Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
istriku ini


__ADS_3

Akhirnya pukul sebelas malam, semua tamu sudah pulang, begitupun dengan juragan Baron dan Wulan


ya keduanya tak ingin menganggu pengantin baru dan juga besok ada hal yang harus di lakukan oleh pria itu.


dia menidurkan putranya di kamar bocah itu pelan-pelan agar tak terbangun.


Sedang Wulan sudah mengganti bajunya dengan baju tidur yang sangat seksi.


melihat istrinya itu, juragan Baron pun memeluk tubuh wanita kesayangannya itu dari belakang


"jadi sayang, sekarang kamu harus fokus dengan usaha mu, dan jangan ganggu ibu oke, besok kita pindah tempat agar para pekerja nyaman,"


"baik mas, tapi bagaimana aku bisa membayarnya," tanya Wulan berbalik dan mulai menatap suaminya dalam.


"dengan membuat ku puas setiap malam itu cukup," kata juragan Baron yang mendorong istrinya hingga terjatuh di atas ranjang.


Dan dia pun terpukau melihat keseksian dari istrinya yang begitu menggoda.


"kita mulai sayang,"


Lulu di rumah merasa tak suka, bagaimana bisa wanita janda yang memiliki anak bisa menjadi istri juragan Baron.


Pasalnya dia mengenal pria itu terlebih dahulu, tapi kenapa harus wanita itu yang jadi istrinya.


Seharusnya dia yang menikah dengan juragan Baron. "aku tak terima dengan semua ini, seharusnya aku yang menikah dengan juragan Baron, bukan wanita itu," kata Lia yang sedang tidur di ranjang miliknya.


dia tau jika juragan Baron itu kaya raya, tapi apa yang di gunakan wanita itu hingga bisa menggoda pria yang sangat kurus itu.


Di tambah juragan Baron ini sangat sulit di goda,bahkan dulu Lia sudah pernah mencobanya.


bukan hanya gagal, pria itu bahkan seperti melihatnya dengan jijik dan memilih melukai dirinya agar tetap sadar di banding harus menyentuh Lia.


"itu tak adil juragan, seharusnya aku bukan dia yang kamu pilih jadi istrimu, karena Asha sudah menganggap mu ayahnya," lirih Lia.


Sedang di rumah Bu pawoh, pak Dikin menyerahkan sebuah kertas perjanjian yang harus mereka berdua tanda tangani.


di saksikan oleh Wawan sebagai saksi dan Sardi sebagai dokumentasi.

__ADS_1


"apa harus seperti ini?" tanya pak Dikin.


"lakukan saja, jika kalian tak mau melakukannya, maka juragan Baron akan membawa pergi istri dan anaknya dari desa ini,dan ibu pawoh akan di larang keras menemui nyonya juragan," kata pak Sardi.


"tidak, aku tak mau melakukan itu, tolong tanda tangan saja," kata Bu pawoh memaksa pak Dikin.


Ya itu adalah surat pernyataan jika keduanya tak boleh mengusik keluarga Wulan sedikitpun.


Ya juragan Baron membuat itu untuk berjaga-jaga, takutnya pak Dikin melakukan hal yang tak terduga, bagaimana pun pria itu adalah orang juragan Sukoco jadi tdk semudah itu percaya


Setelah tanda tangan, kedua pria itu pamit, dan langsung pergi, sedang pak Dikin memilih untuk duduk santai dulu.


"aku tidur dulu," pamit Bu pawoh.


"iya aku akan menyusul mu," kata pak Dikin.


Dia masih belum percaya bahwa dia akhirnya menikah, tapi ini sepadan dengan segalanya.


Meski Bu pawoh lebih tua darinya, tapi wanita itu tetap saja lebih menggoda dan seksi di banding para wanita muda yang pernah dia temui.


terlebih Ajeng yang pernah menjadi bahan purakan di salah satu rumah juragan Sukoco saat mereka semua mabuk.


Setelah termenung beberapa saat , akhirnya dia pun masuk kedalam kamar.


Betapa terkejutnya dia melihat Bu pawoh yang sedang ganti baju dan belum mengenakan apapun.


dia langsung mendorongnya ke ranjang dan langsung menerkam wanita itu.


"pelan... "


Tapi ucapan itu tak di indahkan dan dia terus berpacu dengan cepat hingga dia puas.


Dan tentu malam ini dia menikmati waktu bersama istri barunya itu, bahkan tak segan untuk melakukan gaya Baru.


Keesokan harinya, pukul sepuluh pagi, dua buah truk datang untuk memindahkan semua dagangan dari Wulan ke ruko baru.


Awalnya Bu pawoh menolaknya, tapi atas bujukan Wulan akhirnya wanita itu pun tak bisa menolak lagi.

__ADS_1


"jadi produksinya bagaimana?" tanya Bu pawoh.


"tenang saja Bu,aku juga sudah punya tempat sendiri, sekarang ibu nikmati saja hari-hari ibu bersama pasangan baru, dan tolong jangan bertengkar ya, karena aku tak mau mendengar jika kalian ribut atau apapun itu," kata Wulan.


"baiklah kami mengerti," jawab Bu pawoh.


Akhirnya semua selesai, dan Bu pawoh merapikan toko itu untuk bisa di gunakan sebagai garasi, bagaimana pun dia motor itu butuh tempat.


tanpa di duga, pak Dikin malah me mepet istrinya itu ke arah motor hingga tengkurap di atas jok motor.


"kamu jangan gila mas," kaget Bu pawoh.


"aku tak gila, aku hanya mau punya fantasi yang ku inginkan," kata pria itu yang langsung menikmati waktu berdua.


Sedang Wulan sampai di ruko dan ternyata semua sudah terisi sebagian dan tertata rapi.


Ada tiga orang yang bekerja di ruko dan di bagian produksi ada lima orang dan semua itu adalah orang pilihan dati suaminya.


Ya pria itu tak mau jika istrinya itu lelah jadi dia mencari orang untuk membantunya.


Saat Wulan sibuk di ruko baru, juragan Baron kedatangan seorang tamu yang tak dia sukai.


Ya itu Lia yang datang untuk membicarakan sesuatu yang mungkin bisa di bilang membuat marah juragan Baron.


"jangan mengatakan hal gila, kamu tak malu mengatakannya,"


"tidak aku tak malu, karena aku ingin tau, kenapa juragan memilih wanita itu di banding aku, padahal kami sama-sama janda dan memiliki anak, tapi kenapa juragan memilih dia bukan aku," kata Lia yang mengatakan hal gila.


"apa kamu bodoh, dia itu janda terhormat yang selalu menjaga dirinya, sedang kamu malah hampir membuat ku memperkosa mu dengan obat yang kau campurkan di kopi yang kamu berikan saat itu,apa kamu lupa aku demi menjaga diri harus melukai diriku agar tetap sadar, apa kamu lupa!!" teriak juragan Baron yang tak tahan lagi.


semua pegawai pria itu pun kaget, bagaimana bisa Lia keponakan dari Mak Ijah melakukan hal seperti itu.


"AAA!!!! Aku jijik melihat ku, dan mulai sekarang bilang pada putrimu, berhenti memanggil ku ayah,karena dia bukan anak ku,dan anak ku hanya Ryan," kata pria itu sudah benar-benar marah.


Tanpa di duga, Asha ada di sana, dan juragan Baron kaget melihat bocah cantik itu sedang menangis melihat kemarahannya.


"baik kenapa marah pada bunda?" tanya Asha dengan mata berlinang air mata.

__ADS_1


"dengar Asha, mulai sekarang silahkan panggil apapun pada om atau juragan,tapi jangan memanggil ku bapak,papa,ayah atau apapun itu, karena aku bukan bapak kandung mu, karena bapak kandung mu sudah meninggal dunia," kata juragan Baron.


__ADS_2