Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
teman yang hilang


__ADS_3

Aina dan idola pun pergi meninggalkan kampus dengan mengunakan mobil, bahkan para mahasiswi yang mengira itu mobil pangeran kampus, malah di buat melongo karena mobil itu nyatanya milik seorang mahasiswi baru.


mereka memilih berhenti di sebuah pom bensin untuk membeli Pertamax turbo, dan juga membeli minuman dingin.


Aina memarkirkan mobilnya di tempat yang seharusnya, tak lama Laila datang sambil menyerahkan es batu.


"lah kok bisa?" tanya Aina heran.


"ya bisa lah, orang aku beli es teh tapi pisah," jawab Laila yang memang jarang suka minum es.


saat sedang duduk bersama, mereka melihat sosok Salsha dari kejauhan, tapi keduanya mengira itu salah karena sahabat mereka itu mengenakan jilbab.


tidak menggerai dan mengenakan baju seseksi itu, jadi mereka memilih untuk lanjut ke toko jajan yang di rekomendasikan oleh mama Wulan.


Siang itu, Ryan dan teman-temannya sedang berada di tempat bilyard.


ya jarang-jarang mereka ada di tempat seperti itu,ya jika bukan ada yang penting juga tak mungkin pria rumahan seperti mereka berempat itu ada di sana.


"sebentar, ini aku masih tak percaya kita benar-benar ada di tempat bilyard seperti ini, sebenarnya ini ada dpa ya?" tanya Edo yang bingung.


"kayak gak tau dua bocah ini saja, tak mungkin kita di ajak cuma buat main, pasti ada yang lain," kata Ivan.

__ADS_1


"ya juga, tapi jika di tempat seperti ini, bukankah itu berarti mereka sedang mencari L*," tebak Edo


"tutup mulutmu, kenapa kamu harus cari gadis seperti itu, toh di rumah sudah sangat puas dengan layanan para istri yang lugu tapi sekali di ajari bisa membuat keenakan," jawab Ryan yang membuat dia temannya itu kesal.


"terus?"


"kami sedang mencari seorang pria, perhatikan foto ini dan jika kalian melihatnya langsung bilang," kata Kevin dengan serius.


Edo dan Ivan mengerti, dan mereka akan membantu, Aina dan Laila sedang memilih beberapa snack.


Akhirnya dia menjatuhkan pilihan pada cracker dengan rasa abon berukuran besar dan juga Snack rasa jagung yang juga berukuran besar.


setelah semua barang di bayar dan di tata, akhirnya dia pun pulang agar segera bisa beristirahat.


beberapa wanita muda berpakaian seksi datang ke tempat itu.


bahkan beberapa dari wanita itu, sepertinya orang baru, dan para gadis itu mulai berpencar untuk mencari mangsa


"halo para pria tampan, bisa aku temani," tanya seorang gadis cantik yang berpenampilan seksi


"gak minat," ketus Ryan.

__ADS_1


"aku juga," kata Kevin dingin.


"sudah mbak, gak usah kaget, mereka berdua sudah menikah dan memdng bersikap sok jual mahal, tapi aku tak pernah melihat mu,apa kamu baru kerja disini?" tanya Edo penasaran.


"sepertinya anda berempat yang orang baru di sini, karena aku tak pernah melihat kalian,"


"ya itu benar, jika kamu bisa memberitahu tentang seseorang, aku akan memberimu yang sepuluh juta,"


"tentu dengan senang hati, karna aku kebetulan juga sedang butuh uang,"kata gadis itu


"baiklah, kamu tau tentang dia," tanya Ryan menunjukkan foto seorang pria pada Salsha.


"mungkin kalian telat, karena pria busuk ini sudah lari meninggalkan kota ini, karena dia bilang mau bersembunyi," jelas Salsha yang membuat Ryan tak menyerah.


"terima kasih," katanya langsung memberikan uang sepuluh juta pada wanita itu.


keempat pria itu langsung pergi,tapi Ryan meminta salah satu orangnya untuk menjaga wanita pekerja itu.


karena dia tak sepenuhnya percaya dengan gadis itu, mengingat sepertinya ada hubungan spesial di antara mereka, terlebih usia mereka juga sudah siap untuk menikah.


jadi Ryan memikirkan hal untuk dirinya yang saat ini lebih mendesak agar segera menemukan pria itu.

__ADS_1


__ADS_2