
Pesta pernikahan itu berakhir Hingga jam satu pagi, bahkan tim campur sari yang menghibur dari pagi terlihat sedang istirahat.
Sedang untuk Aina juga masih terlihat segar, dia sedang membuat nasi goreng Jawa kesukaannya.
Ryan yang lewat tak sengaja mencium aroma itu dan membuatnya berhenti.
"Ah sayang kamu ketemu buat apa?" kata Ryan antusias.
"Mas, jangan begitu, Malu, nanti ada yang lihat, aku sedang membuat nasi goreng, nasi goreng jawa polos, apa Mas mau? atau perlu aku tambahkan sesuatu juga? Dan tolong lepaskan malu..."kata Aina.
"Kenapa harus malu, kita sudah menikah, jadi aku tidak masalah melakukan ini. aku juga menginginkan nasi goreng yang sedang kamu buat, tapi, hanya perlu tambahkan dadar telur saja di atasnya, Sudah cukup, Sayang."
"Baiklah kalau begitu, Mas tinggal tunggu saja di sana, atau di kamar, nanti aku akan bawakan ke dalam."
"Baiklah, aku akan menunggunya, Dan tolong cepat ya, aku sangat lapar, keadaan lelah."
Aina mengangguk dan segera menyelesaikan semua masakannya.
Ternyata Raisa juga lewat ke dapur dan melihat Aina yang sedang masak, "Mbak sedang buat apa, aku juga mau,"
"Kamu mau Dek, Ya nanti Mbak kasih ya, tapi Mbak selesaikan dulu yang ini, dan tanya juga pada Raina, apa dia juga mau, atau Kalian mau sharing saja, Ini sudah malam jika kalian makan satu piring untuk masing-masing, takutnya kalian akan gemuk, dan kamu kan harus mengikuti Olimpiade untuk karate tingkat provinsi," kata Aina mengingatkan.
__ADS_1
"Tenang saja Mbak, aku itu sangat menjaga Tubuhku, jadi Meskipun aku makan jam segini, aku tahu kalori yang harus aku Keluarkan untuk besok pagi, jadi tenang ya, aku mau satu piring, dan pasti Raina juga mau satu piring, jadi tolong ya Mbak, please, tapi bisakah diberikan sayur juga ya, Maaf merepotkan, aku sedang sangat lapar..."mohon gadis itu.
"Baiklah-Baiklah, aku tidak pernah bisa mengatakan tidak padamu, jadi tunggulah, dan aku akan mengantar ini dulu, atau aku membuatkan kalian dulu,"
"buatkan kami dulu ya Kak," kata Raina yang baru datang, dan Aina pun langsung mengiyakan.
Ryan sedang melihat beberapa ucapan selamat dari beberapa teman yang tak bisa datang.
bahkan hadiah dari semua rekan bisnis juga datang ada yang berbetuk barang dan juga uang yang cukup banyak.
setelah menunggu cukup lama, akhirnya Aina datang membawa nasi goreng dan air minum sekaligus.
"Tidak apa apa Dek, Tapi tumben kamu cukup lama untuk memasak, apa ada gangguan? atau dua bocah nakal itu yang mengganggumu?" tebak Ryan yang sudah tau tentang tingkah laku dua adik kembarnya itu.
"nggak masalah Mas, mereka juga adikku, sudah, sekarang kita makan yuk,"
"baiklah dek," jawab Ryan yang duduk bersama istrinya itu.
Keduanya makan dengan lahap, setelah selesai Ryan yang membawa piring kotor ke dapur.
sedang Aina merapikan kamar dan tak lupa untuk ganti sebelum istirahat agar nyaman.
__ADS_1
Ryan pun merebahkan dirinya di ranjang, Aina juga datang dan gadis itu tetap tak melepaskan jilbab dan tetap memakai baju panjang.
"lepaskan saja jika tak nyaman,toh kita sudah menikah dek," kata Ryan yang takut Aina tak nyaman.
"bukan begitu mas, aku takut jika aku lepas jilbab nanti mas merasakan hal yang tak seharusnya, padahal aku belum bisa melayani mas dengan benar,jadi aku akdn menjaga diri dulu ya, sudah kita istirahat saja mas," kata Aina yang langsung memilih merebahkan dirinya di samping Ryan.
Keduanya pun tidak melakukan apapun, dan hanya memilih tidur lelap Karena kelelahan setelah beberapa hari pesta yang terjadi, terlebih besok mereka juga harus melakukan acara santunan juga.
Sedang di tempat lain sepasang suami istri itu tidak bisa tidur karena terlalu bingung, untuk acara besok lagi yang juga jadwalnya masih panjang.
tapi juragan Baron memberikan istrinya itu sedikit kecupan yang akhirnya membuat wanita itu sedikit tenang, dan perlahan Akhirnya bisa tidur begitupun dengan juragan Baron yang akhirnya bisa tidur di sisi istrinya.
Dan akhirnya hanya mengurus semuanya untuk acara santunan itu pak Dikin dan Bu pawoh, karena mereka setidaknya waktu istirahat lebih panjang dibandingkan yang lain.
Pukul delapan pagi semuanya sudah siap, para tuan rumah juga sudah datang dan terlihat sudah berbaris dengan menggunakan seragam yang sudah dipilih, semua anak yatim-piatu, dan janda, yang juga sudah diundang sudah datang, tapi pertama-tama, mereka melakukan doa bersama dulu, sebelum melakukan acara utama santunan.
Acara berakhir setelah pas di jam sebelas siang, saat semua sudah di bereskan, Aina memilih untuk mengompres perutnya yang merasa sakit.
"apa kamu terlalu merasa sakit butuh bantuan Dek," tanya Ryan yang melihat istrinya itu meringkuk di ranjang sambil membawa tempat kompres air hangat.
"tidak apa-apa Mas ini sudah biasa cuma aku mungkin terlalu lelah jadi rasanya dua kali lipat sekarang," jawab Aina dengan senyum, tapi malah membuat Ryan tak nyaman melihatnya.
__ADS_1