
"mas kamu sudah lama tidur, ayo bangun aku ingin mandi dan dimana kamar mandinya," tanya Wulan dengan gemas mencubit pipi prianya itu.
"mandi, ayo sayang," kata pria itu yang langsung mengendong istrinya itu
"mas ih," kesal Wulan yang pasrah.
setelah selesai bersih-bersih, Wulan membersikan semua tempat agar saat di tinggalkan tak kotor.
"sayang sudahlah, nanti juga ada yang membersihkan," kata juragan baron.
"baiklah aku mengerti,"
keduanya langsung menuju ke sekolah karena sudah jam pulang sekolah
tapi nyatanya para siswa masih ada di dalam kelas, karena sambil menunggu, akhirnya mereka berdua membeli cilok yang di jual di sekolah putranya itu.
Tiba-tiba seorang wanita menghampiri Wulan dan juragan Baron yang memang belum cukur brewok karena malas.
"wah sekarang juragan ini tak terawat ya punya istri, terus jadi pengangguran, kasihan amat," kata wanita itu sambil membenarkan rambutnya.
melihat wanita itu,Wulan bengong karena melihat gelang emas yang begitu banyak hingga hampir se siku.
"ah ini ya, karena aku terlalu malas saja, dan kenapa dku harus tetap kerja,toh aku sudah kaya dan semua bisa tetap jalan kan punya banyak anak buah, jadi aku fokus memperhatikan istriku," kata pria itu memeluk tubuh istrinya.
"cih yang benar, tuh buktinya seorang ibu juragan kok gak pakai emas,gak percaya deh kalau kaya," kata ibu ibu hebring itu.
"mampus, kamu sih sayang, gak mau pakai perhiasan kalau aku belikan itu di pakai, kamu tak malu suamimu di hina tak mampu belikan kamu emas," kata juragan Baron.
"apa sih mas, kalau aku pakai semua itu emas di rumah,aku gak kelihatan, orang kamu beli emas satu toko kamu borong, lupa ya," kesal Wulan mencubit pipi suaminya.
"iya juga, ha-ha-ha," jata juragan Baron lupa.
"cih sombong," jata wanita itu yang pergi dari sana.
"kan salah lagi sama Mak Mak nyebelin," kesal pria itu.
"ya begitulah, seharusnya kamu itu merendah, bukan malah bicara di atasnya, jadi mas sekarang di sebut,sombong deh.." ledek Wulan
"au ah gelap,"
Terlihat semua murid berlarian dari dalam kelas, tapi anehnya tidak dengan Ryan.
Bocah itu tampak sedih karena sesuatu,dan terlihat dia berdiri dan berjalan dengan dua temannya.
"ada apa nak?" tanya juragan Baron yang langsung lari menghampiri putranya itu.
__ADS_1
Karena dia tak mau Ryan merasa sedih untuk hal sekecil apapun itu. Ryan yang melihat ayahnya langsung memeluk pria itu.
"ayah..." tangis bocah itu.
"ada apa Ivan, kenapa Ryan?" tanya Wulan pada teman putranya itu.
"sebenarnya Ryan sedih karena aku dan Tyo tidak ikut ke tempat wisata karena orang tua kami tak punya biaya, dan lagi kami di coret karena telat membayar biaya," kata bocah itu.
"wah mau cari mati ni kepala sekolah, bisa-bisanya dia mencoret teman putraku, sayang jaga anak-anak,biar aku yang selesaikan," kata juragan Baron.
"tolong jangan melakukan hal aneh ya mas," kata Wulan memohon.
"baiklah aku mengerti, tunggulah dulu," kata juragan Baron.
Pria itu langsung menuju ke ruang kerja milik kepala sekolah dan langsung membuat pria itu kaget
"psk Baron,ada apa? Apa ada masalah dengan putra anda?" tanya pria itu gemetar melihat wajah murka pria di depannya itu.
"kenapa sekolah ini membedakan murid yang kaya dan miskin, kamu tau jika dua teman putra ku ini memang tak sekaya orang lain, tapi tak harus kamu mencoret mereka begitu saja, brengsek!!" maki pria itu.
"tenang dulu pak, saya tak tau dengan masalah karyawisata, kita ke wali kelas saja," kata pria itu panik.
Sesampainya di wali kelas putranya itu, seorang wanita sedang tersenyum senang menghitung uang yang dia dapatkan.
"apa ini Bu intan!!"
"pak kepsek," kaget wanita itu langsung membereskan yang itu.
"sepertinya yang bermasalah itu anda ya Bu guru, baiklah aku akan mencabut subsidi untuk acara kdli ini, jadi kdlian harus cari bus dengan harga normal, dan aku tak akan pernah membantu sekolah ini, ya aku akan biarkan putra ku sekolah sama seperti siswa lainnya,begitu lebih adil sepertinya," kata juragan Baron.
"apa pak Baron, tolong jangan seperti ini, anda tau jika sekolah ini bisa seperti ini berkat anda, dan kebodohan dan keserakahan wali kelas ini yang membuat kami malu," kata pria itu memohon.
"maaf aku tak bisa iagi, dan tolong kembalikan uang pembayaran uang karyawisata yang sudah di bayarkan istriku, semuanya tak terkecuali,aku tau kamu menjual dia kursi dengan harga dua kali lipat," kata juragan Baron tanpa ampun.
"silahkan saja, toh kdmi juga tetap bisa berangkat, dan saya pastikan tak akan mudah untuk putra mu bisa sekolah di sini," kata wali kelas itu tanpa malu.
"silahkan saja, aku tak peduli, lagi pula aku memang ingin memindahkan putra ku ke sekolah yang kain,karena di sekolah ini terlalu banyak manusia mu adik seperti kalian," kata juragan baron yang langsung mengambil uang itu.
tentu saja dia tak akan membiarkan mereka bisa mencari bus bagus karena dia menelepon semua temannya yang memiliki PO.
Dan melarang mereka semua untuk memberikan sewa, jika tak menurut, maka dia akan menarik semua uang yang di pinjam saat itu juga.
Tentu saja semua menuruti perkataan pria itu karena para pemilik PO ini bisa gila jika sampai juragan Baron mengambil uangnya yang tak sedikit jumlahnya itu.
Wulan yang melihat suaminya pun mengerti jika sudah tak ada jalan lain, "kita tak jadi ikut, tapi sebagai gantinya, ayah akan ajak kalian ke mana pun kalian mau, bagaimana kalau kita ke Jogja, dan ajak orang tua kalian juga, dan besok kdlian bertiga akan pindah sekolah, dan itu urusan ku," kata juragan Baron yang membuat istrinya itu terdiam
__ADS_1
kenapa masalah wisata sepele jadi sebesar ini saat juragan Baron yang mengurusnya.
Tapi dua tak bisa membantah karena kepala keluarga tetap suaminya dan ucapan pria itu tak bisa di bantah.
Akhirnya mereka pulang,tentu juragan Baron menemui orang tua Ivan dan Tyo.
Mereka awalnya keberatan, tapi dengan jaminan di biayai sekolah kedua bocah itu, akhirnya orang tua dua bocah itu setuju.
karena juragan Baron tau jika putranya itu tak mudah dekat dengan siapapun, jadi dia tak mau putranya itu tak nyaman di sekolah baru.
Wulan tak keberatan lagi pula dua bocah yang berteman dengan putranya itu juga sangat pintar bahkan ketiganya ini sering berebut juara kelas.
setelah menerangkan semuanya, akhirnya mereka akan berangkat ke Jogja selama libur akhir pekan dan ada satu tambahan libur yang membuat liburan lebih lama.
Mereka sampai di rumah,dan terlihat Mak Yem masih ada di rumah.
"tumben Mak Yem, apa ada masalah?" tanya Wulan yang melihat wanita sepuh itu tampak termenung
"tidak mbak, semuanya baik,saya kira kalian akan menginap lagi di rumah orang tua mbak,"
"tidak mak, saya tak mau di sana lagi, karena ranjang terlalu sempit, dan aku tergencet badan mas Baron yang sekarang mulai bengkak," kata Wulan.
"bengkak-bengkak begini kamu cinta kan," kata juragan Baron.
"iya iya, sudah sana masuk, dan istirahat di rumah," kata Wulan.
Setelah mereka masuk kedalam rumah, juragan Baron dan Ryan langsung tidur karena lelah.
Sedang Wulan masih berbincang dengan Mak Yem, sambil menunggu penjual tahu lewat karena sebentar lagi ada penjual tahu lewat.
Wulan masuk kedalam rumah, ternyata juragan Baron sedang bekerja di laptop dan itu seperti pemandangan asing untuknya.
"mau di buatkan camilan?"
"tidak usah sayang, aku tak lapar, duduklah disini temani aku, karena aku baru saja mendapatkan kabar dari keluarga mantan istriku yang beberapa kali terus menerus melakukan gugatan di pengadilan, dan ternyata semuanya tak bisa menang," kata juragan Baron santai.
"mas.... Aku tak mau melihat mu terlibat dalam masalah, setidaknya jika memang mereka ingin kenapa tak di berikan saja, aku takut mereka nekat dan melukai mu mas," kata Wulan.
"tidak semudah itu dek, kamu tak tau apa yang sebenarnya terjadi, semua harta bawaan itu sudah habis, dan ini murni milik ku, karena meski modal awal darinya, tapi aku yang mengembang semua dengan kekuatanku sendiri," jawab juragan Baron tampak marah.
"ah maaf, aku hanya tak mau mas kenapa-kenapa," kata Wulan yang memeluk tubuh suaminya.
"aku tau itu, ya memang semua pernah mengira jika harta milikku adalah milik mantan istri ku,tapi nyatanya semua adalah kepunyaan ku,"
"aku tau mas," jawab Wulan yang mengakui jika suaminya itu sangat berkerja keras selama ini.
__ADS_1