Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
tak tau malu


__ADS_3

"Aina tolong Dengarkan ibu nak apa kamu lupa dengan semuanya, Ibu minta maaf, karena dulu meninggalkan kalian, tapi ayahmu juga merelakan, itu, karena dia sadar, Jika dia tidak akan bisa membahagiakan ibu." kata Bu Wati yang mencoba memohon.


"Aku takkan bisa melupakan itu, tapi kenapa Anda datang lagi ke sini, Setelah semuanya terjadi, mau epa anda ke sini karena aku tak membutuhkan anda lagi," kata Aina yang sekarang lebih kuat karena memiliki sodok suaminya di sisinya.


"Aku hanya ingin minta maaf, dan ingin memperbaiki segalanya."


"sudah terlambat, Aku tak ingin lagi mengenalmu, lebih baik anda pergi dari sini, karena aku sudah tidak membutuhkan anda lagi," kata Aina yang langsung mengusir Bu Wati dengan dingin.


Ryan pun melihat wanita itu, dia juga tak suka dengan kedatangannya.


"sudah tau kan jawaban istriku, lebih baik anda pergi sebelum aku melakukan hal yang makin membuat mu merasa tak nyaman," terang Ryan yang benar-benar tak ingin mengenal wanita itu.


Akhirnya wanita itu pun pergi, dia benar-benar tak bisa membuat Aina peduli padanya .


Padahal dia butuh gadis itu karena uang miliknya sudah habis.


Dan dia juga sudah kehilangan segalanya, rencananya pun tak bisa di lakukan karena Aina juga sudah menikah.


Ryan pun memeluk istrinya dan menenangkan Aina, dia juga tahu jika aina sangat terluka, terlebih, wanita itu benar-benar tak tahu malu, dengan berani datang ke rumah mereka.


"Sudah, jangan sedih, sekarang, mau kita jalan-jalan? atau kita mau pergi? pesan tiket kereta?" tawar Ryan pada istrinya itu.


"Memang kita mau ke mana, Kok harus pesan tiket kereta?" tanya Aina yang memang belum tau rencana dari Ryan


"Kita kan mau jalan-jalan ke Jogja untuk beberapa hari, itu pun kita tidak melakukannya berdua saja, karena ada pasangan Kevin dan istrinya juga yang ikut, dan jika perlu kita juga harus membawa dua orang pria yang merepotkan itu, apa kamu tak masalah sayang," tanya Ryan


"Tentu saja tidak masalah Mas, selama kita bisa bersenang-senang bersama, toh, kita juga akan berpencar kan saat di sana,karena mereka juga tak mungkin jadi obat nyamuk dong," kata Aina yang membuat Ryan tertawa.


"Yah terserah saja, jika mereka mau, Ya silakan kalau aku mah lebih baik sendiri ya kan,"


"Ya sudah, aku ikut cari tiket kereta ya, tapi tunggu sebentar, Aku mau ganti baju dulu, dan terima kasih, sudah ada di sampingku, tadi ya Mas," kata Aina yang langsung naik ke lantai atas.


Ryan juga tak lupa menghubungi Kevin karena dia harus memastikan jika keduanya bisa ikut atau tidak.


pria itu mengiyakan karena kondisi dari Laila juga sudah baik.


Ryan juga menelpon Edo dan Ivan untuk bertanya jadi ikut atau tidak karena tiket kereta api di yang akan membelinya.


Ryan melihat sosok istrinya yang turun dengan mengunakan jubah berwarna merah muda.

__ADS_1


Aina memang terlihat sangat cantik dan putih, bahkan Ryan sampai saat ini pun belum melihat rambut aina karena gadis itu masih takut jika saat haid kemarin mbuntuti.


keduanya berangkat menuju ke stasiun dan memesan tiket untuk enam orang, tentu saja tiket untuk lusa dan tiket pulang bisa di urus nanti.


"setelah ini mau ke mana lagi Mas, aku sebenarnya sedikit bosan di rumah."


"Oh ya, aku ingat, kamu belum mengisi kulkas rumah dengan barang-barang atau makanan ya, kita beli, sekalian kita mampir ke pasar, kebetulan di sini dekat pasar, ya, hanya sekitar butuh dua puluh menit untuk sampai."


"Itu bukan dekat Mas, itu namanya juga cukup jauh, tapi ya nggak papa lah,kita sekalian belanja untuk kebutuhan sehari-hari ya," kata Aina tersenyum melihat suaminya yang tertawa.


Mobil Ryan pun menuju ke pasar legi di kota itu, mereka pun mulai menuju ke area belakang pasar, yang menjual khusus daging, ikan segar dan juga sayuran, bahkan ada beberapa barang yang jarang ditemui di pasar yang di dekat rumah.


"mau beli itu mas," tawar Aina menunjuk salah satu, Ryan tak tahu, itu buah, atau termasuk jenis sayur, tapi dia berbentuk bulat, dan memiliki kulit ari. Itu berwarna coklat seukuran kentang kecil.


"Itu kentang ya Dek, Kalau kentang Aku mau asal jangan jengkol," kata Rian dengan suara yang cukup keras.


"kalau begitu, tidak usah beli, itu kan jengkol Mas, bukan kentang, kalau kentang kecil yang ini, mau kalau ini, enaknya dibuat masak kecap, sama daging, mau nggak aku masukkan seperti itu?"


"tentu saja mau, asal masaknya agak pedas ya, Karena setelah aku Merantau, lidahku sedikit kurang merasa pedas, jika resepnya mengikuti resep milik mama,"


"Baiklah, aku akan memasaknya sedikit pedas, sesuai keinginanmu, tapi sebelum itu beli, Tolong belikan daging dulu ya, yang di sana, Dan juga terserah Mas Mau beli apa."


"Kalau Mas belinya bersih, tanpa tulang, tidak usah dipotong, tapi mas, kalau beli dengan tulang yang masih berbentuk kaki sapi, yang sudah bersih dari bulu, lebih baik dipotong-potong, minta tukang dagingnya untuk memotongnya kecil-kecil ya, nanti juga paham sendiri lah orangnya," kata Aina yang akan memilih sayur karena suaminya itu sangat suka jus sayur dan lalapan.


Ryan mendatangi salah satu penjual daging sapi, dia membeli tiga kilo daging sapi, dua kaki sapi di potong dan juga iga sapi satu setengah kilo.


dia juga meminta penjual itu memberikan bonus karena membeli tanpa menawar juga.


Aina yang sudah selesai membeli sayur kaget melihat kresek merah yang di bawa suaminya itu.


"mas habis borong di tempat penjual daging sapi?"


"iya dek, habis dagingnya merah tanpa lemak, kan kamu tau benar jika aku tak suka dengan daging yang berlemak,"


"ya sudah deh kalau gitu, kita pulang ya,"kata Aina yang juga membawa barang cukup banyak.


Untungnya Ryan memfasilitasi rumah baru mereka ini dengan dua kulkas, jadi kulkas untuk bahan masak sendiri


Kulkas untuk minuman dan camilan juga sendiri,bahkan freezer juga punya sendiri untuk menaruh bahan yang butuh di bekukan.

__ADS_1


Untungnya tadi Aina menaruh ember di bagasi mobil suaminya itu, jika tidak bisa bau karena darah dari daging dan ikan yang tadi di beli.


Keduanya pun langsung pulang, dan saat sampai, para pegawai las yang sedang istirahat merasa kaget melihat kedua orang itu pulang dengan belanjaan banyak.


"bos mau bikin tasyakuran?" tanya salah satu orang.


"menurut mu begitu ya, tidak kok cuma stok makanan saja," jawab Ryan.


Mereka berdua pun membagi tugas, Ryan yang mengurus, menata, dan merapikan kulkas, yang untuk makanan dan minuman serta camilan, sedang Aina menata dan membersihkan semua bahan mentah yang tadi dibeli.


Bahkan Aina memasukkan dalam setiap kotak sesuai dengan kebutuhan mereka, jadi Aina kalau mau masak, tinggal mengambil dari satu plastik, ataupun mengambil satu kotak, itu akan membuat setiap bahan makanan itu di dalam kulkas rapi. Sayur dan semua bumbu juga di perlakukan sama.


bahkan Aina membuat bumbu dasar putih dan juga cabai giling yang di tumis jadi jika ingin masakan pedas tinggal ambil itu.


Ryan kemudian membereskan sampah yang ada, dan mengepel dapur, sedang Aina membuat makan siang untuk keduanya.


setelah itu, Ryan baik ke lantai dua untuk mandi dan melakukan kewajibannya.


Aina naik dengan membawa makanan yang sudah dia buat, siang itu dia membuat gado-gado versi simpel.


bahkan saat Ryan melihatnya pun kaget. tapi dia tetap tenang menunggu istrinya itu selesai melakukan kewajibannya dulu sebagai seorang muslim


"mas butuh apa lagi?"


"tidak ada sayang," jawab Ryan menaruh ponselnya di sampingnya.


"Baiklah kalau begitu kita makan siang yuk, aku membuatkan makanan yang sederhana untuk kita siang ini."


"Sayang, gado-gado itu tidak Sederhana itu sangat kompleks, tapi ya Terima kasih kamu sudah membuatkannya untuk ku, kita makan sepiring berdua ya,"


"iya Mas," jawab Aina yang mengaduk bumbu gado-gado.


Keduanya pun saling menyuapi, bahkan Ryan sengaja mengotori jilbab Aina agar istrinya itu membukanya.


"mas ih..."


"buka saja, toh kita sudah suami istri ini,"kata Ryan yang akhirnya di turuti oleh Ania.


Saat jilbab itu terbuka, Ryan kaget saat melihat sosok Aina yang punya rambut panjang hitam.

__ADS_1


Bahkan Aina telihat sendkin cantik saat tak mengenakan jilbab hingga membuat Ryan melongo di buatnya.


__ADS_2