
akhirnya pak RT dan pak RW membujuk warganya untuk memakamkan Farhan, dan untungnya para warga mau.
sedang di tempat lain, Farid dan Ajeng kini semakin dekat, karena mereka merasa nyambung saat bicara.
Tapi siang ini Farid sedang di tagih sesuatu oleh keponakannya, "ayolah om Farid nih tukang bohong, Katanya mau mengajak ku untuk membeli nuget enak, tapi kapan."
"iya iya maaf, tapi om tak tau mau beli di mana Nana," kata Farid ydng memang selama ini hanya sibuk dengan pekerjaannya sebagai tukang sablon dan pekerjaan di desa.
"itu om di rumah temen ku, biasanya mama beli di sana, sudah ayo kita pergi yuk nanti aku yang akan memberitahu tempatnya pada om," mohon gadis kecil itu.
Farid pun pasrah dengan permintaan keponakannya itu, dan akhirnya dia ikuti saja keinginan gadis kecil itu.
Dia menuju tempat yang di maksud oleh Nana, dan ternyata benar ada sebuah banner bertuliskan toko Frozen food.
"permisi ... Mau beli," suara Nana dengan keras saat ingin masuk kedalam rumah.
"iya.. Aduh si cantik Nana,mau beli apa sayang," kata seorang wanita cantik yang keluar.
Detak jantung dari Farid pun tak bisa menahan lagi, pasalnya dia kaget melihat sosok wanita itu yang begitu seksi.
bentuk tubuhnya begitu sempurna dengan kulit putih bersih dan senyum manis yang begitu lembut.
__ADS_1
Bahkan bibir tipis yang sensual itu membuatnya membayangkan hal yang tidak-tidak.
"om Farid!!! Ayo beli makanannya om!!" teriak Nana mengoyangkan tangan Om ya itu
"ah iya, kamu pilih deh, maaf om tidak mengerti," kata Farid yang kikuk karena merasa tak enak.
Wulan tersenyum dan membantu Nana memilih beberapa makanan yang di inginkan.
Sedang Farid terus mencuri pandang pada tubuh bagian atas wanita itu yang begitu besar dan padat itu.
Farid bahkan terus membayangkan bagaimana jika dia memiliki istri secantik itu.
"om sudah,"
"delapan puluh ribu mas," jawab Wulan.
"ini mbak," kata Farid yang memberikan uang seratus ribu pada Wulan.
"terima kasih ya mas, oh iya anda ayah Nana?" tanya Wulan yang merasa jika keduanya itu mirip.
"bukan Tante, ini om Nana, kan ayah Nana masih di kota besar, oh ya nanti Nana titip salam buat Ryan ya," kata bocah cantik itu.
__ADS_1
"iya sayang, dan terima kasih ya sudah belanja di toko Tante," kata Wulan yang begitu lembut.
"ya sudah mbak saya permisi," kata Farid yang membawa satu kantong penuh camilan milik keponakannya.
Nana sangat senang saat sampai di rumah, sedang Lina melihat adiknya itu merasa geli sendiri.
Karena Farid seperti baru melihat hantu hingga tanpa sadar keponakannya itu baru merampoknya.
"kamu ini gimana sih, di suruh cuma beli nugget kok malah beli begitu banyak, jangan bilang tak bisa menolak karena melihat yang jual ya," kata Lina yang memang berteman dengan Wulan.
"ih mbak apa sih, biarin juga, tapi dia cantik ya kok aku tak tau ada wanita secantik itu," kata Farid yang menang selalu jujur dengan kakak perempuannya itu.
"ya dia baru saja bercerai dengan suaminya, bodoh kan suaminya yang meninggalkan istri secantik itu demi selingkuhan yang hanya seorang LC," kata Lina yang memdng mengetahui kisah dari Wulan.
"iya mbak, sudahlah ya Nana, om tak punya janji lagi dengan mu," kata Farid yang memutuskan untuk beristirahat karena di kepalanya itu sekarang penuh dengan wanita cantik penjual Frozen food itu.
Sedang di warung Ajeng juga belum bisa menghubungi Farid karena tempatnya itu sedang sangat ramai pembeli.
Dan lagi bisa mengomel jika ibunya tau jika dia berhubungan dengan pria yang bekerja di balai desa.
karena bagi ibunya itu, Ajeng harus menikah dengan pria yang mapan setidaknya setaraf juragan Baron yang hartanya berlimpah.
__ADS_1
Di kota Makasar, juragan Baron belum bisa menutup matanya karena dia masih teringat dengan Wulan.
Dan untuk dua Minggu ini, dia harus di sana untuk mengurus beberapa hal yang akan menjadi bukti kuat dalam persidangan nantinya.