Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
ayah Mertua


__ADS_3

"assalamualaikum ayah, ada apa?"


"wa'alaikumussalam nduk, ini mama, kamu sudah pulang belum,karena mama ingin titip sesuatu," kata mama Wulan yang mengunakan ponsel suaminya itu.


"iya mama, mau nitip apa?" tanya Aina yang terlihat begitu fokus saat bicara pada mama mertuanya itu.


"ini nduk,karena nanti teman dari ayah mu datang, mana ingin kamu membeli beberapa buah dan juga sayur di pasar, karena kampus mu juga tak jauh dari pasar,"


"inggeh mama, saya mengerti nanti mama kirimkan saja apa yang di butuhkan, dan saya akan membelinya," kata Aina.


"terima kasih ya nduk,"


Akhirnya panggilan itu terputus, Aina pun harus pergi, "maaf ya semuanya, aku duluan, dan Shasha senang bisa melihat mu lagi, dan ternyata kamu masih sehat ya," kata Aina yang tak bisa berlama-lama.


"iya Nok," jawab Shasha yang tiba-tiba menyalami Aina dan kemudian memeluknya.


"tolong lihat dengan benar, dan hubungi aku secepatnya," bisik wanita itu


tanpa bicara, Aina hanya mengusap punggung sahabatnya itu.


Mereka berdua berpisah, Benny dan Laila masih di sana untuk berbincang.


Aina pergi ke pasar, dia membeli semua barang titipan dari mama mertuanya.

__ADS_1


Saat di parkiran dia tau tadi ada kertas yang di selipkan oleh temannya itu, ternyata ada sebuah nomor telpon dan tulisan bahaya.


Aina tak mengerti apa maksudnya bahaya, Shasha yang dalam bahaya atau pria yang bersama pria yang bersama wanita itu.


Tapi Aina menyimpan kertas itu saja, dan memilih melanjutkan perjalanan untuk pulang.


Sesampainya di rumah, ternyata sudah ada mobil suaminya yang terparkir di pelataran rumah mewah itu


Aina di bantu para orang yang sedang bekerja di rumah itu, dan langsung membawanya ke dapur.


Aina sendiri ke kamar setelah mencuci tangan dan kakinya, dan menemukan suaminya itu sedang duduk di lantai tanpa mengenakan atasan.


Aina yang terkejut, langsung menghampiri suaminya itu, "mas Kenapa? Mas..." panggil Aina panik.


Dia bahkan menepuk pipi Ryan yang seperti orang mabuk dan tak sadarkan diri, "mas..." panik Aina yang ingin keluar kamar.


"aku tak apa-apa sayang," kata Ryan tersenyum yang berhasil menganggu istrinya itu.


"dasar!!" marah Aina yang langsung memeluk Ryan.


Dia pun mulai terisak, bagaimana tidak wanita itu sangat takut saat melihat Ryan menggila seperti itu.


"jangan melakukan itu lagi mas ..."

__ADS_1


"maafkan aku sayang, aku hanya ingin menggoda mu," kata Ryan yang membuat Aina mencubit perut Ryan kesal.


"maaf ..." Kata Ryan memeluk Aina erat, dan saat mencium aroma tubuh suaminya itu.


Aina begitu menyukainya, bahkan tiba-tiba dia mencium bibir suaminya itu dengan rakus.


Ryan awalnya kaget, tapi kemudian dia membalasnya dan akhirnya mereka saling menyentuh dan tak lupa mengunci pintu.


Mana Wulan yang melihat pintu kamar itu terkunci,memilih membiarkan karena dia juga pernah muda.


"loh sayang, mana Aina, katanya mau memanggilnya?" tanya juragan Baron.


"menurut mas, apa yang di lakukan pengantin baru, jadi tak usah menganggu mereka, dan Raina tolong masukkan ayamnya ke oven ya nduk,bisa kan," kata mama Wulan.


"ya dia memang mengikuti ku ya sepertinya," kata juragan Baron.


"bagaimana pun, kamu ayahnya," kata mama Wulan yang membuat juragan Baron tersenyum.


pria itu benar-benar menganggap Ryan putra kandungnya, terlebih semuanya benar-benar mirip.


Mulai dari wajah,cara makan,cara berjalan hingga sikap,bahkan siapapun akan mengira jika Ryan itu anak juragan Baron bukan Farhan mantan suami mama Wulan terdahulu.


tentu saja yang tau segalanya hanya yang hamil dan melahirkan serta Tuhan.

__ADS_1


Tapi biarkan itu menjadi rahasia kecil, Ryan memeluk istrinya itu, keduanya saling pandang dan berciuman.


Tak lama, keduanya bangun dan segera mandi karena aina ingat jika akan ada tamu.


__ADS_2