
Ryan berhasil masuk dan membuat Aina kaget saat dia akan masuk ke dalam kamar.
"lo, Mas kenapa ke sini, cepat keluar dong, aku mau mandi, Tadi katanya disuruh mandi jangan ganggu," panik Aina melihat suaminya itu.
"kamu kalau mandi ya tinggal mandi, kenapa heboh begitu dan tadi tak usah kunci pintu, ternyata sekarang, Kamu mulai sudah mulai nakal ya, Kamu harus dihukum," kata Ryan dengan tatapan mata yang menyeramkan.
Ryan menyeringai, dan langsung berlari ke arah istrinya dan menerkam Aina.
Sore itu Aina harus rela mandi dengan rambut basah, ya dia harus menerima segalanya karena ulahnya menganggu Ryan
Nggak sengaja Raina yang sedang lewat, melihat jilbab kakak iparnya itu basah di bagian belakang, "lho Mbak jam segini keramas, tumben sekali sore-sore," kata gadis itu dengan polosnya.
"iya, tadi rambut Mbak gatal dan berminyak, jadi nggak enak, terpaksa harus keramas, nggak papa juga sih sebenarnya nunggu besok, tapi tadi pikirnya sekalian saja, belum sempat keringin pakai hair dryer juga, Mbak nggak apa-apa," jawab Aina sedikit kikuk.
"Oalah begitu to, Ya sudah mau aku bantu mengeringkan dengan hair dryer?" tawar Raina.
"Boleh, sekalian pinjam ya, karena punya mbak sepertinya rusak,"
"oke," jawab Raina.
Mereka berdua akhirnya masuk ke kamar Raina yang memang sudah punya kamar masing-masing.
Saat membantu Aina, tak sengaja Raina melihat bekas merah di leher kakak iparnya itu.
"loh mbak di kamar mbak banyak nyamuk ya, kok lehernya merah-merah," kata Raina bingung.
"ah ini ya, iya dek nyamuknya besar-besar ya gini deh kalau habis gigit," jawab Aina yang tak mungkin bilang jika tanda merah itu ulah suaminya.
"waduh kok serem ya, sampai berbekas begitu, aku kok jadi takut," kata Raina.
sebenarnya Aina ingin sekali tertawa, mendengar perkataan dari adik iparnya itu.
Tapi dia sebisa mungkin menahan agar dia tak melakukannya, karena jika dia tertawa bisa bahaya dunia ini.
bahkan keluarga suaminya itu sangat menjaga kedua anak perempuan mereka.
Meskipun Raina tumbuh besar dengan olahraga keras, seperti pencak silat dan beladiri lainnya, tapi gadis itu tetap menjaga batasannya, sesuai perintah ayah Baron.
Setelah kering, Aina langsung menggelung rambut panjangnya, agar tidak berantakan lagi.
Setelah itu, dia keluar dan membantu ibu mertuanya untuk membereskan meja makan.
karena setelah makan malam, dia dan Ryan akan kembali ke rumah mereka sendiri, karena dia punya beberapa dokumen yang harus di urus juga.
"Apa kamu sakit Nduk? sepertinya wajahmu pucat sekali?" tanya Mama Wulan saat melihat menantunya itu.
"Tidak kok Ma, ini hanya mungkin aku kelelahan saja, atau jangan-jangan aku tadi
Kepanasan terus minum air lemon saat beli buku, sebelum mau pulang," jawab Aina yang gugup
"ya sudah, kalau begitu lain kali jangan diulangi lagi, sudah Tolong panggilkan yang lain, kita makan malam dulu Ya." perintah mama Wulan.
"Loh kok tumben ma, ini masih jam segini sudah mengajak makan malam, biasanya juga habis Maghrib," bingung Aina.
"Lah, iya yah, Ya, sudah nanti saja, sekarang kita siap-siap ke masjid dulu ya, untuk menjalankan salat magrib berjamaah," kata mama Wulan yang mengajak semua keluarganya.
"Iya Mama,"
Akhirnya mereka semua, bersama-sama menuju ke masjid, dan melakukan shalat berjamaah di Masjid.
__ADS_1
dan ternyata setelah shalat mereka tak bisa langsung pulang, karena ada sedikit kegiatan.
yaitu ada beberapa orang yang meminta bantuan doa sebab ada keluarga mereka sedang sakit.
Tentu saja juragan Baron yang menjadi imam pun mengiyakan mendoakan semua orang.
Dan Setelah itu, mereka baru bisa pulang bersama, dan berkumpul di meja makan.
Terlihat Bu Pawoh dan pak Dikin juga baru datang, mereka jarang ke rumah juragan Baron dan hanya sesekali saja, itupun jika bima tak ada yang menjaga.
"Assalamualaikum, semuanya, apa kabar? Aduh, cucu kesayangan Oma, ini memang ganteng deh," Kata Bu pawoh saat menjewer pipi dari Bima dengan gemas.
"aduh sakit Oma, nanti pipi Bima bisa melar,"
"hei sejak kapan omongan aneh itu, bagaimana bisa pipi melar," kata Bu Pawoh.
"Tunggu dulu, tunggu dulu, ini kenapa dari Mbak Uti ke Oma ini, gimana ceritanya," tanya Rian bingung mendengar panggilan Bima pada Bu pawoh
"Ayolah Ryan, Ya kali Mbah uti kamu manggil saat aku masih sangat aduhai, dan masih muda ini, kamu panggil Uti di depan samua orang itu tak pantas untuk ku, kan nggak lucu ya, jadi sekarang semuanya harus panggil Oma, ngerti kan?" kata Bu pawoh
"Mengerti Mbak Uti..." jawab semuanya
Mendengar jawaban dari semua cucunya, membuat wanita itu cemberut, dan nampak dingin.
hanya pak Dikin yang tersenyum saja, ya pria itu memang tau perubahan istrinya setelah ikut senam dengan ibu-ibu PKK desa.
"kung, kenapa uti merasa dirinya mudah lagi, terlebih saat mengikuti senam untuk kesehatan, kebugaran dan juga menyenangkan suami. Jadi kalian ikuti saja ya mau uti," kata pak Dikin.
"Oma!!"
"iya dek, Oma!!" kata pak Dikin tersenyum
"Iyalah, tinggal Turutin aja kok yo repot , semua harus panggil sesuai perintah oke, tinggal bilang Oma mengerti, dan nanti Panggil mbah kung juga mbah," kata pak Dikin yang membuat semua heran.
"Kan perjanjiannya bukan Panggil Mbah, tapi kakek, Kenapa Mas gak mau ganti panggilan juga, lebih pantas dipanggil kakek,karena usia Mas juga masih muda juga," kata Bu pawoh protes.
"Aku sadar diri Dek , jika aku sudah punya cucu, satu, dua, tiga, empat dan lima cucu menantuku yang cantik.
Dan jika segera hamil Aina nanti hamil, maka aku punya cicit, kan nggak lucu, kalau mereka Panggil Mbahnya Opah, Opah begitu, aku bukan orang Korea. Jadi lebih baik panggil aku Mbah," kata pak Dikin.
"alah emboh," ketus Bu pawoh yang ngambek.
tiba-tiba pak Dikin langsung menyanyi dan membuat semua orang heboh.
"Kuda yang mana kuda yang mana tuan senangi
Kuda yang putih kuda yang putih di dalam kandang
Janda yang mana janda yang mana tuan senangi
Janda yang putih janda yang putih berambut panjang
Janda yang mana janda yang mana tuan senangi
Janda yang putih janda yang putih berambut panjang
Kuda yang mana kuda yang mana tuan senangi
Kuda yang putih kuda yang putih di dalam kandang
__ADS_1
Janda yang mana janda yang mana tuan senangi
Janda yang putih janda yang putih berambut panjang
Janda yang mana janda yang mana tuan senangi
Janda yang putih janda yang putih berambut panjang
Naik sepeda naik sepeda mati lampunya
Jalan terus jalan terus lambat sampainya
Ada janda ada janda kabur lakinya
Mau dilamar mau dilamar banyak anaknya
Ada janda ada janda kabur lakinya
Mau dilamar mau dilamar banyak anaknya
Bagaimana bagaimana menggoreng lada
Ambil minyaknya ambil minyaknya tuang tuangkan
Bagaimana bagaimana merayu janda
Ambil anaknya ambil anaknya timang-timangkan
Bagaimana bagaimana merayu janda
Ambil anaknya ambil anaknya timang-timangkan
Kampung krukut kampung krukut di pinggir kali
Anak cina anak cina berkawan-kawan
Hati takut hati takut jadi berani
Lihat janda lihat janda kayak perawan
Hati takut hati takut jadi berani
Lihat janda lihat janda kayak perawan
Kucing kurus kucing kurus mandi dipapan
Papan dibawa papan dibawa dari marunda
Badan kurus badan kurus bukan tak makan
Kurus mikirin kurus mikirin si janda muda
Badan kurus badan kurus bukan tak makan
Kurus mikirin kurus mikirin si janda muda,"
mendengar itu,Bu pawoh langsung menjewer kuping suaminya karena kesal.
Bagaimana bisa pria itu malah menyanyikan lagu janda.
__ADS_1