
Pak Dikin, Merasa kesakitan karena ulah istrinya itu, Bagaimana tidak, tangan Bu pawoh ini terkenal sangat berat, dan ringan, jika saat jika menjewer seseorang.
Ryan merinding melihat Apa yang dilakukan oleh neneknya, pada sang kakek membuatnya takut.
"Jadi apa yang kamu rasakan Mbah, sudah kapok hah!" tanya Abu Pawoh pada suaminya itu.
"Aku hanya bercanda sayang, kenapa kamu sensitif banget sih, janganlah kamu seperti itu, Aku sampai kesakitan ini," mohon pak Dikin.
"Peduli amat, sekarang kamu tahu kan rasanya jadi jangan macam-macam," ancam Bu Pawoh.
Sedang Ryan dan yang lainnya hanya bisa menertawakan apa yang terjadi.
setelah mereka selesai makan, Ryan dan Aina sudah berpamitan untuk pulang.
Mereka harus segera pulang karena sudah meninggalkan rumah cukup lama.
Dan itu sudah membuat aina membayangkan bagaimana debu yang akan dia dapatkan.
"Jadi, kalian mau pindah, nggak? mau di sini untuk menginap beberapa hari lagi?" tanya mama Wulan
"Maafkan kami Mama, kami harus pulang rumah, pasti rumah sudah kotor, terlebih kami kan dari Jogja langsung ke sini," jawab Aina mohon dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah sayang, menantu kesayangan mama, bikin gemes saja," jawab mama Wulan yang membuat Aina tersenyum lagi.
Akhirnya setelah berpamitan mereka pun pulang, dan tanpa sepengetahuan istrinya, ryan sudah membelikan sebuah motor baru.
ya sebenarnya Aina bisa menggunakan salah satu mobil yang ada di garasi, tapi istrinya itu lebih memilih menaiki motor.
bahkan istrinya itu juga punya kesukaan yang nyeleneh bagi ryan. yaitu Aina suka motor sport bukan motor biasa atau motor matic.
Setelah sampai di rumah Aina kaget saat membuka garasi mobil, dia melihat dua motor sport yang ada di sana, salah satunya adalah merek Yamaha XSR 125 Legacy.
Motor itu berwarna silver dan memiliki jok juga berwarna coklat kayu, itu membuat Aina tersenyum senang melihat.
"Mas, ini motor siapa? dan Kenapa ada di rumah kita?" tanyanya dengan sangat penuh kegembiraan.
"Tentu saja, itu motor milikmu sayang, yang satu lagi motor punya ku, karena motor ku yang kemarin sudah Mas jual," jawab Ryan dengan senang juga.
Aina pun langsung memeluk suaminya itu erat, dia tak menyangka jika Ryan benar-benar membelikan motor impiannya.
"Mas, beneran tidak berbohong, kan? Ini motor ku?" tanya Aina masih tak percaya.
"Tentu saja sayang, karena aku tahu jika kamu lebih menyukai motor sport, dibanding motor matic biasanya ,jadi aku memutuskan untuk membelinya satu, masing-masing satu untuk kita." jawab Ryan dengan memeluk pinggang istrinya dan tak lupa memberikan kecupan di pipi istrinya.
"Terima kasih Mas, aku sangat mencintaimu." jawab Aina dengan Senang dan memberikan kecupan di bibir Ryan
"Kalau begitu kita masuk ke dalam dan biarkan motor itu di sana, dan besok saat ke kampus, Kamu bisa menggunakannya," kata Ryan.
"Terima kasih ya Mas,"
"Berhentilah berterima kasih, dan cepat kandunglah buah cinta kita, karena jika kamu bisa melahirkan cucu dari juragan Baron secepatnya, mungkin Ayah akan memberikan segalanya untukmu," usul Ryan yang membuat Aina terkejut bukan main
Bahkan Aina langsung merubah raut wajahnya menjadi ketakutan.
__ADS_1
"Apa mas, Mas bercanda kan, menyuruhku untuk kuliah, dan sekarang juga minta aku untuk segera hamil, aku udah bingung bagaimana akan mengatasinya," bingung Aina
"Tenang Sayang tenang, Kenapa kamu sampai sepanik itu, aku hanya bercanda," kata Ryan dengan tertawa melihat ekspresi dari istrinya.
"sumpah mas, Bercanda mu tidak lucu tahu," kesal Aina
Mereka pun masuk ke dalam rumah, dan Aina langsung menyalakan vacuum cleaner.
karena dia harus membersihkan rumah sebelum beristirahat.
Tapi Ryan merebutnya dan meminta Aina untuk mengganti sprei kasur saja, karena itu pasti juga sangat kotor selama mereka pergi berlibur.
Setelah bersih-bersih sedikit, keduanya pun duduk di depan TV untuk menikmati film horor, yang sedang ingin ditonton oleh Ryan.
Untungnya istrinya nitu juga penyuka film horor, dan itu sendkin membuat Ryan bangga.
Entahlah Ryan bahkan bisa dibilang sangat membanggakan istrinya itu.
bahkan dia tak segan untuk melakukan apapun saat Aina memintanya.
Itulah yang sering membuat gadis lain iri pada Aina,
Bagaimana tidak, seorang pria yang sangat mencintaimu, ada selalu di samping mu. Dan rela melakukan apapun untuk dirimu.
Saat sedang menonton film itu, Tiba-tiba ponsel Aina berdering dan itu terlihat ada nama Laila di layar ponsel.
"Eh, tumben sekali nona Laila ini menelponku jam segini. apa ada masalah?" gumam Aina sebelum dia menjawab telepon dari sahabatnya itu.
"Siapa sayang, kok berani-beraninya menelpon mu jam segini," tanya Ryan yang penasaran.
dia akan menjawabnya, dan Ryan sengaja menekan tombol loud speaker, akhirnya mereka bisa mendengar bersama.
"Assalamualaikum ukhti, ada apa? Kok tumben menelpon jam segini?" tanya Aina dengan sopan.
"Waalaikumsalam... aku cuma ingin bertanya, Bagaimana cara menggunakan baju yang kamu hadiahkan padaku," tanya Laila yang membuat Aina kaget.
Aina melirik ke arah Ryan, dan pria itu seakan mengerti , dan terus senyum-senyum sendiri.
Karena kesal Aina pun menjewer kuping suaminya itu.
Dia takut jika Ryan membayangkan yang tidak-tidak.
pria itu mengerti apa yang telah di lakukan oleh istrinya pada sahabatnya itu.
Tapi itu bagus karena Kevin ini adalah tipe pria yang harus di goda dengan gadis centil sebenarnya.
"Ya tinggal dipakai saja, kenapa kamu bingung, kalau masih tidak bisa, coba cari tutorial di youtube deh, insya Allah ada," jawab Aina yang sedikit kesal pada temannya itu.
"Bukan begitu, tapi Kenapa bajunya tidak ada **********, bahkan ini sangat menerawang dan tembus sana sini, dan aku saja malu melihatnya,", lirih Laila.
"Itu malah yang menjadi poin utama, karena itu digunakan untuk membuat pasangan kita lebih ingin melakukan hal panas dan baik bersama kita,
Bayangkan saja, jika suamimu melihat wanita lain dalam pakaian itu, apa kamu tidak merasa marah, itulah kenapa seorang wanita di tuntut untuk bisa menjadi jal***di ranjang," terang Aina yang kali ini cukup berani.
__ADS_1
Bahkan itu membuat Ryan tak sabar melihat aksi sati istrinya itu.
"Apa yang kamu katakan kamu mendoakan ku buruk, aku tak ingin Suamiku di rebut pelakor," kata Laila lagi.
"makanya mengertilah, dan Bukannya aku mendoakan mu dengan hal yang buruk, tapi aku mengatakan hal yang semestinya sering terjadi di masyarakat ini, aku juga menggunakan baju itu saat bersama suamiku, jadi tak perlu khawatir, toh itu juga baju yang kita gunakan hanya di depan suami kita," jawab Aina dengan ada selembut mungkin.
"Tapi aku malu, Bagaimana jika mas Kevin malah mengira aku seperti wanita murahan." panik Laila.
"Hei, apa yang kamu katakan, Coba dulu, semua itu hanya ada di pikiran mu karena takut, semua memang perlu proses dan juga kamu jangan mengatakan hal yang belum tentu terjadi.
Siapa tahu Mas Kevin malah lebih mencintaimu lagi setelah menggunakan baju itu," kata Aina yang terus mencoba membujuk temannya itu.
"Baiklah, aku akan mencobanya untuk kali ini, saat kami akan tidur, Terima kasih ya untuk hadiahnya, tapi sungguh Jangan memberikan hal seperti itu lagi," kata Laila.
"baiklah terima kasih ya, maaf aku menganggu kalian," tambah Laila sebelum menutup telponnya.
Dia tak menyangka jika Aina yang selama ini begitu pendiam.
Ternyata gadis itu setelah menikah menjadi sosok yang makin berani saat di dalam kamar tidur.
Kevin sedang melihat ponselnya, saat tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, dan betapa terkejutnya dia, saat melihat istrinya keluar dengan gaun malam yang sangat tipis dan indah.
"Ada Hari Istimewa apa dek? hingga kamu menggunakan baju seperti itu, ah Aku bisa tergila-gila Jika kamu menggunakan baju seperti itu," kata Kevin dengan menutup matanya karena Laila begitu cantik malam ini.
"Apa Mas menyukainya," tanya Laila dengan penuh harap
"Tentu saja, aku menyukainya, terlebih hanya karena kamu yang menggunakannya, dan wanita cantik di depan ku ini adalah istriku, Kamu terlihat sangat cantik sayang," kata Kevin lagi.
Mendengar pujian yang dilontarkan oleh suaminya, membuat Laila sangat senang, dia tak menyangka jika Kevin akan mengatakan hal indah seperti itu dari mulutnya.
Terlebih, Laila diberitahu oleh ibu mertuanya, jika suaminya itu sangat sulit memberikan pujian, atau memberikan kata-kata baik pada seseorang, karena selama ini Kevin selalu saja bertengkar dengan sang ayah, dan menggunakan kata-kata yang sedikit kasar.
tapi ya itulah cara Kevin menunjukkan cinta dan hormatnya.
Perlahan-lahan Kevin mendekati istrinya itu ,dan mulai menyentuh tangan Laila dari pundak hingga ke telapak tangan, dan kemudian mencium tangan istrinya dengan lembut.
"Aku mencintaimu sayang," bisik Kevin yang membuat Laila ingin terbang ke langit tujuh.
Perasaannya saat ini adalah bahagia, haru, semuanya campur aduk. kata-kata yang sangat dia tunggu-tunggu dari mulut suaminya akhirnya terucap.
"Aku juga sangat mencintaimu mas," jawab Laila dengan tangis yang akhirnya tidak bisa dibendung lagi.
Kevin pun memeluknya dan kemudian mereka pun memadu kasih dengan sangat baik.
Bahkan Kevin tak melepaskan istrinya itu, dan rutin Laila meminum jamu yang di pesan
Ya dia meminum jamu buatan Bu pawoh, begitu pun Aina yang berharap segera di berikan hadiah oleh sang pencipta.
di tempat lain, seorang pria sedang mendapatkan servis dari istrinya, pasalnya tadi mereka melihat film 364 days.
Dan Ryan menyuruh istrinya itu untuk belajar, dan kini dia menyesal karena Aina ini sangat cepat belajar apapun.
Dan sekarang dia di buat tak berkutik dengan semua praktek yang sedang di jalankan.
__ADS_1
Dan malam mereka pun di lalui hingga pagi, karena mereka tak ingin lepas satu sama lain.
bahkan tak memperdulikan keringat yang deras membasahi bumi. Dan malam itu di tutup dengan hujan deras yang menandakan akan datangnya musim penghujan.