
Akhirnya malam itu, mereka di izinkan pulang setelah dokter memastikan jika tak ada yang perlu di khawatirkan lagi.
Selama menuju ke rumah, tak ada yang bicara, dan Ryan memilih duduk di dekat ayahnya.
Sesampainya di rumah, ternyata mbak Tami sudah pulang, dan malam itu Bu pawoh dan pak Dikin memilih menginap di rumah mewah juragan Baron.
Ya bukan karena apa, mereka masih tak bisa pulang dengan tenang karena tak ingin jika ada sesuatu mereka tak tau.
Ryan pun sudah tidur bersama kakeknya, bocah itu memang cepat sekali akrab dengan pak Dikin.
Tanpa di duga, juragan Baron memilih istirahat lebih awal, sedang Bu pawoh masih di dapur membuat sesuatu.
ya dia tau jika saat sakit seperti ini, putrinya itu terbiasa bangun sangat pagi dan Japar, jadi dia menyiapkan sesuatu agar Wulan tak kelaparan.
Tapi saat akan ke dapur kotor,dia kaget melihat ada beberapa barang wanita yang cukup pribadi berserakan.
Ternyata ada wanita gila yang sedang mandi di sumur tanpa mengenakan benang sehelai pun.
__ADS_1
"kenapa kamu di sini, ku kira sudah pulang, dan pergi sebelum aku membakar mu hidup-hidup," marah Bu pawoh yang mengejutkan Tami.
"maaf ibu," kata wanita itu kaget dan langsung mengambil barang miliknya dan pergi.
Bu pawoh pun merasa jika pelayan menantunya itu aneh, bagaimana tidak, wanita itu bisa-bisanya melakukan hal seperti itu
tapi jika melihat bagaimana juragan Baron pada putrinya, pria itu tak mungkin tergoda oleh pembantu ganjen begitu.
Tapi kenapa bisa menantunya memperkerjakan wanita seperti itu, dan besok dia harus membahasnya karena tak mau putrinya terluka lagi itu sudah cukup semuanya.
pak Dikin yang sempat sayup mendengar suara istrinya pun menghampirinya,"ada apa sayang?" tanya pria itu.
"ah kamu tak tau rupanya, sepertinya dia baru selesai main dengan selingkuhannya, ya itu bang brenk, dan itu seperti rahasia umum di desa ini," kata pak Dikin.
"apa maksudnya, jadi dia menjadi seorang selingkuhan dari pria beristri, dan batin masih memperkerjakan wanita seperti itu, tidak boleh, cukup dulu Wulan terluka karena suaminya berkhianat,sekarang tidak boleh lagi," kata Bu pawoh yang benar-benar tak bisa bicara lagi
"tenanglah, kita bisa bicarakan ini dengan menantu besok, sekarang istirahat dulu, dan kamu tadi masak apa?"
__ADS_1
"itu ada mie untuk Wulan, kamu tak tau jika putriku itu sakit, dia akan sedikit aneh," kata Bu pawoh.
"baiklah, sekarang kamu juga sudah harus istirahat, jangan sampai karena merawat wulan yang sakit, kamu jadi ikut sakit," kata pak Dikin..
Keduanya beristirahat, hanya selang beberapa jam benar saja, Wulan bangun dan merasa lapar.
Jadi wanita itu bangun dan langsung mencari makanan, dan dia langsung berbinar saat melihat mie kuah yang sudah mengembang.
Dia mengambil mangkok dan mulai memakannya, juragan Baron yang tak merasakan istrinya di sampingnya merasa kaget dan langsung bangun.
Dia kaget tak menemukan istrinya dan bergegas mencari di kamar mandi tapi nihil.
Akhirnya dia keluar dan mencarinya di dapur mungkin sedang minum karena haus
Tapi dia kaget melihat istrinya itu sedang makan mie di meja makan sendirian, sambil tersenyum senang.
"ku kira kamu pergi kemana sayang,ternyata sedang di sini, kamu sedang makan apa?" tanya pria itu bernafas lega
__ADS_1
"aku sedang makan mie kesukaan ku, maaf jika menurut mas ini aneh, tapi setiap aku sakit pasti aku akan bangun jam segini dan makan mie itu," kata Wulan.
"tidak ko,karena aku juga seperti itu kok," jawab juragan Baron yang mencicipinya dan ternyata rasanya enak.