
Ryan yang sedang menonton film bersama istrinya, dia kaget karena mendapat notifikasi pesan dari seseorang di ponselnya.
dia pun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan itu.
Ternyata itu pesan dari Kevin dan mengatakan jika istrinya masuk rumah sakit.
membaca pesan itu Rian pun kaget, "ya, bocah gila ini, telah melakukan apa pada istrinya, hingga istrinya harus masuk rumah sakit." gumam Ryan tanpa Sadar.
Aina yang mendengarnya, pun menoleh ke arah suaminya itu. "Ada apa mas, Kenapa sepertinya mas kesal begitu,"
"ini lho dek, Kevin berulah, dia telah membuat istrinya masuk rumah sakit sepertinya."
Ryan tak menyangka jawabannya itu membuat muka panik Aina.
"Apa mas bilang, Mas Kevin membuat Laila masuk rumah sakit, apa pria itu sudah gila, Laila itu gadis yang sangat baik," kata Aina lagi.
"sudah sayang jangan mengumpat Kevin seperti itu,karena aku juga belum tau apa yang terjadi,lebih baik kita kesana untuk tau lebih jelasnya ya," kata Ryan yang mengajak istrinya pergi ke rumah sakit.
"baiklah mas," jawab Aina yang juga merasa khawatir.
Sore itu, mereka pun berangkat ke rumah sakit, dan sesampainya di sana, ternyata Laila memang harus menginap di rumah sakit.
tanpa terduga mereka sampai bersamaan dengan Edo dan Ivan.
mereka pun menuju ke ruang rawat istri Kevin di lantai tiga rumah sakit itu.
saat sampai ternyata ada Kevin saja yang menunggu di kamar rawat itu
"ya bocah bodoh,apa yang kamu lakukan hingga istrimu sakit begini," kata Ryan yang memukul kepala Kevin keras.
"aku tak melakukan apapun,dia terluka karena melindungi ibuku dari lemparan vas Vinod, tapi malah dia yang terluka sekarang," kelas Kevin.
"bagaimana keadaan mu," tanya Aina.
"tenanglah aku baik-baik saja," jawab Laila sambil tersenyum.
"Alhamdulillah kalau begitu," jawab Aina yang kemudian membacakan doa agar sahabatnya itu lekas sembuh.
Sedang di sisi lain seorang wanita sedang diikuti dari jauh oleh seorang pria.
__ADS_1
tapi dia tak menyadari hal itu, wanita itu sedang menuju ke sebuah rumah yang cukup terpencil.
di daerah hutan jati yang cukup jauh dari desanya sendiri. Wanita itu nama celingak celinguk sebelum berhenti dan masuk ke rumah itu.
Pria yang mengikutinya pun mengendap-ngendap, hingga bisa mendengar apa yang sedang mereka katakan bicarakan di dalam rumah.
"Mbah, aku mohon, buat pria ini bisa menjadi milikku, aku tak peduli dengan istrinya, mau dibunuh, atau dijadikan tumbal, atau apapun itu. Jadikan pria Itu milikku karena aku ingin hidup enak dengan menjadi istrinya...." mohon wanita itu.
"itu semua bisa diatur, asalkan sesuai dengan maharnya, Kamu tahu kan, pelet yang akan kuberikan padamu kali ini, maharnya tidak hanya uang, tapi juga ada syarat yang harus kamu penuhi, apa kamu sanggup?"
"apapun itu syaratnya Meskipun aku harus menggali kuburan baru sekalipun, aku sanggup Mbah," jawab wanita itu.
"Baiklah seminggu lagi Datanglah ke sini, dan aku akan mengatakan apa syarat yang harus kamu penuhi," kata Dikin itu yang membuat wanita itu pergi.
Di tempat lain seorang wanita sedang membeli nanas muda, dia tak menginginkan kehamilannya, jadi dia berusaha untuk membuat kehamilannya itu keguguran.
Tapi apapun yang dia lakukan tidak pernah membuat janinnya itu keguguran, malah kata dokter janin itu sangat kuat.
Tapi dia tidak pernah menyerah, dia sekarang mendatangi seorang dukun bayi, setelah beberapa hari memakan nanas muda.
Dia pun melakukan pijat, dan benar saja tak lama setelah selesai dipijat, dia pun pendarahan, dan akhirnya janin itu pun keluar bersama dengan darah.
Tidak ada penyesalan, bahkan terlihat wanita itu menatap janinnya yang diambil oleh dukun pijat itu dengan biasa saja.
"ambil saja Mak, aku tidak membutuhkannya, dan Tolong berikan aku jamu untuk menghentikan pendarahan ini, karena aku harus pulang dan besok aku harus mengajar lagi," kata Ilmi dengan dingin.
Tidak ada ekspresi apapun iada wanita itu, bahkan dia tak terlihat sedih atau pun sakit.
Setelah meminum jamu itu, dia menunggu beberapa saat hingga kondisinya baik.
setelah itu dia bergegas pergi dari rumah dukun pijat itu, dan seperti tak terjadi sesuatu sama sekali.
Yuli masih mengikuti wanita itu, hingga sampai di rumah Ilmi,ternyata saat sampai di rumah itu.
Ada boneka yang di gunakan untuk meneror Ryan dan Aina, terlihat wanita itu menusuk-nusuk boneka itu dengan kasar.
"aku membencimu, mati saja, jangan jadi perebut pria yang ku sukai, dasar wanita tak tahu, wanita tak tahu diri!" marahnya dengan terus menerus menusuk pisau ke boneka perempuan itu.
Kemudian dia mengambil sebuah kotak dan membuang boneka itu kedalamnya, tapi sebelum itu dia melepaskan satu persatu bagian tubuh boneka itu.
__ADS_1
Tak lama dia menyiramkan darah ayam kedalam kotak itu dan kemudian pergi ke tempat pengiriman barang.
Sekarang Yuli sudah tau siapa wanita yang berusaha mengirim pesan teror itu adalah Ilmi.
Dia pun segera pergi ke rumah Ryan keesokan harinya, dan saat di sana ternyata tak hanya satu, tapi sekarang ada dua kotak yang datang, dan keduanya adalah teror untuk keluarga itu.
Untungnya Yuli menahan semua paket itu menuju kantor dia pun langsung membakarnya setelah Ryan ditelepon dan mengetahuinya.
"Jadi, sekarang, tidak hanya satu, tapi dua orang, ilmi sudah ketahuan, berarti tinggal satu orang lagi, Bagaimana dengan pras, apa dia belum mengatakan apapun? atau belum melaporkan apapun?"
"belum bos, dia belum melaporkan apapun padaku, tapi sepertinya dia juga akan menemukan hal yang besar," kata Yuli.
"Baiklah, kalau begitu, aku hanya tak menyangka, jika wanita-wanita itu sangat menyebalkan."
Ryan pun hanya bisa menunggu pergerakan lain, sedang di rumah Aina yang selesai membuat sarapan tak menemukan suaminya.
Dia pun hanya bisa mencarinya di kantor, dan untungnya dia tak mendengar apa yang di bicarakan antara Ryan dan Yuli.
"loh cak Yuli, pagi-pagi kok sudah ada di sini, apa ada sesuatu yang penting dengan suamiku?"
"seperti biasa, Nyonya, hanya perlu melaporkan beberapa laporan saja pada Pak Bos. maaf jika aku mengganggu waktu kalian, pagi-pagi sekali," kata Yuli sopan.
"tidak masalah kok Cak, bagaimana kalau ikut sarapan aja sekalian. Kebetulan aku tadi masak banyak, apa boleh mas," tanya Aina pada suaminya itu
"Tentu saja boleh ayo kita sarapan saja dulu,"
Ternyata tak lama Pras juga datang, dia pun ingin melaporkan apa yang dia temukan, tapi sebelum itu dia pun diajak sarapan dulu, karena mengisi perut di pagi hari itu sangat penting.
Saat melihat masakan yang telah disediakan oleh aina, mereka pun kaget jenis masakan itu, Bagaimana bisa satu orang bisa memasak sebanyak itu.
"Kenapa? cuma bengong, Ayo cepat dimakan, Ini semua adalah masakanku, meskipun nanti rasanya kurang enak, Tolong jangan di protes ya. Maklum masih belajar," kata Aina dengan tersenyum ramah.
"tentu nyonya,"
Setelah sarapan selesai ketiganya pun masuk ke ruang kerja milik Ryan, mereka akan mendengar laporan dari Pras.
pras menyampaikan Apa yang dia lihat dan dia Temukan pada sosok Delia.
Mendengar itu Rian pun hanya bisa diam, dia tak menyangka jika di zaman seperti ini masih ada hal-hal yang menggunakan hal-hal mistis seperti itu.
__ADS_1
"ikuti saja apa yang dilakukan, jika dia sampai melakukan pembongkaran makam, Kita harus melakukan sesuatu agar dia malu, dan menghentikan aksinya."
"Baik Bos aku mengerti apa yang anda maksudkan," kata Ryan.