Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
si kembar 2


__ADS_3

Mereka sedang makan siang saat pak Dikin datang dengan Bu pawoh dan dua cucunya.


"Mbah tu pa?" tanya Raisa.


"jangan ya,kita masuk dulu karena itu punya kakak, dan mungkin orang tua kalian sedang makan siang," kata pak Dikin yang mengajak dua cucunya itu masuk.


kedua bocah cantik itu langsung minta turun dan lari ke arah dapur, "ayah..."


"halo putri-putri ayah," panggil juragan Baron yang melihat dua putrinya.


"jadi bagaimana liburannya, apa bapak dan ibu tak merasa kesulitan?" tanya Wulan dengan ramah.


"tentu tidak nak, dan ini semua gadis cantik teman Ryan," kata Bu pawoh.


"iya Bu, salam kenal," jawab ketiganya.


"sudah-sudah makan dulu, mau di kupaskan buah juga," tawar Bu pawoh.


"tidak usah Bu, ini sudah kenyang," jawab Nella yang merasa tak enak.


Bu pawoh pun mengangguk, "ya sudah nanti setiap orang kalau pulang bawa tas kue satu-satu ya, dan kalian berdua kalau di sekolah jangan suka ganggu Ryan ya," kata Bu pawoh pada Ivan dan Tyo.

__ADS_1


"boro-boro mau ganggu Ryan yang ada kami di ganggu oleh cucu kesayangan Mbah uti,tau sendiri bagaimana perangai dari Ryan Mbah uti," kata Tyo mengadu.


"memang aku aku ngapain hingga membuat kalian sepertinya sangat kesulitan, padahal aku tak ngapa-ngapain kok," jawab Ryan.


"apa kamu hilang ingatan bung,betapa menyebalkan dirimu," kata Ivan yang masih belum bisa lupa apa yang terjadi kemarin saat ulang tahunnya.


Pasalnya bocah itu di mandikan tepung dan telur, setelah itu dia juga di ceburkan di sungai yang ada di dekat sekolah.


sedang Ryan hanya tersenyum saja,dia tentu ingat apa yang sudah dia perbuat.


Raisa sedang berjalan membawa boneka kelinci hadiah kakeknya dan ke dapur mengambil botol susu miliknya.


"Obok ulu yah..." jawab gadis itu yang langsung tidur di depan tv di ruang tengah.


Sedang Raina masih duduk di pangkuan juragan Baron, dan tampaknya bocah itu masih belum mengantuk.


"dek kamu belum mengantuk?" tanya Ryan yang melihat arah Raina.


"Ndak mau," jawab gadis cantik itu.


Ivan memang sangat suka dengan Raina yang berpipi gembul dan cantik, "Raina,mau ikut mas Ivan?" tawar bocah itu dengan santai.

__ADS_1


"ndak mau," jawab gadis kecil.


"kok gitu sih, padahal mas Ivan mau deh main dengan mu,", kata remaja itu dengan sedih.


"kamu mau ku bejek-bejek, itu tugas belum selesai, bisa-bisanya kamu mau main,pingin habis di tangan mu," kata Ryan.


"kamu cemburu sama Ivan, jangan ngadi-ngadi ya kamu itu bikin geli tau, toh dia hanya ingin main dengan adik mu kali bung," kata Tyo.


"biarkan saja," ketus Ryan


"pelit sekali anda," saut Ivan.


"sudah tak usah berantem, cepat selesaikan karena kami akan pulang telat jika kita tidak selesai tepat waktu," kata Luna


"tenang saja, nanti biar kami antar dan kami yang akan bilang pada orang tua kalian agar tak di marahi nanti," kata Wulan


Tak butuh waktu lama, mereka lanjut melakukan proyek bersama itu, hingga akhirnya mereka selesai tepat pukul empat sore.


Dan ketiga ayah dari para gadis itu datang, tentu saja tak langsung di perbolehkan pulang, melainkan mereka di ajak masuk untuk berbincang sebentar.


Dan mereka tak percaya jika seorang juragan Baron mau berbaur seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2