Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
akhirnya janji suci itu terucap


__ADS_3

Rumah juragan barang sudah sangat sibuk mempersiapkan pernikahan antara Ryan dan Aina.


Bahkan ibu-ibu kampung sudahlah sibuk dengan berbagai masakannya, yang akan disuguhkan selama pesta.


meskipun mereka menggunakan catering tapi mereka tetap memasak di dapur karena untuk membawakan besek pada semua saudara-saudaranya yang menghadiri pernikahan itu.


Hari ini adalah hari akad nikah, yang dilakukan setelah shalat Isya. terlihat Aina sedang menggunakan Henna.


Tak hanya Aina tapi juga seluruh wanita di keluarga juragan Baron, semuanya terlihat menghias tangan mereka dengan sangat cantik.


"terus, ini siapa yang mau menyuapi kita? semuanya sedang menggunakan Henna, dan tidak bisa makan sebelum Henna kita kering."


"iya juga ya bener ya apa yang dikatakan oleh Raina, ya, kita hanya bisa menunggu. semoga saja. Ada sosok malaikat yang diturunkan untuk menjawab kita. ah... itu sangat romantis sepertinya."kata Raisa yang membuat semua tertawa.


pukul empat sore, Aina sudah mulai dirias oleh tim make up artis, Gadis itu sangat cantik , tak hanya itu dia juga terlihat anggun dan menawan, kesederhanaan terpancar dari wajahnya.


Tak jauh berbeda Ryan, pria itu terlihat sangat tampan dengan baju koko putih yang dia kenakan serta peci hitam yang melengkapinya, dia sudah duduk di depan penghulu dan disaksikan oleh beberapa orang yang akan jadi saksi pernikahannya.


"apa kita sudah mulai bisa memulai pernikahannya, Pak?" tanya pak penghulu pada juragan Baron.


"silahkan pak,"


"baiklah, pengantin wanita bisa mengucapkan kalimat untuk menjadikan saya sebagai walinya, mengingat tidak ada wali lain yang ada," kata penghulu.


Aina pun melihat pak penghulu menghampirinya dan mendengarkan permintaan gadis itu untuk menjadi wali hakim untuknya.


setelah mendapatkan persetujuan, akhirnya pak penghulu kembali duduk di depan Ryan.


"sudah siap mas?"


"sudah pak," jawab Ryan yakin.


Terlihat ada semua teman-teman dari Ryan datang, Ivan, Tio, dan Edo mereka menyaksikan Bagaimana hikmatnya ijab kabul yang akan dilaksanakan oleh teman mereka saat ini.


"mengunakan bahasa mana anak ku?" tanya penghulu yang penasaran.


"bahasa arab pak penghulu," kata Ryan yakin.


"Alhamdulillah, mari jabat tangan saya, dan ikuti semua ucapan saya sebelum kita mulai ijab qobul nya,"


Keduanya pun berjabat tangan, "Ankaḫtuka wa zawwajtuka makhthûbataka Aina Az-zahra Sunjoyo binta Andika Sunjoyo allatî wakkalanî waliyyuhâ bi mahri milyar wamiayata 'alf rubiat wamujawharat wazniha sabewun jiraman wa'aradi wamabani hâlan," kata pak penghulu.

__ADS_1


"Qabiltu nikâḫahâ wa tazwîjahâ bil mahril madzkûr," jawab Ryan dengan mantap.


"sah?"


"Sah!!" jawab semua orang.


Akhirnya pak penghulu pun memimpin doa untuk kedua pasangan pengantin itu.


Aina pun di bimbing ke luar untuk bertemu dengan suaminya.


Terlihat mama Wulan yang mengapit Aina bersama Ajeng, mereka terlihat sangat bahagia.


Bahkan juragan Baron terlihat meneteskan air mata karena akhirnya melihat putranya menikah dengan gadis yang di cintai.


Ryan pun terlihat gugup di depan Aina, karena mereka sekarang sudah merubah status.


Bukan lagi seorang pria yang di titipi seorang gadis kecil oleh ayahnya, tapi sebagai seorang pria yang baru saja mengucapkan janji setia di depan Tuhan.


Aina mengambil tangan Rian dan mulai menciumnya dengan perlahan, kemudian Ryan mendekat dan membacakan doa.


"Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa jabaltahaa 'alaihi, wa a'uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa 'alaihi."


Semua prosesi itu tidak ada yang terlewatkan dari foto dan juga video yang diambil, bahkan semua kebahagiaan itu terpancar dari semua tamu yang datang, dan menyaksikan pernikahan yang sangat khidmat itu.


"selamat atas pernikahannya bro," kata Ivan, Tyo dan Edo yang menyapa Ryan yang baru selesai melakukan sungkeman.


"terima kasih," jawab Ryan yang tampak begitu senang.


"kamu tau Ryan, semua gadis sepertinya patah hati saat ini karena kamu menikah, ya bagaimana tidak pria paling tampan, dan paling sukses di sekolah kita,menikah dengan cepat itu pun dengan kenalan dari kecil,"


"ya, mungkin ini sudah jodohnya. Tapi aku bersyukur mendapatkan sosok Aina yang sangat taat dan paham agama,bahkan aku tak harus repot mendekatkan Aina dan mama, karena mereka sudah dekat dari awal," kata Ryan.


"iya itu memang benar," kata Ivan yang tak membantah itu.


Para pria muda itu tak pulang, mereka tetap berada di sana untuk membantu persiapan untuk pesta resepsi besok.


Meskipun Aina sudah berada di rumah juragan Baron,hantaran besok sudah di siapkan dari rumah keluarganya.


bahkan hantaran saja sangat banyak dan pak Karno yang akan mengurus semuanya besok.


Aina sedang membantu membuat Mendut mutiara, dan telihat sangat cekatan bahkan tak sadar jika sudah jam dua.

__ADS_1


"nduk bisa tolong buatkan kopi untuk para pekerja yang sedang mendekor pelaminan,"


"inggeh ma," jawab Aina.


Ya karena di rumah tak banyak orang, hanya tinggal beberapa orang yang memang sengaja di minta untuk membantu di bagian dapur.


Aina datang dengan dua ceret kopi, melihat istrinya yang sedang membawa berat, Ryan pun bangkit dan menolongnya.


Aina juga membawakan beberapa camilan, "mas apa perlu di buatkan makan juga, sepertinya pekerjaan mereka berat?" tanya Aina yang melihat pelaminan yang sedang di kerjakan hampir selesai itu begitu megah.


Bahkan bunga yang terpasang juga sangat harum karena mengunakan bunga asli.


"boleh dek,"jawab Ryan.


terlihat Yudi, Gani, Loki dan Pras juga ada di sana, mereka datang untuk membantu pernikahan bos mereka.


tak lama Aina datang membawa sambel satu cobek besar, goreng ikan lele, ayam dan juga tahu tempe.


"Monggo makan dulu, mas ajak yang lain juga," kata Aina dengan ramah.


Mereka semua berhenti untuk makan, tak lama Ajeng keluar membawa lalapan, bahkan mas Andi yang juga ikut begadang terlihat santai bersama para pria itu.


"nduk kamu juga harus makan,besok biar gak lemes, ya sekali-kali kita makan jam segini," kata Ajeng yang merangkul Aina.


Ya dia tak menyangka gadis yang menjadi menantu saudaranya itu salah gadis yang mereka jaga setelah tak punya sanak saudara.


Tapi itu bagus, karena mereka sudah tau bibit, bebet, dan bobot gadis itu.


Di sisi lain, Wati sangat marah besar saat aku jika aina sudah menikah dengan Ryan.


Karena itu seperti sudah gagal semua usahanya sebelum perang.


dan keinginannya untuk mengatur Aina tak akan mungkin bisa terjadi mengingat bagaimana keluarga itu sangat menjaga Aina.


Di tempat lain, Ilmi yang merasa frustasi pun membanting semua barang di rumahnya.


Hidupnya hancur, dia juga sedang hamil karena perbuatan bejat malam itu, dan sekarang dia harus mendengar tentang pernikahan Ryan.


"kenapa semua harus terjadi padaku!!" teriaknya dengan marah.


Dia benar-benar sudah tak punya apapun sekarang.

__ADS_1


__ADS_2