Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
berpisah rumah


__ADS_3

Ryan pulang bersama Aina, dan melihat putranya yang sudah dua tahun ini tak pulang.


Mama Wulan sangat senang dan memeluk pria muda itu, "sayang akhirnya kamu pulang,mama sangat merindukan mu,"


"iya ma, aku hanya datang untuk mengambil baju untuk membawanya ke rumah yang akan aku tinggali untuk beberapa waktu," kata Ryan yang mengejutkan mama Wulan dan semuanya.


"apa maksudnya le, kenapa kamu harus keluar dari rumah," kata mama Wulan sedih.


"dia tak mungkin kan mengusir Aina dari sini, dari pada Aina yang tinggal sendiri, bukannya akan bagus jika Ryan yang tinggal di rumah Aina untuk menyelesaikan pembangunan lantai atas rumah itu," kata Bu pawoh yang baru datang bersama suaminya.


"ibu benar juga," kata juragan Baron.


Aina merasa tak enak karena melihat raut wajah sedih dari mana Wulan.


"aku tak masalah kok jika memang harus tinggal di rumah ku, toh di rumah itu ada CCTV,"


"tidak boleh nduk, mama tak mau ada apa-apa dengan mu,kamu boleh pindah dari sini saat kamu sudah menikah, mengerti..."


"iya ma,maaf..."


"itulah sebabnya aku ingin melamar Aina dan menjadikannya istriku, apa semua setuju akan pilihan ku itu," tanya Ryan di depan semua keluarganya.


"tentu saja, kalian sudah ikat janji bersama,kamu juga sudah bersumpah dengan mas Andika, ayah cuma bisa memberikan restu," kata juragan Baron.


"mama juga setuju, kita tak usah adakan lamaran tepi langsung jalani semua prosesi untuk pernikahan," usul mama Wulan.


"itu lebih baik," kata pak Dikin.


"itulah sebabnya Ryan harus pindah dari rumah ini, karena bisa ada fitnah jika mereka tinggal satu atap, dan untuk Ryan ajak salah satu orang kepercayaan ayah mu ikut tinggal di rumah Aina, dan pastikan tdk ada wanita gila yang masuk dan melempar dirinya di ranjang mu,"


"baiklah Mbah uti,aku mengerti," jawab Ryan yang tau kegelisahan neneknya itu


Akhirnya Ryan membawa baju satu tas dan menghubungi Kevin yang sekarang jadi pemborong untuk membangun rumah atau kantor di perkotaan.

__ADS_1


Ryan menunjukkan desain yang dia inginkan,karena lantai dua di rumah Aina akan di buat kedap suara.


dan selain itu di buat los tanpa sekat, jadi di lantai atas itu akdn di gunakan sebagai kamar, ruang santai dirinya dan Aina nanti.


Lebih tepatnya ruangan itu akan jadi saksi cinta mereka dan tentu balkon juga harus di buat dengan sebaik mungkin.


melihat desain dari temannya itu, Kevin tertawa kecil pada Ryan, "ya kamu membuat satu king room, dengan balkon seperti kerajaan Eropa, dan aku tak tau apa yang ada di otak mu," katanya tertawa.


"sudahlah aku tau otak kotor mu, buatkan saja karena aku ingin semuanya beres secepatnya, oh ya dan tolong tanah di sebelah itu buat garasi untuk dua mobil dan dua motor,dan lantai atas buat untuk kantor ku, ingat buat sambungan agar aku bisa pindah tanpa harus turun naik tangga,"


"baiklah apapun yang kamu inginkan," jawab Kevin yang besok akan mulai pengukuran.


Ryan ingin rumah itu selesai di renovasi, karena setelah kematian dari pak Andika rumah itu terbengkalai.


Dan Aina di rumah merasa begitu kecewa pada Bu Wati yang meninggalkan ayahnya dengan pria lain saat tau pak Andika sakit.


Bahkan surat cerai milik pak Andika yang baru di berikan oleh Ryan, terus membuatnya sedih,mama Wulan pun berusaha menenangkannya.


"sudah nduk,yang sudah terjadi tak usah di sesali, sekarang kamu punya kami,jadi kamu tak sendirian,"


"tentu saja tidak ada keluhan, mama tau benar bagaimana kamu tumbuh di sini,kenapa harus ada keluhan,mama malah bersyukur karena ternyata Ryan mencintai mu,karena mama tak harus repot untuk menyesuaikan diri pada menantuku, karena kamu sudah mama anggap anak sendiri nduk," kata mama Wulan yang membuat Aina sangat senang


"terima kasih mama,"


Di tempat lain,Ilmi tak tau harus bagaimana lagi, caranya selalu gagal,mulai dari mendekati mama Wulan.


Serta dua adik dari Ryan juga gagal total, bahkan dia di tolak mentah-mentah.


"apa aku benar-benar tak bisa menjadi memiliki Ryan sepenuhnya, aku sangat menyukainya, tapi aku sudah tak punya jalan lain," kata Ilmi yang frustasi.


Dia tak mau hidup susah, dia ingin hidup enak dengan menikahi pria kaya.


Tapi pria kaya dan muda hanya ryan di desa ini, bahkan kekayaan keluarga Kevin saja hanya separuh kekayaan milik Ryan.

__ADS_1


"sudahlah, aku mau pergi untuk beli nasi dulu," katanya yang keluar dengan motor miliknya.


Ya Ilmi menyembunyikan semua pikirannya itu dengan baik, itu lah kenapa di depan semua orang,Ilmi di kenal sebagai guru yang sangat baik dan sopan.


Dia sampai di warung nasi Padang yang baru buka satu tahun ini di sekitar desa mereka.


Tapi saat di warung itu, dia melihat Ryan sedang duduk di sana sendirian,setelah dua tahun dan kejadian terakhir kali.


Baru ini dia melihat wajah tampan Ryan, "assalamualaikum Ryan, kamu kemana saja," suara Ilmi cukup keras hingga membuat semua orang menoleh.


"aku bekerja, kamu pikir aku kemana," ketus Ryan.


"maaf deh,habis kamu pergi tanpa pamit padaku, padahal aku sangat menunggu jawabanmu tentang pernyataan cinta ku,"kata Ilmi dengan suara yang bisa di dengar oleh semua orang yang ada di sana.


"wah ternyata Bu guru Ilmi ini menyukai mas Ryan,tapi cocok sih yang satu ganteng, dan yang satu cantik, seumuran juga, sudah mas Ryan terima saja, Bu Ilmi itu baik loh," kata salah satu ibu yang sedang mahan bersama keluarganya.


"kalau begitu kenapa tidak anda minta saja untuk jadi istri kedua suami anda, anda bilang dia baik dan cantik kan," kata Ryan kesal.


"apa sih, Kan mbak Ilmi menyukai mas Ryan, jangan sombong deh cuma anak sambung juragan Baron saja bertingkah," kata pelanggan yang lain.


"sudah tolong jangan menyudutkan Ryan," kata Ilmi yang pura-pura sedih agar bisa membuat semua orang peduli padanya.


Ryan muak melihat tingkah Ilmi, "memang aku anak sambung juragan Baron,memang kenapa kalian itu, toh aku bisa bisa menghasilkan uang sendiri,dan untuk mu Ilmi,aku jijik dan tak pernah suka padamu,terlebih tingkah mu yang selalu jahat pada Aina," tegas Ryan yang mengejutkan semua orang.


"karena dia terus menempel padamu seperti parasit, aku cemburu karena kamu terus melihatnya... Tolong sekali saja lihat aku Ryan... Aku sangat mencintai mu," tangis Aina sambil berlutut.


Aina datang dan membayar pesanan nasinya,"ah ada drama lagi ternyata," katanya dengan santai.


bahkan Aina seperti tak bergeming melihat tingkah Ilmi, pasalnya dia sudah melihat semuanya selama Ryan tak ada di desa.


"Aina kamu sudah srkesai dari toilet,ya sudah ayo kita pulang, dan Ilmi berhenti menunjukkan wajah mu di depan ku," kata Ryan yang pergi begitu saja meninggalkan Ilmi yang menangis tersedu-sedu.


Bahkan para warga yang melihat pun kasihan karena Ryan begitu dingin dan kasar untuk Ilmi yang begitu baik hati.

__ADS_1


"sudah mbak Ilmi, saya yakin jika suatu saat anda akan mendapatkan pria yang lebih kaya dari Ryan itu, cih kaya dari bapak sambungnya saja sok," kata ibu yang membantu Ilmi.


"kamu tak tau sialan, dia itu sudah semakin sukses setelah dua tahun ini merantau, dan aku sudah tak tahan jika harus terus bersandiwara, sepertinya aku harus mengunakan rencana B meski harus membuat harga diriku hancur, semua demi bisa menikmati kehidupan yang layak," batin Ilmi bersemangat.


__ADS_2