
Gofar sampai di rumah yang dia tuju, tapi di rumah kosong itu juga tak di temukan siapapun.
tapi saat akan pergi, tiba-tiba dia merasakan hawa yang aneh, angin pelan bertiup menerpa tubuh Gofar.
Pria itu termenung sejenak, sekelebat bayangan bayangan membuatnya menajamkan penglihatannya.
tapi bayangan itu hilang saat menembus tubuh Ryan, "lah kamu kenapa di situ,pulang yuk sudah mau surup, tak baik berkeliaran begini, dan jangan bengong begitu," kata Ryan yang menarik tangan kakaknya itu.
"tunggu dulu, tadi aku melihat seorang," kata Gofar yang membantah pria itu.
"alah opo maneh, Iki rumah kosong, ayo pulang," kata Ryan yang tak ingin melihat aneh-aneh
saat tengah berdebat, ponsel Ryan berdering, dan itu adalah Aina yang menelponnya.
"assalamualaikum mas... kumohon pulang, Dewi sudah di temukan," kata Aina yang terdengar sendi dari sebrang telpon.
"wa'alaikumussalam, Alhamdulillah kalau begitu, kami akan langsung ke rumah keluarga pak Basuni," jawab Ryan yang terlihat begitu senang
"ada apa Ryan?"
"Dewi sudah ketemu, ayo kita kesana," kata Ryan yang membuat Gofar lari dan ingin cepat sampai di rumah.
Terlihat semua orang ada di sana, banyak warga yang berdatangan untuk melihat kondisi Dewi.
Tapi yang aneh, Aina tampak duduk di luar rumah dengan wajah sedih.
Gofar sudah lati masuk kedalam rumah, tapi Ryan mendekati istrinya.
"ada apa sayang, kenapa kamu disini, bukankah ikut masuk," tanya Ryan yang berlutut di depan istrinya itu.
Aina mengeleng pelan, tapi tiba-tiba wanita itu terisak lirih, "ya Allah, Bu Basuni ini keterlaluan ya,mask iya dia berani membentak mbak Aina yang sudah membawa Dewi pulang, hanya karena kondisi Dewi yang seperti orang gila itu," kata salah satu ibu yang keluar dari rumah keluarga dewi.
"apa?" marah Ryan.
"mas bawa aku pulang.... Aku tak mau di sini," mohon Aina yang sudah tak bisa lagi menahan air matanya.
Laila pun merasa kasihan, terlebih sahabatnya itu sedang hamil muda.
"tolong bawa Aina pulang,nanti aku akan ceritakan segalanya, dia sedang tak baik-baik saja," kata Laila yang mencoba menghalangi Ryan yang ingin mengamuk.
__ADS_1
Ryan membawa istrinya itu pulang, tapi Laila masih khawatir, jadi dia berbicara sedikit keras.
"sebelum itu tolong ajak dia ke rumah sakit, aku takut kandungannya kenapa-kenapa karena tadi dia jatuh," kata Laila lagi.
Ryan menganggukkan dan pergi dari sana, sedang di dalam rumah, keluarga juragan Baron terlihat berada di ruang tamu melihat keadaan Dewi.
Ya gadis itu cuma diam saja, dan tubuhnya penuh luka, kakinya juga terluka parah.
Tapi tatapan gadis itu kosong, "Dewi... Apa yang terjadi pada mu, kenapa kamu seperti ini," tanya Gofar.
tapi tak ada jawaban, Dewi tetap diam dan tiba-tiba dia melihat Gofar dia langsung mundur dan ketakutan.
"Jangan lukai aku, aku takut.... Pergi!!" teriak Dewi memeluk ibunya.
"lihat kan juragan, bagaimana kondisi putri saya, ini pasti mbak Aina yang melakukannya, dia yang membawa Dewi dengan kondisi seperti ini, pasti dia tak suka Dewi akan menjadi istri dari Gofar," kata Bu Basuki yang membuat semua orang kaget.
"ucapan apa itu, jika bukan karena Aina, dia sudah mati tertabrak kereta api, bisa-bisanya kamu mengatakan hal seburuk itu, bahkan jika dia di lecehkan oleh seseorang itu bukan salah Aina karena aku bersama dia saat menolongnya, bahkan Aina tak memikirkan kandungannya yang masih muda," kata Laila yang membuat semua orang terdiam.
"apa... Maksudnya dia di lecehkan," kata Ryan bertanya pada Laila.
"ya, dia berjalan di tengah rel kereta api seperti orang gila, dengan keadaan baju robek-robek dan di antara kakinya ada bekas cairan yang mengering, bahkan jika tak percaya tanya saja pada ibunya yang memandikannya, pasti seluruh tubuhnya terluka dan banyak bekas tanda merah, jika bukan Aina yang memberikan gamisnya tadi, mungkin kami akan membawanya dengan kondisinya yang mengenaskan, jadi jangan menghina Aina!!" bentak Laila.
"semuanya pulang," kata juragan Baron.
"tidak ayah, aku tak ingin pulang," kata Gofar.
"aku tak mau di bantah, pulang!!" bentak pria itu penuh amarah.
Gofar pun di seret pulang, dia berontak, tapi Raina menghadangnya saat ingin kembali masuk kedalam rumah itu.
Gadis itu bahkan berani pada Gofar, "minggir lah!!" bentak Gofar.
"tidak akan!!" jawab Raina.
karena emosinya memuncak, Gofar pun akhirnya berteriak pada adiknya itu.
"minggir atau aku akan melukai mu!!" bentaknya.
"Gofar!!" marah mama Wulan.
__ADS_1
"lakukan!! Kenaia kamu mau masuk kedalam rumah orang yang melukai adik-adik mas, mas lupa jika mbak Aina sedang hamil rela menolong wanita yang bahkan belum jadi keluarga kita, bagaimana jika kehamilannya terjadi masalah, dan bagaimana hancurnya perasaan mas Ryan jija itu terjadi,dan mas demi wanita itu ingin meninggalkan kami, ingatlah mas, jika kamu bukan putra angkat juragan Baron, dia tak akan mau dengan mu!!" teriak Raina dengan penuh kemarahan.
"kenapa kamu sebodoh ini!!!" imbuh Aina.
"hentikan na!! Mas Gofar sudah terbutakan oleh cintanya, dia lupa siapa orang yang melindunginya saat tak ada seorang pun yang peduli padanya, jadi sekarang pilih saja, mas sudah dewasa," kata Raisa yang menarik tangan saudara kembarnya.
mama Wulan menatap Gofar dengan kekecewaan besar, terlebih setelah si kembar memberikan video yang berisi rekaman.
sekarang juragan Baron pun meninggalkan rumah itu, dan begitupun para warga
Karena bagi mereka, tak ingin menolong keluarga yang tak tau malu seperti ini.
Karena nyatanya semua yang terlihat itu tak sebaik yang terlihat, terlebih semua orang juga sudah tau siapa Aina.
Tapi berani-beraninya keluarga yang bahkan tak sepadan dengan gadis itu,menghina dan mencaci maki Aina, bahkan setelah wanita itu menolong putri mereka yang sudah hilang beberapa hari
Gofar bingung, dia ingin masuk dan melihat kondisi Dewi, tapi melihat tatapan kekecewaan dari kedua orang tuanya.
Lebih membuatnya terluka, jadi dia pun meninggalkan rumah itu dan meminta tolong seorang warga untuk mengantarnya pulang.
Bu Basuni tak mengira jika Gofar memilih pulang, dia tidak menyangka jika pria itu tak peduli pada putrinya.
dia kembali ke depan Dewi dan mengguncang tubuh putrinya itu, "sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bisa sampai seperti ini!!" marahnya.
dia terlanjur malu, karena ucapan Laila yang begitu keras, dan pilihan Gofar.
Di tambah kondisi mental Dewi yang benar-benar terguncang, "sudah Bu, kumohon jangan marah,Dewi masih syok," kata Kipli membela adiknya itu.
"gadis Bodoh ini, sudah ibu bilang untuk menjaga diri, tapi kenapa malah jadi seperti ini, kamu sekarang sudah di buang oleh keluarga itu, kamu akan jadi bahan olok-olok semua warga desa,bikin malu," kata Bu Basuni.
"bawa dia ke kamar dan kunci pintunya,bapak terlanjur malu, karena sudah sesumbar akan jadi besan juragan baton, tapi ternyata karena kebodohannya semua rencana berantakan!" marah pak Basuni kecewa
ya mereka yang mendengar jika Gofar menyukai dewi, awalnya bersikap kaget dan seakan tak percaya
Tapi yang sebenar itu di lakukan karena mereka sudah merencanakan semuanya dengan matang-matang.
Tapi segalanya hancur sebelum acara pertunangan, dan sekarang Dewi sudah tak berguna lagi bagi mereka
bahkan bayangan akan mendapatkan mahar banyak dan tanah serta sawah pupus dalam sekejap.
__ADS_1