Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kabar gempar


__ADS_3

malam itu rumah juragan Sukoco terbakar hebat bersama pemiliknya,tentu warga sudah memanggil pemadam kebakaran.


Tapi tak ada yang berinisiatif untuk membantu memadamkan api itu, setelah berjibaku dengan api selama empat jam dan ada tiga mobil pemadam kebakaran.


api baru bisa di jinakkan, dan setelah di lakukan pendingin para petugas pun baru bisa mengevakuasi korban yang sudah hangus terpanggang.


polisi juga memberikan garis police line agar tak ada yang mendekat ke arah tempat kejadian itu.


Bahkan semua orang tampak hanya melihat-lihat saja, tak ada satupun yang mau mengurus jenazah pria itu di rumah sakit.


Bahkan saat mantan istrinya yang terakhir di hubungi, wanita itu juga menolak karena dia masih sakit hati dengan apa yang telah di lakukan oleh pria itu semasa hidupnya.


juragan Baron yang mendengar kabar tentang kematian dari musuh bebuyutannya itu merasa kasihan.


Jadi dia meminta pak Dikin mengumpulkan semua orang yang pernah bekerja di tempat juragan Sukoco untuk mengurus semuanya.


pak Dikin dan Rojak sampai di rumah sakit, mereka tak menyangka di saat seperti ini pria itu malah tak memiliki seseorang yang peduli.

__ADS_1


"pak ini mau di sucikan sekalian atau bagaimana?" tanya orang-orang yang mengurus jenazah dari juragan Sukoco.


"tolong urus saja dengan baik dan sebagaimana seharusnya, karena dia tak punya keluarga yang akan peduli padanya,"


"baiklah, kalau begitu tolong bereskan adminitrasi ya tuan," kata para petugas itu.


Rojak yang menunggu dan menyaksikan proses pemandian itu.


Sedang pak Dikin mengurus semua adminitrasi dan dia juga di bantu oleh menantunya.


Karena rumah sudah tak punya, jadi keputusan bersama pak mudin meminta langsung di lakukan pemakaman.


semua berjalan lancar karena tak ada gangguan sedikit pun, bahkan juragan Baron tampak hadir di pemakaman pria itu.


saat semua orang sudah pergi, kini tinggal juragan Baron dan juga beberapa orang-orang yang kini bekerja dengannya.


"kamu benar-benar terkena karma ya pria tua, sekarang nikmati semua balasan atas yang telah kamu lakukan selama ini,"

__ADS_1


setelah itu mereka semua pergi, dan pak Dikin tau jika pasti dkan ada seseorang yang datang.


siang itu mereka semua berkumpul di rumah ibu pawoh, terlihat kedua wanita itu sedang menemani Ryan belajar.


"loh kamu sedang buat apa sayang?" tanya juragan Baron melihat istrinya itu sibuk dengan mengunakan gunting dan lainnya.


"ah ini sedang membuat kerajinan tangan untuk kelas putra mu mas, dia harus membuat sesuatu yang bagus karena kelasnya akan mengikuti kirab untuk memperingati tahun baru islam," jawab Wulan yang sudah banyak membuat kerajinan tangan.


"mas, ini yang mau karnaval kamu tapi yang sibuk kok mama sih, kdmi gak bantuin?" tanya juragan Baron.


"bukan aku tak mau bantu ayah, tapi aku masih mengerjakan tugas dari guruku," kata bocah itu yang memang terlihat sedikit santai


Akhirnya setelah banyak memiliki origami dari kertas, kini mulai di lakukan penyusunan perlahan-lahan.


setelah selesai baru terlihat jika terlihat sangat bagus topi yang di buat


bahkan saat di coba pun terlihat sangat menarik, Ryan tak menyangka jika ibunya itu sangat pintar membuat hiasan begitu.

__ADS_1


__ADS_2