Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
hadiah untuk ryan


__ADS_3

setelah membeli mesin cacah pakan untuk sapi di peternakan, kini juragan Baron membawa alat itu pergi menuju ke tempat barunya.


Dan di sana terlihat sudah ada Ryan dan istrinya yang melihat sapi sapi gemuk pedaging itu.


"jadi beli mesinnya mas?" tanya Wulan melihat istrinya itu.


"tentu saja, bekan aku ajari cara operasi mesin baru, dan jilen tolong ambilkan gula merah ydng kemarin baru beli," kata juragan Baron.


mereka pun segera melihat bagaimana cara mesin itu beroperasi.


Bahkan mesin itu akan membuat pakan sapi itu keluar berbentuk seperti konsentrat karena mengunakan beberapa bahan tambahan alami sebagai vitaminnya.


juragan Baron menunjukkan cara pertama dengan memasukkan semua jenis tumbuhan hijau untuk pakan.


kemudian dia memasukkan tetes atau gula merah sebagai vitamin tambahan.


Setelah itu dia mengajari mesin di sebelah untuk di nyalakan juga baru terbentuklah pakan yang tak merepotkan seperti biasanya.


Melihat itu Wulan tau jika harga mesin itu tak murah, tapi semua demi kemudahan dalam bekerja karena sapi di tempat itu cukup banyak, ada sekitar dua puluh lima ekor sapi pedaging.


Dan semua peternakan ini adalah milik Ryan, ya juragan Baron menghadiahkan peternakan ini sebagai hadiah untuk Ryan yang naik kelas dengan juara pertama.


tak berhenti di sana, kini mereka juga melihat dia sapi yang lalu terjual di jemput pemiliknya.


Tentu uangnya setelah di potong biaya pemeliharaan akan di masukkan ke tabungan masa depan milik Ryan.


Setelah dari peternakan mereka bertiga pulang, kemarin mereka baru liburan ke Jogja semua orang senang, itulah kenapa sekarang semua harus bekerja keras.


Tak hanya itu, sekarang mereka pun pulang, di dalam mobil Ryan sedang menyanyikan sesuatu.


'apindo mulya aken ing wong tuone


Alamate anak sholeh iku papat


Badane mumin anut ing syariat


Kang dihin lisane alus ngandikane


Kapindo mulya aken ing wong tuone


Ya Rasulallah Salamun alaik


Ya rofi asyani waddaroji


Ya uhaylal judi wal karomi


Kapeng telu aseh ing bocah cilik cilik


Ugo marang sedulur gawe becik


Kapeng telu aseh ing bocah cilik cilik


Ugo marang sedulur gawe becik


Kapeng papat ngamal anut ing ngilmune

__ADS_1


Dadi tanggung jawab ora ngawulane


Kapeng papat ngamal anut ing ngilmune


Dadi tanggung jawab ora ngawulane


Ya Rasulallah Salamun alaik


Ya rofi asyani waddaroji


Ya uhaylal judi wal karomi


Iku saking ulama aweh pitutur


Alamate bocah dadi jujur


Iku sakeh ulama aweh pitutur


Alamate bocah dadi jujur


Mugo mugo kito biso ngelampahi


Dunyo akhirat nganemuhi billahi


Mugo mugo kito biso ngelampahi


Dunyo akhirat tan nemu billahi


Ya Rasulallah Salamun alaik


Ya rofi asyani waddaroji


Ya uhaylal judi wal karomi..."


mendengar itu, juragan Baron pun sadar jika putranya itu mulai menyukai sholawat Al-Banjari seperti kegiatannya setiap kamis.


"mas mau mondok gak, biar bisa fokus mendalami Al-Banjari jika suka?" tanya juragan Baron.


"tunggu lulus SD mas, aku belum siap jika sekarang, toh masih tiga tahun lagi," kata Wulan yang masih belum siap berpisah dengan putranya.


"iya ayah,benar kata bunda tunggu lulus SD," jawab Ryan yang menyahut.


Saat perjalanan pulang, tiba-tiba perut Wulan merasakan mules,karena dari mulai pulang dari Jogja dia merasa jika tubuhnya tak enak


"ugh..."


"kamu kenapa dek?" tanya juragan Baron melihat istrinya kesakitan.


"tolong mas, perutku sakit .." kata wanita itu yang tak tahan lagi.


mendengar itu, juragan Baron langsung panik dan bergegas menuju ke rumah sakit, ternyata juragan Baron kaget karena dokter mengatakan jika istrinya harus melahirkan.


"ayah urus semua adminitrasi, biar aku yang telpon nenek dan mbak Azizah," kata bocah itu yang memang ponsel ibunya


ibu pawoh yang sedang duduk santai pun kaget saat mendengar jika Wulan melahirkan mendadak.

__ADS_1


Mereka berdua langsung bergegas ke rumah sakit, begitupun dengan Azizah yang sudah di minta membawakan sebuah tas yang sudah di siapkan di kamar bayi baru.


Juragan Baron merasa gugup saat ingin masuk kedalam ruang operasi karena ini kali pertama untuknya.


Tapi dia harus kuat demi menemani istrinya berjuang untuk putri mereka, saat operasi berlangsung, ternyata dokter kaget karena ada dua bayi dengan ukuran masing-masing cuma dua ribu ons.


"selamat pak bayinya kembar," kata suster.


"apa ..."


juragan baron tak percaya melihat dua putrinya sedang menangis bersama.


bahkan keduanya tampak sama, hanya beda di atas bibir salah satu putrinya ada tai lalat sebagai pengingat.


Dia belum sempat nama jika kembar dan Wulan tak percaya akan dapat kembar padahal kata ibunya terakhir ada anak kembar di keluarganya biru adalah neneknya.


Sekarang Wulan mengikuti genetik neneknya, tapi itu bagus sangat di inginkan seperti itu.


Di sisi lain, Ajeng dan mas Andi yang dapat kabar pun kaget karena kemarin lalu saat masih di Jogja wanita itu baik-baik saja.


kenapa sekarang tiba-tiba melahirkan, tentu dia menjenguknya nanti.


"Ada apa sayang,"


"ini Wulan melahirkan karena ketubannya hampir habis, jadi dokter mengambil tindakan,"


"kalau begitu bagaimana bayinya,"tanya mas Andi yang tiba-tiba mengejutkan Ajeng


"itu.. Bayinya baik-baik saja," kata Ajeng yang sudah tak berdaya karena tubuh suaminya itu sudah hebat menggoyang dirinya.


Azizah Tak percaya saat melihat dua bayi yang lahir dari Wulan karena perut wanita itu tak seperti hamil kembar.


tapi semua masih dalam lindungan Allah, jadi keluarga mereka sudah bahagia saat ini


"jadi ayah siapa nama kedua adikku?" tanya Ryan penasaran.


"Raina Cantika Wijatmiko dan Raisa Isabella Wijatmiko," kata juragan Baron yang baru menemukan nama itu dengan baik.


Akhirnya semua di keluarga itu merasa bahagia bisa melihat keluarga baru yang datang dengan kondisi yang sehat wal Afiat tanpa kekurangan satu apapun.


Bahkan juragan Baron mengadzani kedua putrinya sendiri, dan Ryan akan jadi kakak hebat demi dua adiknya.


sedang Andika yang baru selesai mandi dan kini sedang bermain dengan putrinya pun kaget melihat ada foto dua bayi yang ternyata temannya itu sudah melahirkan.


"selamat ya Wulan, sekarang keluarga ku sudah lengkap," kata Andika yang memangku putrinya itu.


Wati sudah selesai mencuci baju dan menaruhnya di pengering, setelah itu menjemurnya besok tinggal di setrika.


dia pun setelah itu pamit ke kosannya yang dekat dengan rumah itu agar mudah untuk pulang perginya.


Untungnya yang kos itu banyak anak yang bekerja atau mahasiswa karena murah.


Tapi di kos itu para penghuninya jarang berinteraksi karena kesibukan masing-masing.


Dan besok pagi dia akan melihat bayi kembar juragan Baron,karena bagaimanapun sekarang mereka berteman lagi.

__ADS_1


__ADS_2