
Wulan mampir ke warung itu untuk mengundang buleknya untuk datang besok ke rumah ibunya.
"assalamualaikum... bulek," panggil Wulan.
"wa'alaikumussalam, loh tumben ada apa kesini,mau beli gorengan?" tanya Mak tun.
"tidak bulek, besok di undang ke rumah sekitar jam sebelas siang, datang ya kita ada acara dan makan bersama dengan semua saudara," kata Wulan.
"baiklah, insyaallah aku akan datang," kata Mak tun.
"iya terima kasih,kalau begitu saya permisi dulu," pamit Wulan yang tak sengaja menabrak seorang pria.
ternyata itu Faris, pria yang jatuh cinta pada Wulan dan sekarang sedang patah hati berat
bagaimana tidak, dia sudah kehilangan sebelum jujur jika dia menyukai Wulan.
sore hari, di rumah keluarga dari ibu pawoh semuanya sibuk untuk membuat tumpeng.
selain ada acara kirim doa, ada juga pembacaan wanaqib untuk meminta kebaikan untuk seluruh keluarga.
juragan Baron juga menyambut para undangan dengan ramah, ya bagaimana pun dia sebagai satu-satunya laki-laki di rumah itu.
Setelah semua selesai, besok pernikahan akan maju karena Mudin salah tanggal tapi itu tak masalah.
"ibu sudah siap?" tanya juragan Baron.
"tentu saja, karena itu yang ibu inginkan, dan ibu masih tak menyangka akan menikah lagi di usia ibu saat ini," kata Bu pawoh.
__ADS_1
"sekarang ibu akan punya suami, dan punya teman hidup baru, jadi tolong jaga ya, ddn jangan bertengkar,"
"iya Wulan, kenapa kamu begitu cerewet sih nduk," kata Bu pawoh.
keesokan harinya, Wulan sibuk membuat beberapa nasi kotak untuk di bawa ke KUA.
Saat sampai di KUA, para orang yang mengantar kaget saat melihat rombongan dari pak Dikin
ternyata pria itu hanya datang mengunakan motor itu pun cuma dua motor.
keduanya pun masuk karena dapat nomor urut tiga, dan sekarang masih nomor satu yang melakukan pernikahan.
Di rumah, Wulan di bantu semua pegawainya sedang mempersiapkan untuk acara setelah akad nikah
ya ada acara pengajian untuk meminta keberkahan dalam pernikahan kedua Dari Bu pawoh.
Mak tun dan Ajeng datang ke rumah mantan kakak iparnya itu, dan terlihat Wulan sangat sibuk.
"ya baru ketemu jodohnya lagi, itulah kenapa ibu menikah lagi, kalau bulek juga menemukan cinta, bukankah lebih baik menikah terlebih di usia seperti ini pasti butuh teman," kata Wulan tersenyum ramah.
"tentu saja aku punya, dan sebentar lagi kami juga akan menikah," kata Mak tun tak suka mendengar ucapan keponakannya itu.
Sedang Ajeng penasaran kenapa terkesan sangat mendadak sekali pernikahan itu.
akhirnya para rombongan yang mengantar ke KUA pulang, dan saat kedua pengantin itu turun.
Betapa terkejutnya Mak tun dan juga Ajeng bersamaan, karena pria yang menikahi Bu pawoh ini adalah pak Dikin.
__ADS_1
"selamat datang ibu dan pak Dikin,"sapa Wulan dengan sopan.
Mak tun tak menyangka jika pria yang dia sukai ini malah menikahi mantan kakak iparnya.
Sedang Ajeng juga tak mengira pria dengan kulit tajam itu memilih menjadi suami budenya.
kenapa kedua wanita dari keluarga itu bisa memiliki para pria yang terkenal bertangan dingin dalam dunia usaha.
Ya siapa yang tak kenal pak Dikin yang di kenal sebagai tangan kanan juragan Sukoco yang bisa membuat lawannya takut.
akhirnya para tamu undangan datang, dan mereka kaget saat tau Bu pawoh menikah, tapi semua ikut senang mendengarnya.
siang itu benar-benar sibuk,bahkan Wulan tak berhenti sedikit pun dan terus bergerak kesana-kemari.
bahkan juragan Baron saja pusing melihat istrinya, dan saat musuhnya muncul kini giliran pria itu bangkit untuk menyapanya.
Ya rombongan dari juragan Sukoco datang, pria itu datang untuk mengucapkan selamat pada mantan anak buahnya itu.
"selamat datang juragan Sukoco,Monggo silahkan duduk, padahal kami tak mengadakan pesta besar, jadi mohon maklum ya," kata juragan Baron sambil mencoba tersenyum.
"ya tak masalah, aku hanya ingin mengucapkan selamat saja," kata pria itu yang langsung duduk dan menikmati kue yang di hidangkan.
Juragan Sukoco juga menyalami Bu pawoh, dia terkejut saat menyentuh tangan wanita itu yang begitu lembut.
Dia tak mengira jika wanita yang sudah hampir berusia lima puluh tahun itu tangannya begitu halus dan kencang.
sekarang dia mengerti dari mana genetik yang menurun pada Wulan yang begitu sempurna.
__ADS_1
Dia semakin tak sabar untuk merebut wanita itu dari suaminya, "anda sedang memikirkan aia juragan Sukoco,saya harap anda tak memikirkan hal macam-macam, karena saya sedang dalam kesadaran penuh saat ini, jadi membunuh seorang pria tua akdn mudah untuk ku,"
"ha-ha-ha, kebepa kamu mengancam ku, tenang saja," kata pria itu terkejut mendengar ucapan dari juragan Baron yang seakan bisa membaca pikirannya.