Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kelimpungan


__ADS_3

sudah hampir satu Minggu warga desa mendapatkan hukuman dari juragan Baron,hampir semua orang sudah hampir menyerah.


Pasalnya mereka kini banyak yang menganggur dan juga beberapa sudah mulai tak bisa makan lagi.


Seperti satu keluarga yang memang berada di bawah gadis kemiskinan yang tinggal di ujung desa.


keluarga itu tinggal punya beras satu mangkuk kecil untuk satu hari ini, pasalnya kepala keluarga dari rumah itu sudah tak bekerja.


"jadi pak, apa yang kini kamu lakukan, kamu mau berpangku tangan saja, tolong pergi carilah uang, lihat ketiga anak mu," tegur sang istri.


"mau cari uang di mana, bapak sekarang tidak di percaya orang lagi, terlebih setelah juragan baton memecat ku," jawab pria itu.


"itu salah ku sendiri, padahal juragan sangat baik iada kita, tepi kamu hanya karena uang satu lembar bisa-bisanya ikut-ikutan mempermalukan juragan Baron, kamu bodoh memang," kata wanita itu yang tak tahan lagi.


"tutup mulut mu, kamu pikir aku bakalan tau konsekuensinya seperti ini," marah pria itu menampar pipi istrinya.

__ADS_1


Mendapatkan perlakuan kasar seperti itu, membuat wanita itu marah besar, dan langsung masuk kedalam kamarnya dan membereskan semua baju miliknya.


"kamu mau kemana?" tanya pria itu melihat istrinya.


"aku tak sanggup lagi, aku mau pergi dari sini, aku tak tahan lagi hidup melarat dengan mu, lebih baik aku pergi keluar rumah," kata wanita itu yang memilih kabur meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil.


Ternyata tak hanya keluarga itu yang hancur, beberapa keluarga yang lain juga, terlebih setelah mereka semua tak di gubris lagi.


Sedang di rumah juragan tetap saja santai, dan pria itu menjalankan semua usaha miliknya dari rumah.


saat juragan Baron sedang duduk bekerja sambil menjaga dua putrinya, terdengar suara mobil pulang dari luar.


Ternyata itu adalah istrinya yang baru selesai mendaftarkan putra mereka untuk masuk sekolah di SMP idaman semua orang.


bahkan guru dan ketentuan sekolah yang jarang menerima murid di pertengahan semester, mengecualikan Ryan yang memang memiliki nilai akademik yang sangat bagus di bandingkan dengan murid seusianya.

__ADS_1


"assalamualaikum sayang,dan anak-anak mama," kata Wulan yang masuk kedalam rumah.


"wa'alaikumussalam... Halo mama, wah bagaimana dengan pendaftaran dari sekolah mas Ryan, apa lancar?" tanya juragan Baron yang tampak tersenyum dan mencium pipi istrinya itu.


"sayang, iya Alhamdulillah pendaftaran mas Ryan lancar, karena dia punya prestasi banyak, dan dia tadi langsung masuk kelas, dan pasti sekarang sudah heboh karena ternyata dia masuk kelas unggulan bersama dengan dua sahabat lamanya," kata Wulan dengan senang.


Juragan Baron pun memeluk istrinya itu, dan membuat dua putrinya menangis.


Pasalnya dia bocah itu sangat cemburu jika ada yang memeluk ayah mereka.


"oh ya sayang,aku baru ingat, kita belum ke dokter untuk memeriksakan kandungan mu,"kata juragan Baron.


"ah itu, nanti malam aku sudah buat janji dengan dokter kandungan, jadi nanti biar mereka bertiga di rumah dengan ibu dan bapak, karena aku tak mau mas repot nantinya," jawab Wulan yang kini duduk sambil bersandar pada suaminya.


"baiklah nyonya," jawab pria itu dengan senang hati.

__ADS_1


__ADS_2