinya.obat di suntikan itu obat pera******,"


"ya sepertinya begitu, bagaimana jika kita berikan padanya saja," usul dari pria yang menemukan suntikan itu.


Mereka memberikan suntikan itu pada Ilmi, dan mulai melakukan tugas mereka dengan mengunakan topeng dan juga sarung tangan.


Mereka membuat film yang sangat hebat, dan setelah selesai, mereka mengirimkan rekaman video itu pada bos kecil mereka.


tak lama video itu di sebar secara luas dengan bantuan Ipung, seorang pria yang pintar dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan komputer.


Ryan pun hanya tersenyum, dia memang tak menyingkirkan wanita itu, tapi dia membuatnya malu itu sudah cukup.


Keesokan harinya, dari desa heboh karena video yang tersebar dan rumah dari Ilmi yang kemalingan hingga tak ada yang tersisa barang berharga di rumah itu.


Memang semua orang menjadi sangat mengasihani wanita itu,tapi beberapa orang juga memandangnya dengan kotor karena dalam rekaman itu terlihat Ilmi yang berteriak dan mendesah menikmati setiap yang di lakukan.


Ilmi sangat terpukul, terlihat ada juragan Baron yang menyapa pihak kepolisian bersama para perangkat desa.


Ilmi yang sudah mengenakan pakaian, bergegas ingin menyentuh kaki juragan Baron tapi pria itu segera menghindar dari Ilmi.


"apa yang kamu lakukan,jangan sembarangan menyentuh orang yang bukan mahram mu,"ketus juragan Baron yang memang menjaga jarak.


"tolong bantu saya, saya hanya ingin meminta tolong, karena saya ingin keadilan juragan," mohon ilmi.


"kenapa kau meminta ku melakukan itu, di sini ada polisi, apa kamu tak bisa berpikir rasional, aku bukan hukum atau kedudukan ku bukan di atas polisi dan pak lurah, jadi minta tolong mereka, jangan ngomong yang tidak-tidak,"


mendengar itu para warga mulai merasa aneh juga, kenapa Ilmi melakukan itu,meski pun juragan Baron sering membantu orang, tapi tidak mungkin bisa melangkahi para petinggi di desa ataupun polisi.


"apa dia sudah gila, atau memang tak tau malu, setelah menggoda putra juragan,tak berhasil kini berusaha menggoda juragan Baron,"


"sepertinya itu benar," kata ibu yang lain menyahut.

__ADS_1


__ADS_2