Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
sedikit tenang


__ADS_3

Malam itu, keluarga mereka sedang masak bakar-bakaran di teras, beberapa orang juga datang, termasuk Azizah, Rojak dan juga mbok Yem.


"jadi kamu menyiapkan ini untuk kita," tanya juragan Baron.


"iya mas, karena aku ingin menikmati waktu santai bersama semua keluarga," jawab Wulan dengan ramah


"benarkah, atau kamu punya kejutan lain, seperti calon cucu lagi mungkin," kata pak Dikin yang sibuk dengan semua sate yang dia bakar.


"kenapa bapak ngomong seperti itu?" tanya Bu pawoh yang merasa sedikit keterlaluan jika sampai putrinya itu hamil lagi.


"ya karena beberapa hari lalu bapak mimpi loh Bu, bapak seperti melihat Baron sedang menangkap burung dan memasukkannya kedalam kandang, katanya mau di pelihara sampai besar," kata pria itu


mendengar hal itu juragan Baron tersedak, pasalnya jika mimpi seperti itu biasanya benar.


"ah aku juga mimpi begitu, aku kira tak masuk akal," kata pria itu.


"apa maksudmu le, kalau kepercayaan orang dulu-dulu itu pasti benar," kata Bu pawoh.

__ADS_1


"tapi bukankah tak masalah toh dia gadis cantik ini sudah dua tahun," kata Wulan.


Mendengar ucapan eilan, Bu pawoh menoleh dan memberikan tatapan maut pada putrinya itu.


"kamu jangan ngadi-ngadi, inget tuh jahitan sesar belum sepenuhnya sembuh," kata wanita itu.


"tapi dokter memperbolehkan kok Bu, dan lagi pula sudah kebobolan juga kok," kata Wulan yang membuat juragan Baron dan semua orang kaget.


"apa dek?"


"ah iya itu mas, bagaimana bilangnya, aku sudah hamil sekitar dua bulan ini karena aku telat mens, awalnya aku kira karena hormon, tapi iseng-iseng aku tes, harus dua," kata Wulan yang menunjukkan alat tes kehamilan itu.


Akhirnya malam itu semua pegawai juragan Baron akan mendapatkan hadiah besar karena kabar baik itu.


malam itu semua berjalan baik karena tak ada yang berani mendekat ke arah rumah juragan Baron.


Keesokan harinya, semua warga masih terus membicarakan apa yang terjadi, terlebih banyak warga yang di tangkap oleh polisi

__ADS_1


pria itu sudah di minta datang ke kantor polisi untuk melengkapi semua laporan.


Sedang Wulan sedang santai bermain dengan putri-putrinya, terlebih perkembangan keduanya sangat baik


"jadi Raina dan Raisa, mau ngapain pagi ini, karena ayah sedang sibuk?" tanya Wulan pada dua putrinya itu.


Ya dia bocah itu sudah bisa memilih beberapa permainannya sendiri, seperti Raina yang akan sangat menyukai semua buku cerita


"ma... Iti," jawab Raina yang menunjukkan buku cerita di kancil dan buaya.


"mau di bacaan ini, tidak tunggu ayah?" tanya Wulan yang merasa sedikit heran pada putrinya itu


karena biasanya yang membacakan cerita itu adalah tugas dari juragan Baron,tapi akhirnya dia menuruti kemauan putrinya itu.


Di sisi lain, juragan Baron keluar Dati kantor polisi dan tak ada satupun orang yang di selamatkan, semuanya harus menjalani hukuman.


Saat dia di perjalanan pulang, dia ingat jika buku cerita putrinya sudah habis di baca semuanya.

__ADS_1


jadi juragan Baron mampir ke toko buku, ternyata tidak ada buku cerita untuk anak yang menarik di kota itu.


jadi dia mengambil beberapa buku tentang masalah pertanian badan juga beberapa buku lainnya.


__ADS_2