Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
panik


__ADS_3

Saat menonton film, Gofar melihat Raina yang sudah tertidur lelap di sampingnya.


Dia pun mengendong adiknya itu dan membawanya ke kamar agar nyaman


Setelah itu Gofar memilih berlatih untuk membuat dirinya semakin kuat.


Tapi tanpa terduga di dalam kamar, tiba-tiba Raina mengerang kesakitan dan memegangi perutnya.


Dia segera bangun dan berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua yang dia makan.


Tenggorokan gadis itu terasa panas dan akhirnya dia muntah air berwarna kekuningan karena semua isi perutnya sudah kosong.


Gofar masuk setelah selesai berlatih, dia mendengar suara benda jatuh dari kamar si kembar.


"Raina!!" panggilnya membuka pintu kamar.


dia langsung lari mendekati gadis yang sudah tak sadarkan diri di depan kamar mandi dengan wajah pucat.


Tanpa pikir panjang, dia pung mengendong Raina menuju mobil, pak Pardi yang sedang jaga pagi kaget melihat Gofar memacu mobilnya dengan cepat keluar rumah.


Dan terlihat ada Raina di samping pria itu, "pak saya pergi dulu, bilang Raina bersama ku," kata Gofar sebelum pergi.


"iya mas," jawab pria itu.


Akhirnya mobil pun menuju ke UGD puskesmas terdekat, dan saat sampai Raina langsung mendapatkan pertolongan.


Ternyata gadis itu harus menerima infus karena kondisinya, "dokter sebenarnya adik saya kenapa?" tanya Gofar.


"adik anda mengalami asam lambung naik dan membuat dia lemas setelah memuntahkan isi perutnya, dan ternyata saat saya tanya ternyata dia habis makan pedas, lain kali tolong di perhatikan ya," kata dokter yang memberikan obat yang harus di urus Gofar.


dia pun masuk dan melihat Raina yang terlihat lemah dengan selang infus terpasang di tangannya.


"kenapa kamu makan pedas, saat kamu tau perut mu sensitif?" kata pria itu.


"aku ingin merasakan juga, aku ingin seperti Raisa dan mbak Aina yang bisa makan pedas, karena sepertinya sangat nikmat,"


"tolong jangan samakan dirimu dan mereka, kamu tak ingin membuat ayah dan mama khawatir kan, aku bahkan sesak saat melihat mu pingsan tadi, ya Tuhan... Gadis Bodoh ini..." lirih Gofar tak percaya


"ha-ha-ha setidaknya sekarang aku tau jika keluarga ku masih menyayangiku," kata Raina yang tertawa melihat kekhawatiran Gofar.


melihat tingkah Raina, Gofar ingin pergi tapi gadis itu menahan tangan kakaknya.


"jangan tinggalkan aku mas...." lirih Raina.


"aku harus beli obat untuk mu," kata Gofar


Tapi Raina malah mulai menangis, Gofar pun hanya bisa menghela nafas dan mengurungkan niatnya.


Dan beruntung saat pria itu tak bisa pergi, salah satu perawat menawarkan diri untuk membantunya.


dan setelah infus habis dan Raina juga sudah meminum obat dan lebih baik, keduanya di izinkan pulang.


Gofar mengendong adiknya itu ke mobil karena tubuh Raina masih lemas.


Selama menuju ke rumah, Gofar tamak diam tak banyak bicara, "mas tolong jangan mengatakan apapun ya, aku tak ingin semua orang heboh, dan tolong jangan marahi Raisa karena ini aku yang memaksanya," mohon gadis itu.


"Hem..."jawab Gofar sekilas.


Tapi saat mereka pulang, ternyata keluarga mereka sudah pulang semua.


Gofar memakaikan jaket miliknya dan menutupi kepala Raina dengan kupluk jaket tersebut.


"kalian dari mana?" tanya Ryan yang sedang di ruang tengah bersama Aina yang sedang menghias beberapa hantaran yang akan di bawa besok.

__ADS_1


"habis belanja camilan buat Raina, katanya dia mau beli brownies kering yang viral, entahlah aku tak tau apa itu,"kata Gofar yang tak ingin membuat semua panik.


Sedang Raina memilih tiduran saja di kamar, karena tubuhnya masih sangat lemas.


semuanya tampak sibuk mempersiapkan lamaran dari Gofar dan Dewi.


Tapi malam itu tiba-tiba terdengar suara kilat dan guntur saling bersahutan.


dan sebuah petir menyambar salah satu gardu listrik hingga terbakar hebat.


Otomatis malam itu seluruh desa mati lampu total, bahkan tidak hanya desa Sidokerto, melainkan beberapa desa lain juga.


Malam pun semakin mencekam karena hujan dan angin lebat tak nampak berhenti.


Dewi di rumah sendirian, karena kedua orang tuanya sedang terjebak di rumah saudaranya.


Ya orang tua Dewi datang ke rumah para keluarga untuk mengundang mereka datang saat acara lamaran putri mereka itu.


Dewi mencoba menghubungi kakaknya tapi tak bisa, begitupun saat mencoba menghubungi Gofar karena ingin meminta pria itu agar menyuruh Kipli pulang


Tapi ponsel Gofar berada di saku jaket yang di kenakan oleh Raina dan itu pun dalam keadaan silent.


Saat seperti itu, tiba-tiba pintu belakang rumah gadis itu terbuka, dia pun bergegas ke arah dapur dan melihatnya.


Karena kondisi yang begitu kelapa,dan hanya ada cahaya senter dari ponselnya.


Dewi pun segera menutup pintu rumahnya, tapi dia tak tau jika dia sudah di incar oleh beberapa pria yang ternyata sudah masuk kedalam rumah gadis itu.


Saat Dewi ingin kembali ke kamarnya, tiba-tiba mulutnya di bekap dengan kuat.


Dewi berontak tapi dia merasa ada beberapa orang yang mencekalnya juga.


Setelah perlahan-lahan kesadarannya menghilang, dan gadis itu pun di bawa pergi meninggalkan ponselnya di dapur rumah.


Toh sudah banyak orang di sana, dia menembus kegelapan malam dan hujan deras.


Saat sampai di rumah, dia mengetik pintu rumah tapi tak ada jawaban, akhirnya dia memutari rumah dan mencoba lewat belakang.


Dia kaget melihat ponsel Dewi di lantai dan sedang berdering, ternyata itu Gofar.


"iya pak bos,"


"loh kok kamu pli, Dewi mana tadi dia terus menelpon ku," tanya Gofar.


"aku juga tak tau, aku baru pulang dan melihat pintu belakang rumah sudah terbuka dan ponselnya ada di lantai dapur," jawab Kipli.


Deg...


Perasaan Gofar tiba-tiba menjadi tak enak, kenapa di gari seperti ini.


"aku akan segera datang," kata Gofar yang langsung mengambil kunci motornya.


"mas mau kemana?" tanya Raisa melihat Gofar panik.


"aku pergi sebentar, titip Raina yang sedang lemah," kata Gofar yang menerabas hujan dan angin demi membantu Kipli dan melihat Dewi.


Sesampainya di rumah Dewi, Kipli terlihat kebingungan karena tak menemukan adiknya itu di rumah.


"bagaimana?" tanya Gofar yang sampai di sana dengan masih mengunakan jasa hujan.


"tidak ada bos, aku sudah mencarinya di dalam rumah, dia sering bercanda, tapi ini aneh karena Dewi itu takut petir,jadi tak mungkin dia pergi di saat cuaca seperti ini," kata Kipli.


"kita cari ke rumah temannya atau kira tetangga dulu," kata Gofar yang di iyakan oleh Kipli.

__ADS_1


Mereka pun berpencar, tapi setiap tetangga yang mereka tanya, semuanya tak ada yang melihat Dewi.


Padahal hari semakin malam, akhirnya Gofar menelpon Ryan untuk meminta bantuan mencari Dewi yang tiba-tiba hilang


Seorang wanita sudah terikat, bahkan mata dan mulut gadis itu tertutup rapat dan dia bisa merasakan dinginnya air hujan.


Ryan, juragan Baron mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Dewi.


bahkan mereka mencari Dewi ke rumah teman dekat gadis itu tapi semuanya nihil.


Bahkan pencarian itu sangat melelahkan di tengah hujan seperti ini.


Ryan meminta ayahnya itu pulang karena kondisi juragan Baron.


dan biarkan dia dan Gofar yang melanjutkan pencarian. Tiba-tiba Ryan punya ide gila.


"bagaimana jika kita cari ke area persawahan,mungkin Dewi bersembunyi di sana," kata Ryan.


"tidak mungkin bos Ryan, karena Dewi takut gelap, bagaimana jika kita coba cari di masjid, mungkin dia ada di sana.


Mereka pun kembali berpencar, dan semalaman tak ada tanda-tanda dari Dewi.


Akhirnya Gofar dan Ryan pamit dulu untuk mandi karena waktu sudah masuk waktu sholat subuh.


mereka pun berdoa agar Dewi bisa di temukan, mengingat badai semalam sangat parah.


bahkan sampai pagi ini listrik belum menyala lagi. Dan Gofar dan Ryan pamit pergi untuk mencari Dewi.


Sedang Aina di jemput Laila untuk je kampus, dan dia juga berdoa semoga Dewi lekas ketemu.


Seluruh warga membantu mencari gadis itu, tapi masih belum bisa menemukan apapun.


bahkan mereka meminta bantuan dari orang pintar, tapi masih belum ketemu juga


hari perlahan menjadi siang, dan tubuh Gofar dan Ryan sebenarnya sudah tak sanggup karena semalaman terkena hujan dan sekarang harus terkena panas yang terik.


Tapi sebelum Dewi ketemu, mereka tak ingin berhenti, hingga akhirnya kedua orang itu jatuh pingsan begitupun dengan Kipli karena mereka yang terlalu khawatir hingga tadi tak sempat sarapan.


Akhirnya terpaksa juragan Baron meminta pertolongan pihak berwajib, dan para warga yang mendengar tentang hilangnya Dewi mulai kusak-kusuk.


terlebih semua orang sudah dengar jika Dewi akan di lamar oleh gofar, tapi kenapa gadis itu malah lari seperti ini.


Acara pun di undur hingga Dewi di temukan, sudah dua hari lebih gadis itu hilang.


Gofar terus mencari keberadaan Dewi, tapi tak ada satupun petunjuk, dan desas-desus semakin berkembang.


banyak yang bilang jika Dewi lari dengan kekasihnya karena tak mau di kamar oleh Gofar.


dan ada yang bilang Dewi melakukan itu karena tak mau di nikahi Gofar yang hanya anak angkat keluarga itu.


Dan banyak lagi ucapan yang di dengar oleh keluarga juragan Baron.


Pagi ini Gofar sedang duduk di teras sambil melamun, di bingung dan cemas, Karena dewi belum ditemukan.


"mas ... Makan dulu yuk,sudah dua hari ini mas makannya tidak teratur," kata Raina yang ikut sedih menyaksikan kakaknya itu.


"tidak dek, aku sedang tak ingin makan,"


"ayolah mas, Raina ikut sedih jika mas seperti ini, kalau mas sakit, pasti mbak Dewi juga sedih, tolong jangan seperti ini, makanlah agar punya tenaga untuk mencarinya,"


"baiklah," jawab pria itu yang akhirnya luluh juga.


Ryan makan dengan lahap, jingga akhirnya selesai makan,dia bergegas pergi mengajak Seno, karena dia ingat tempat tempat yang belum di cari, yaitu rumah lama yang pernah dia tunjukkan pada Dewi, rumah yang akan di hancurkan dan di bangun lagi setelah pernikahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2