Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
biarkan saja


__ADS_3

Wawan dan beberapa orang yang memang sudah lama ikut juragan Baron pun langsung meringkus Andik dan teman-temannya, serta wanita yang mencoba memfitnah juragan Baron.


Para warga yang tak tau diri ini, ingin pergi dari tempat mereka menyeret juragan Baron dan juga Rojak.


"tunggu dulu, siapa yang mengizinkan kalian pergi, sebelum itu kembalikan dulu semua barang milik suamiku, dia membawa dompet, baju, jam tangan dan ponsel, jika tidak ada yang mau mengembalikannya, kita lihat saja apa yang bisa di lakukan oleh baik dan juga pak Sardi,"


"dengan senang hati putri sambung ku," kata pria yang tetap mengerikan meski usianya sudah kepala lima itu.


melihat pak Dikin mendekat, beberapa warga panik, semua tau siapa pria itu.


Wulan tak menyangka jika warga ini berani-beraninya mengambil barang milik suaminya.


begitupun dengan barang milik Rojak, ternyata tadi barang mereka di bagikan oleh Andik untuk membantu aksinya.


"kita pulang,bapak bawa mobil," tanya Wulan yang memang tadi meminta pak Dikin datang dan membawa mobilnya.


"iya kalian berdua ikut mobil ku, dan nduk kamu bawa motor milik Rojak, Azizah ... Sudah pernah aku bilang, rojak tak akan menghianati mu," kata pak Dikin pada wanita itu yang masih tampak kecewa.


"saya tau itu pak, saya hanya tak menyangka jika saya akan menyaksikan hal seperti ini, dan melihat seorang wanita yang rela terluka demi suaminya," kata Azizah.


juragan Baron mrmdkai bajunya dan mandi, sedang pak Sardi memastikan untuk tak ada yang menyebarkan video tentang apa yang terjadi tadi.


sesampainya di rumah juragan Baron, ternyata Bu pawoh sedang menyuapi kedua cucunya.


Tentu saja dia pria itu langsung mandi dan pak Dikin dan pak Sardi ke kantor polisi terlebih dahulu.


Karena kedua korban ini harus menyembuhkan luka, terlihat juragan Baron kesulitan mengoleskan salep anti memar.


Wulan membawa obat juga agar suaminya itu tak mengalami hal buruk lainnya.

__ADS_1


"biarkan aku yang melakukannya mas," kata Wulan dengan suara gemetar menahan tangis.


Dia masih tdk percaya suaminya bisa di permalukan seperti ini, bahkan dia tak akan memaafkan semua warga desa.


"hei... jangan menangis," kata juragan Baron.


"aku tak bisa mas, aku sudah meminta pada anak buah ku hari ini semua libur, semua warga desa yang tadi ikut mengarak mu, akan tau akibatnya," kata wulan.


"iya ibu juragan, sekarang kamu juga mandi dan sarapan setelah itu kita ke kantor polisi," kata juragan Baron yang merasa tak enak.


Wulan juga terluka di punggung, setelah saling bantu, mereka sarapan dulu.


Dan setelah itu berangkat lagi ke kantor polisi untuk mengurus segalanya.


Kedatangan mereka ini bersamaan dengan bekan, melihat pria itu tiba psk Dikin baik pitam tidak lagi bertanya pria itu langsung mencekik bekan dengan erat.


"ampun pak, ada apa ini?" tanya pria itu dengan sangat sesak nafas.


Akhirnya polisi yang memisahkan keduanya, sedang Wulan dan yang lain hanya duduk santai


polisi langsung menahan para pelaku yang ternyata ingin menguasai harta yaitu berupa sapi yang akan mereka gelapkan jika rencana mereka berhasil.


Bekan kaget, dia tak menyangka jika keponakannya yang dia ajak bekerja berani melakukan ini.


Dia pun langsung bersujud minta pun karena dirinya, hari ini juragan Baron di permalukan seperti ini.


Sedang di pondok, Ryan sudah sekolah dan kali ini mereka sedang pendalaman bahasa arab.


ya pemuda ini memang memiliki tempat khusus karena setelah di lakukan tes IQ.

__ADS_1


Skor yang di miliki oleh Ryan sangat tinggi di bandingkan dengan semua teman yang masuk di kelas yang sama dengannya.


Ryan memperhatikan dengan betul cara bicara guru yang mengajar dan tentu saja harus memahami setiap kata yang di ajarkan.


Ya karena Ryan ingin kuliah di Kairo Mesir atau jika tidak dia ingin ke Qatar untuk belajar menimba ilmu sebaik-baiknya.


Setelah jam bahasa arab, kini giliran jam pelajaran matematika yang membuat semua murid sedikit pusing.


"semuanya, hari ini kita akan melakukan ulangan dadakan, kumpulkan semua buku dan juga LKS kalian sekarang ku e depan," kata guru wanita yang terkenal killer itu.


Setelah itu mereka semua di beri Lima pertanyaan tapi kertas untuk jawaban di beri sampai empat lembar karena dari soal itu mereka di suruh untuk mencari jawaban beserta caranya.


Akhirnya mereka semua mulai fokus, dan beberapa murid tampak bingung.


Tapi tidak dengan tiga orang yang ada di bangku depan, yaitu Ryan, Yunus dan juga Ali.


Ketiganya ini memang di kebal sering berebut nilai karena mereka termasuk di dalam murid-murid terbaik.


Ryan selesai terlebih dahulu dan di izinkan untuk istirahat, di ikuti Ali kemudian Yunus.


"wah kamu makin sulit di kejar Ryan, mau ke kantin?" tanya Ali yang merangkul temannya itu


"boleh, tapi apa tak masalah kan ini belum jam istirahat," kata Ryan yang takut karena kemarin lalu dia dan Yunus di jewer oleh salah satu BK dari kelas delapan karena berada di kantin.


"itu benar, aku tak mau," kata Yunus yang ikut duduk di depan kelas.


"baiklah kalau begitu kita tunggu sampai bel,sambil membaca beberapa buku," kata Ali yang menunjukkan buku yang kemarin di berikan oleh kakaknya.


Itu adalah kisah tentang empat sahabat Nabi yang menjadi Khalifah setelah kematian Nabi Muhammad Saw.

__ADS_1


Ryan meminjam buku itu, dan saat bel istirahat mereka langsung menuju ke kantin untuk membeli beberapa barang.


ya karena tadi mereka sarapan tidak banyak,jadi mereka membeli nasi pecel untuk istirahat kali ini.


__ADS_2