
Gofar mengacak rambutnya yang gondrong dengan kasar, karena saat dia memikirkan bagaimana dia hampir melakukan kesalahan dengan Dewi.
Itu membuatnya menjadi gila, bagaimana tidak adiknya itu tak bisa kompromi malah terus bangun.
"goblok!!! Cok!!! Argh..." kata pria itu terus marah-marah seperti orang gila
Kipli dan Cepi yang baru datang ke peternakan kaget mendengar suara itu dari ruangan istirahat milik Gofar
"lah kebek opo sih bis, kambuh?" gumamnya.
"sudah tak usah di bahas, toh memang begitu orangnya," kata Kipli
keduanya melanjutkan pekerjaan mereka, yang harus membersihkan kotoran sapi.
Dan untungnya di peternakan itu sudah canggih karena kotoran sapi yang di kumpulkan akan di gunakan sebagai pupuk cair.
Sedang di rumah juragan Baron, Aina sudah siap ke kampus saat ayah mertuanya itu menawarkan untuk mengantarnya.
Karena juragan Baron juga ada pekerjaan di kota yang dekat dengan kampus Aina.
Akhirnya keduanya berangkat ke kampus Aina dan dia di turunkan di depan gerbang kampus, "nanti kalau sudah pulang, telpon ayah ya,"
"inggeh ayah," jawab Aina yang tersenyum dan melihat mobil mewah itu pergi.
__ADS_1
Ya meski usia dari juragan Baron sudah loma puluh tujuh tahun, pria itu masih terlihat sangat tampan dan terawat.
Tentu saja itu berkat istri yang membuatnya bahagia, belum lagi dia memang menjaga benar bentuk tubuhnya.
"ada apa sih, kenapa kok bengong di sana?" tanya Laila yang baru datang dengan motor miliknya.
"aku melihat ayah mertua ku, dan aku nebeng hingga kedalam,"
"naik deh," jawab Laila yang tertawa.
mereka berdua langsung masuk kedalam kampus, Benny sudah ada di dalam kelas saat kedua gadis itu datang
Aina memilih duduk di depan begitupun dengan Laila, dan tiba-tiba gadis di sebelahnya itu menyodorkan ponsel miliknya.
"ada apa ini?" bingung Aina.
Aina membaca itu dan merasa sedikit aneh, tapi dia sudah memperingatkan semua temannya.
"sudah tak usah di gubris,"
"ya kamu benar,"
Sedang di hotel, Shasha menatap tubuhnya yang penuh lebam, bahkan tak hanya itu, ada juga tanda merah juga.
__ADS_1
dan wajahnya juga lebam karena tamparan dan matanya bengkak sebab menangis semalaman.
bagaimana tidak sedih, dia semalam di perlakukan lebih buruk daripada hewan.
"hei kenapa kamu begitu lama di kamar mandi!" bentak Broto dari dalam kamar.
"maafkan saya tuan, saya sedang menutupi beberapa luka di wajah saya," kata Shasha yang terbiasa melakukan itu.
Dan Broto hanya menatap di gin saat wanita itu keluar, dan ternyata ucapannya benar, tapi mata sembab itu tak bisa di tutupi.
"pakai kacamata untuk menutupi mata mu," perintahnya.
Shasha langsung mengambil kacamata itu dan memakainya,dan dia mengikuti pria itu keluar dari kamar karena ini hati terakhir mereka di hotel itu.
Karena Broto harus kembali ke kota untung mempersiapkan beberapa hal karena tempat yang dia inginkan tidak bisa di ambil.
jadi dia harus merancang ulang segalanya dari awal, dan mencari tempat yang strategis lain.
mereka masuk kedalam mobil Alphard, dan Shasha hanya mengenakan rok pendek dan kaos yang di tangkap oleh jaket besar.
Tak hanya itu, saat di dalam mobil, tangan Broto juga tak ingin diam.
Tiba-tiba pria itu menarik Shasha hingga terduduk di pangkuannya.
__ADS_1
"apa masih sakit ya, maafkan aku yang marah dan karena kegagalan ku,"bisik Broto yang mengusap bibir Shasha.
gadis itu hanya mengangguk dan tiba-tiba pria itu langsung mencium bibirnya, bahkan seakan tak perduli dengan orang yang ada di dalam mobil itu.