
mereka semua masuk ke area Candi Prambanan, mereka juga berkeliling di sekitar candi dan mencari sosok Roro Jonggrang yang di kutuk jadi arca.
Tapi karena waktu tidak memungkinkan, jadi mereka memutuskan untuk pulang.
langit menampakkan sore hari. dengan warna jingga bersemu merah saat mereka ingin meninggalkan tempat itu.
Mereka pun memutuskan untuk pulang, karena tak ingin kemalaman saat sampai di rumah.
Tapi yang aneh saat dalam perjalanan, mereka yang sempat berhenti di beberapa rest area, sebelum sampai ke rumah inap.
Ryan merasa ada yang sedikit mengganjal di dalam dirinya, tapi entah apa itu.
Hingga akhirnya mereka sampai ke rumah tempat mereka menginap.
saat Ryan masuk ke dalam kamar miliknya, Betapa terkejutnya dia saat melihat sarung yang dia pasang kemarin malam sudah tidak ada.
Melihat itu Ryan sudah merasa tak enak, "wah bahaya ini rumah ini tidak aman sepertinya," gumamnya melihat apa yang terjadi di kamar itu.
Ryan pun kembali keluar, dan menemui semua orang yang ada di ruang tamu.
"Sepertinya kita harus pergi dari rumah ini,aku merasa tidak ada yang beres di rumah," kata Ryan yang sudah menebas semua baju miliknya dan istrinya.
"Apa maksud mu, hey... Apa ada yang tidak beres di sini, kenapa kamu panik seperti itu," kaget Ivan.
"Apa maksudnya mas, kenspa kita harus pergi?" tanya Aina heran.
"Semalam aku memasang sarung di jendela bukan, tapi saat aku masuk barusan, dan melihat di kondisi kamar kita, ternyata sarung itu sudah tidak ada. jadi malam ini, aku memutuskan untuk keluar dari rumah ini, dan mencari hotel terdekat untuk menginap." terang Ryan yang membuat Aina jadi takut juga.
"aku setuju, itu lebih baik aku juga ikut, aku merasa rumah ini sedikit tak nyaman sekarang, terlebih setelah kejadian kamu kemarin malam," kata Kevin yang juga langsung membereskan semua barangnya.
Akhirnya malam itu rombongan ryan pun meninggalkan rumah inap itu, tanpa memberitahu pria penjaga rumah itu.
Benar saja saat mobil meninggalkan rumah itu, sosok pria misteri lagi-lagi masuk ke dalam kamar dan merasa sedih.
Bahkan pria itu mengacak-acak seluruh kamar, karena dia mengejar salah satu wanita yang ada di dalam pembukaan itu.
"Kenapa kamu ikut pergi dengan mereka, seharusnya kamu menjadi isteri ku dan tetap tinggal di sini!!" teriaknya.
penjaga rumah inap itu pun datang dan melihat pria itu ternyata lepas serta hilang kendali.
"sialan!!! gara-gara satu orang gila keluarga ini, aku jadi kehilangan banyak penyewa, padahal rombongan mereka ini sangat baik dan tidak minta aneh-aneh," kesal penjaga rumah inap yang memukul pria itu hingga terkapar di lantai.
"Kenapa kamu nggak ikut mati dengan keluarga sialan mu itu brengsek!!" maki penjaga rumah itu.
Rombongan Rian dan seluruh temannya, sampai di sebuah hotel berbintang di sekitaran kota.
Mereka Langsung memesan kamar masing-masing, setelah sampai kamar, Mereka pun memutuskan untuk mandi dan beristirahat.
Tak sengaja Kevin masuk ke dalam kamar mandi tanpa melihat, jika istrinya belum selesai melakukan ritual mandinya.
Laila yang menoleh sontak kaget melihat suaminya sedang santai buang air kecil.
"Mas Kenapa masuk aku belum selesai," lirih Laila, saat melihat suaminya itu sudah berada di dalam kamar mandi.
"aku sudah tak tahan dek..."
__ADS_1
Kevin yang menoleh pun kaget melihat sosok istrinya yang begitu cantik. bahkan wanita itu berusaha menutup tubuhnya dengan tangannya.
Tiba-tiba tanpa dia sadari adiknya mulai bergerak, dan ternyata bisa kembali normal seperti semula.
Laila membuang wajahnya karena dia melihat pemandangan yang aneh di sana.
Sekarang dia percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ryan ,jika ada yang ingin mengganggu nya, dan Sepertinya dia tahu siapa pria itu.
Sedang di kamar lain, tentu saja sedang ada adegan panas terjadi, bahkan pertarungan itu sangat sengit, meskipun AC itu menyala tetap ruangan itu sangat panas membara.
Setelah menyelesaikan keinginannya, Ryan pun memilih merupakan tubuhnya di samping istrinya itu.
Sedang Aina sudah kelelahan dan menutup matanya, dia tak menyangka jika Ryan bisa sebuah ini.
Dia tak menyangka jika sate yang pesan dan dimakan satu setengah matang tadi, bisa memberikan Efek besar untuk malam ini.
Bahkan Kevin pun mungkin akan melakukan hal yang sama jika sudah kembali normal .
Benar saja Apa yang dipikirkan oleh Ryan, di kamar bulan madu sebelah juga sedang terjadi pertarungan panas antara Kevin dan Laila.
Kevin tak menyangka akan memiliki istri yang masih menjaga kesuciannya.
Ia pun merasa beruntung karena bisa memiliki istri yang baik, seperti Laila.
Saat melihat Laila yang masih berbaring, memiringkan tubuhnya, tiba-tiba adik dari Kevin kembali bergerak untuk mengajak bersilaturahmi.
Kevin yang tidak bisa menahan diri lagi, langsung menyerang istrinya. dan mereka pun kembali ke ronde yang kedua.
Bahkan malam itu bisa dikatakan mereka melakukannya ronde-ronde, begitupun dengan Ryan dan Aina.
Keesokan paginya, Mereka pun semua sarapan di restoran yang ada di hotel.
Ryan juga sudah menghubungi pihak penjaga rumah inap, dan pria itu akan datang ke hotel.
Dan siang ini mereka ada rencana untuk ke Malioboro untuk memilih oleh-oleh yang akan dibawa pulang .
Tentu saja mereka juga akan membeli makanan untuk menjadikan oleh-oleh juga.
Bahkan tiba-tiba ponsel Sona berbunyi, dan itu adalah daftar oleh-oleh yang di inginkan oleh ketiga adiknya.
"ada apa sayang?" tanya Ryan yang mengusap saus di sudut bibir Aina.
"ini mas, adik-adik tercinta kira ini memesan beberapa barang untuk di belikan, dan ayah minta di belikan bakpia, sedang mama ingin lumpia," jawab Aina yang menunjukkan ponselnya.
"kan sudah deh, bisa di tebak pasti kura pulang dengan banyak barang, ya sudah nanti beli ya," kata Ryan.
Sedang Kevin juga mendapatkan pesan dari ibunya, yang ingin segera kabar baik datang.
Kevin pun mengiyakan dengan mengirimkan stiker berupa jempol.
siang itu mereka benar-benar full membeli oleh-oleh, bahkan Aina seperti akan membuka toko batik karena saking banyaknya yang di beli.
Tak hanya batik, mereka juga membeli beberapa jenis makanan khas kita itu.
Dan akhirnya Ryan memutuskan untuk menyewa travel untuk pulang dari pada repot naik kereta karena barang bawaan mereka semua.
__ADS_1
karena mereka semua juga membeli oleh-oleh sangat banyak.
Yang pertama turun saat sampai di desa adalah Ivan dan Edo, setelah itu disusul Kevin dan Laila.
Keduanya disambut dengan sangat gembira oleh kedua orang tua Kevin, bahkan ibu Kevin pun sampai memeluk Laila dengan erat.
"Ibu lepaskan Istriku kamu bisa menyakitinya,"
"hei ucapan Apa itu, bagaimana memeluk bisa menyakiti menantu cantik ibu, kamu jangan ngadi-ngadi ya Kevin,"
"sudah sudah ini masih subuh, cepat Kevin bawa barang-barang mu masuk, dan kamu Dek ajak menantumu itu masuk, atau Jika perlu buatkan mereka teh hangat, karena pasti perjalanan mereka sangat melelahkan," perintah ayah kevin.
"tidak perlu Ayah, aku bisa membuatnya nanti, lebih baik ayah dan ibu istirahat saja, karena masih jam empat pagi juga,"
"huh, Ibu sih emang nggak mau tidur, karena Ibu mau lihat oleh oleh yang dibawakan oleh menantu ibu, ibu kan jadi penasaran!"
"Emang siapa yang membelikan ibu oleh oleh? aku sih nggak mau ya, itu kan menghabiskan uang." kata Kevin yang langsung di sambut pukulan pelan di kepala oleh ayahnya.
"ayah..." rengek Kevin.
Sekarang tinggal Ryan dan Aina yang belum turun, mereka berdua memilih turun di rumah juragan Baron.
Saat mobil travel itu berhenti, Pak Tono dan Pak Joko, langsung bergegas membantu membuka pintu pagar rumah.
membantu menurunkan barang-barang yang dibawa oleh dua juragan mereka itu, ke teras kediaman juragan Baron.
Supir travel itu terkejut melihat rumah mewah itu yang berdiri kokoh, pantas saja Ryan tak menawar saat meminta jasa travel itu mengantarnya.
Terlihat barang bawaan mereka sangat banyak, karena banyak orang yang akan menerima hadiah oleh-oleh.
Belum lagi titipan ketiga adiknya serta para orang tua juga.
"Apa di rumah belum ada yang bangun Pak?" tanya ryan yang melihat rumah masih cukup sepi.
Padahal biasanya mama Wulan sudah bangun meski belum subuh karena terbiasa sholat malam.
"sepertinya belum Den, ini kan masih jam empat pagi," jawab Pak Tono
"Ya wes, kalau begitu, saya bisa masuk pakai kunci duplikat, dan untuk bapak Travel, Terima kasih sudah mengantar kami, dengan Selamat sampai rumah ya."
"Inggih Den sami-sami, Kulo nggih Matur suwun sudah di percaya, kalau begitu kami pamit dulu, permisi..." kata sopir travel itu dengan sopan.
mobil travel itu pun pergi meninggalkan rumah juragan Baron.
Saat Ryan ingin membuka pintu dia terkejut melihat adiknya sudah membuka pintu duluan.
Raisa dan Raina langsung memeluk keduanya, "akhirnya kalian pulang juga, aku kangen!!"
"hus... Ini nadih pagi, sudah ayo bantu bawa masuk, jika tidak mas tidak bai bagikan pesanan kalian," ancam ryan
"siap bos," jawab keduanya yang membantu kakak dan kakak iparnya.
Bahkan mereka juga tak menyangka jika keduanya membeli oleh-oleh sebanyak itu.
Aina memilih memasukkan lumpia basah ke kulkas karena takut rusak.
__ADS_1
tak lama maja Wulan keluar karena mendengar keributan, dia langsung memeluk Aina dan mengecup pipi menantunya itu.
Ryan menyalami mama wulan dan juga mendapatkan ciuman, "Alhamdulillah kalian pulang dengan selamat ya,"