Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
rencana busuk


__ADS_3

Wulan tampak begitu mudah akrab dengan semua orang, bahkan tak jarang tampak wanita itu di ajak Selfi oleh beberapa istri para juragan ini.


Juragan Baron sendiri duduk untuk membahas kerjasama sambil mengawasi Ryan.


Bocah itu tampak bersenang-senang dengan teman-teman barunya, ya juragan batin tak menyangka jika mengajak Wulan ddn Ryan datang.


Membuatnya merasakan hal yang di rasakan teman-temannya. Sebuah mobil berwarna hitam baru datang.


dan ternyata itu adalah juragan Sukoco dan juga beberapa anak buahnya yang datang.


"baru datang juragan, Monggo silahkan duduk," sapa juragan Sa'id.


"terima kasih id, oh ya apa semua orang sudah datang, ternyata aku ketinggalan ya," kata pria itu tersenyum ramah.


"tentu saja belum, masih ada juragan Wawan dan juragan Vian yang belum datang," kata salah seorang pria yang duduk di samping juragan Baron.


"wah ada juragan baron juga, setelah sekian lama, akhirnya kamu datang kesini, jadi bagaimana kabar mu juragan Baron?"


"tentu saja baik," jawab pria itu santai


Juragan Sukoco melihat sekeliling dan melihat sosok wanita cantik yang sedang duduk bersama para istri-istri.

__ADS_1


Ya dia adalah Wulan, wanita yang jadi janda idaman di seluruh desa, meski kemarin juragan Baron sudah melamar wanita itu.


Tapi baginya selama janur kuning belum melengkung dia masih bisa merebut siapapun yang dia inginkan termasuk Wulan.


tanpa di duga, Ajeng turun dari mobil karena dia harus merapikan penampilannya.


Dan wanita itu langsung merangkul lengan juragan Sukoco di depan semua orang.


"wah wah... Ada pendatang baru lagi, siapa juragan kok gak ajak istri,malah wanita cantik ini?" tanya juragan Sa'id penasaran.


"dia calon istriku tentunya, karena istriku yang ketiga sudah aku ceraikan,buat apa punya istri tak pintar goyang, ha-ha-ha," kata juragan Sukoco yang tertawa.


melainkan juragan Sukoco sendiri juga sudah tua, Wulan bangkit dan membisikkan sesuatu ke telinga juragan Baron.


"kamu mau di antar," tanya pria itu dengan berharap.


"maunya, sudah duduk di sini saja," kata Wulan yang bergegas pergi menuju ke toilet.


Dia merapikan penampilannya setelah buang air kecil, setelah itu dia keluar dan melihat semua orang sedang minum.


Tapi juragan Baron tampak santai duduk di kursinya, terlihat ini semua yang menyediakan adalah juragan Sukoco.

__ADS_1


Wulan kemudian berjalan santai dan duduk di pangkuan kekasihnya, tak peduli lagi toh semua orang sudah mabuk juga.


"jangan berani minum, jika mas berani aku tak akan mau kamu sentuh lagi meski sudah menikah nantinya,"


"baiklah nyonya aku mengerti, apa kita harus di sini, ini sudah menjadi sedikit keos dan aku tak suka jika Ryan harus melihat para tingkah bandot tua ini," kesal juragan Baron.


Wulan mengangguk, dan mereka pun pamit pergi, saat juragan Baron mengendong Ryan, tiba-tiba tangan Wulan di tahan oleh juragan Sukoco.


"ayo sayang, mendekatkan padaku, ayo kita k***n bareng yuk, kamu pasti enak di goyang karena kamu ini memiliki bagian depan belakang yang gede, kamu tak akan puas dengan Baron,karena adiknya itu kecil," kata juragan Sukoco yang benang sudah mabuk.


tapi Wulan malah ingin tertawa melihat tingkah pria itu, "punya mu bahkan samar tak terlihat, sudah tua bukan tobat malah membuat maksiat," kesal Wulan menghempaskan tangan pria itu dan segera lari ke mobil.


Juragan Baron mendekati juragan Sukoco dan menendang pria itu di bagian intimnya, "sekali lagi kamu berani melecehkan istriku, habis ku cincang tubuh mu," marah juragan Baron yang kemudian pergi.


Keduanya pun pergi meninggalkan tempat paguyuban itu karena tak mengira kedatangan satu orang menghancurkan semuanya.


"jadi kita akan pulang?" tanya Wulan.


"tentu saja tidak sayang, aku ingin mengajak mu ke tempat yang indah, dan Ryan kita akan petok stroberi dan juga main di kebun kelinci mau tidak," tanya juragan Baron.


"mau ayah!!" teriak bocah itu dengan kegirangan.

__ADS_1


__ADS_2